Strategi UMKM Tembus Pasar Global Lewat Riset dan Relasi

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 07:33 WIB 2
Strategi UMKM Tembus Pasar Global Lewat Riset dan Relasi

Produk UMKM berpeluang menembus pasar global jika pelaku usaha menyiapkan strategi yang tepat sejak awal. Owner Woh Chips by Kultiva Co, Suryaningsih Wibowo, menegaskan bahwa persiapan produk, riset pasar, dan pemahaman target konsumen menjadi kunci utama.

Ia menyampaikan hal itu di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 16 Agustus 2025. Menurut dia, pemasaran ke luar negeri tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga membutuhkan relasi, penentuan harga, dan dukungan jaringan yang kuat.

Strategi UMKM Ekspor

Suryaningsih menilai produk UMKM bisa masuk ke pasar internasional jika dipersiapkan secara matang. Persiapan itu mencakup kualitas produk, kemasan, dan penyesuaian dengan kebutuhan negara tujuan. Tanpa perencanaan, pelaku usaha akan sulit menentukan arah ekspor yang tepat. Karena itu, tahap awal menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis.

Menurut dia, pelaku usaha perlu memahami siapa target pasar yang dibidik. Pertanyaan seperti kepada siapa produk ditawarkan, kapan waktu yang tepat, dan berapa harga jual harus dijawab sejak awal. Hal tersebut akan membantu UMKM menyesuaikan strategi pemasaran dengan karakter konsumen. Dengan begitu, produk lebih mudah diterima di negara tujuan.

Ia juga menekankan pentingnya market research sebelum ekspansi dilakukan. Riset pasar memberi gambaran mengenai kebutuhan konsumen dan potensi permintaan di wilayah tertentu. Informasi itu menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk menentukan produk yang layak dipasarkan. Jika riset diabaikan, risiko salah sasaran akan semakin besar.

Dalam pandangannya, produk yang siap ekspor bukan hanya soal rasa atau kualitas. Produk juga harus memiliki nilai yang relevan dengan kebiasaan konsumen di negara lain. Ketika kebutuhan pasar sudah dipahami, peluang penjualan akan semakin terbuka. Dari sana, UMKM dapat menyusun langkah ekspor yang lebih terukur.

Riset Pasar UMKM

Suryaningsih menegaskan bahwa riset pasar membantu pelaku usaha mengenali karakter pembeli. Dengan riset, UMKM dapat mengetahui selera, daya beli, dan kebiasaan konsumsi calon pelanggan. Data tersebut penting untuk menentukan produk yang paling sesuai. Tanpa data, strategi ekspor cenderung berjalan berdasarkan perkiraan semata.

Ia mengatakan, produk yang baik harus mampu menjadi solusi bagi konsumen. Dalam bisnis snack, misalnya, pembeli bisa mencari camilan untuk sekadar iseng atau untuk menikmati momen bahagia sejenak. Pemahaman terhadap motivasi pembelian inilah yang membuat produk lebih relevan. Dengan begitu, nilai jual produk menjadi lebih kuat di pasar luar negeri.

Selain memahami kebutuhan, pelaku usaha juga perlu membaca psikologi pembeli. Menurut dia, psikologi konsumen dapat membantu menentukan pendekatan promosi yang tepat. Strategi ini berguna saat UMKM ingin masuk ke pasar yang memiliki kebiasaan belanja berbeda. Karena itu, riset tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga perilaku.

Penentuan harga pun tidak bisa dilepaskan dari hasil riset pasar. Suryaningsih menjelaskan bahwa harga harus disesuaikan dengan kondisi konsumen di negara tujuan. Jika harga terlalu tinggi, produk akan sulit bersaing. Sebaliknya, harga yang tepat dapat meningkatkan peluang pembelian dan mendorong volume ekspor.

Relasi Bisnis UMKM

Bagi Suryaningsih, bisnis pada dasarnya adalah hubungan dan komunikasi. Karena itu, pelaku UMKM perlu membangun relasi yang baik dengan berbagai pihak. Jaringan yang kuat dapat membuka akses ke pasar baru dan mempercepat pertumbuhan usaha. Pendekatan ini juga membantu pelaku usaha memahami kebutuhan mitra dan konsumen.

Ia menilai networking harus dimulai dari lingkar lokal sebelum melangkah lebih jauh. Dari jaringan yang dibangun di dalam negeri, pelaku usaha dapat memperoleh informasi pasar, peluang promosi, dan kemungkinan kerja sama. Setelah itu, relasi dapat diperluas ke luar negeri. Proses tersebut membuat ekspansi menjadi lebih realistis dan terarah.

Menurut dia, hubungan bisnis juga terkait dengan kemampuan membaca permintaan pelanggan. Informasi mengenai promo dan kebutuhan pasar akan lebih mudah diperoleh jika pelaku usaha aktif membangun komunikasi. Dari sana, UMKM bisa menyesuaikan produk dengan permintaan aktual. Langkah ini penting agar produk tetap kompetitif di tengah persaingan global.

Suryaningsih menambahkan bahwa relasi yang baik memberi peluang lebih besar untuk terjadinya business matching. Melalui pertemuan bisnis, pelaku UMKM dapat bertemu calon pembeli atau mitra distribusi. Kesempatan seperti ini sering menjadi pintu masuk ekspor yang nyata. Karena itu, jejaring tidak boleh dipandang sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari strategi usaha.

Dukungan UMKM Ekspor

Suryaningsih menilai pelatihan UMKM dari pemerintah sangat membantu pelaku usaha. Program tersebut memberi pengetahuan baru, mulai dari pengembangan produk hingga strategi pemasaran. Dalam banyak kasus, pelatihan juga membuka akses pada pendampingan usaha. Dukungan seperti ini penting agar UMKM lebih siap masuk pasar ekspor.

Ia menyebut Kementerian BUMN turut memberi dukungan besar kepada UMKM binaan. Sejumlah pelaku usaha dilatih dan dibantu memasarkan produknya melalui berbagai program. Fasilitas ini menjadi nilai tambah karena UMKM tidak berjalan sendiri. Dengan dukungan kelembagaan, peluang menembus pasar luar negeri menjadi lebih besar.

Peran pameran bisnis juga dinilai sangat penting dalam membuka jalur ekspor. Melalui pameran BNI di Hongkong, produk Woh Chips by Kultiva Co berhasil menjangkau pasar baru. Kehadiran di ajang tersebut memberikan akses pada calon pembeli dan mitra bisnis internasional. Dari situ, peluang ekspor dapat tumbuh lebih cepat.

Saat ini, produk Woh Chips telah diekspor ke 10 negara, termasuk Kanada, Thailand, Prancis, China, Singapura, Australia, dan Malaysia. Keberhasilan itu tak lepas dari keikutsertaan dalam pameran serta dukungan business matching. Suryaningsih mengatakan, pengalaman tersebut membuktikan bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Dengan strategi yang tepat, ekspor bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan peluang nyata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!