Teras Balongan Dorong Pemasaran UMKM Khas Indramayu

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 06:29 WIB 2
Teras Balongan Dorong Pemasaran UMKM Khas Indramayu

Teras Balongan di Jl. Raya Sukaurip No.16, Balongan, Indramayu, menjadi salah satu pusat oleh-oleh yang ramai diserbu pemudik pada musim Lebaran. Di lokasi ini, berbagai produk unggulan UMKM khas pesisir dijajakan, mulai dari batik, tenun, hingga aneka makanan ringan dan olahan terasi.

Keberadaan outlet tersebut memudahkan masyarakat mendapatkan beragam produk dalam satu tempat, sekaligus memperluas pemasaran pelaku usaha lokal. Sejumlah produk bahkan telah menembus pasar luar daerah, hingga dibawa ke luar negeri oleh pekerja migran Indonesia.

UMKM Teras Balongan

Teras Balongan menghadirkan banyak produk UMKM khas Indramayu yang disusun dalam satu area penjualan. Ragamnya mencakup batik, tenun, dan makanan khas pesisir yang menjadi incaran pembeli. Pada momen mudik, kawasan ini kerap dipadati pengunjung yang mencari buah tangan untuk keluarga. Daya tarik utamanya terletak pada kekayaan produk lokal yang mudah dijangkau.

Menurut Ketua UMKM Teras Balongan, Mahani, ciri rasa pesisir menjadi pembeda utama produk makanan yang dijual. Banyak camilan menggunakan bahan baku dari wilayah pantai, terutama terasi, sehingga menghadirkan cita rasa khas Pantura. Kondisi itu membuat produk setempat punya identitas yang kuat dan mudah dikenali. Karakter rasa tersebut juga menjadi alasan produk tetap diminati dari tahun ke tahun.

Di antara barang yang paling banyak dicari ialah rengginang terasi, kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang, dan kerupuk nasi. Selain itu, tersedia sambal dan olahan terasi dalam kemasan yang praktis dibawa pulang. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung jenis dan ukuran. Rentang harga ini membuat produk UMKM dapat dibeli oleh berbagai kalangan pembeli.

Rasa Pesisir Jadi Daya Tarik

Ragam makanan ringan di Teras Balongan banyak diminati karena menawarkan rasa yang dekat dengan lidah masyarakat pesisir. Bahan baku yang berasal dari wilayah laut memberikan aroma dan cita rasa khas pada produk olahan tersebut. Hal itu memperkuat posisi UMKM setempat sebagai penyedia oleh-oleh yang berbeda dari daerah lain. Keunikan rasa menjadi modal penting dalam menjaga minat konsumen.

Mahani menjelaskan bahwa keberadaan daerah pinggir laut sangat memengaruhi karakter produk yang dihasilkan. Terasi menjadi salah satu unsur utama yang memberi kekhasan pada banyak camilan. Menurut dia, itulah yang membuat produk UMKM Balongan memiliki identitas rasa yang kuat. Identitas tersebut sekaligus menjadi nilai jual di tengah persaingan oleh-oleh daerah.

Selain makanan kering, UMKM Teras Balongan juga menawarkan manisan mangga khas Indramayu yang digemari pemudik. Mangga dikupas, diiris tipis, lalu direndam dalam larutan gula batu dan gula pasir selama beberapa hari sebelum siap dikonsumsi. Proses sederhana itu menghasilkan camilan segar dengan rasa manis dan asam yang seimbang. Produk ini menjadi salah satu favorit karena cocok dijadikan buah tangan.

Pasar Luar Negeri Terjangkau

Produk UMKM Teras Balongan tidak hanya dibeli pemudik domestik, tetapi juga pernah dibawa ke luar negeri. Mahani menyebut rengginang produksi mereka sempat sampai ke Australia melalui jaringan keluarga dan teman pekerja migran. Jejak penjualan serupa juga terjadi di Taiwan dan Hong Kong. Kondisi ini menunjukkan potensi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.

Pemasaran lintas negara tersebut terjadi karena banyak pekerja Indonesia yang membawa produk khas kampung halaman ke tempat mereka bekerja. Dari sana, produk kemudian diperkenalkan kepada lingkungan sekitar dan berpeluang mendapat pembeli baru. Cara ini menjadi bukti bahwa jaringan diaspora dapat membantu promosi UMKM. Dukungan semacam itu memperluas ruang gerak usaha kecil secara organik.

Menurut Mahani, minat terhadap produk khas daerah terus tumbuh karena pembeli mencari cita rasa yang autentik. Ia menilai produk yang memiliki identitas kuat lebih mudah diterima di luar wilayah produksi. Karena itu, konsistensi mutu menjadi faktor penting bagi UMKM agar bisa bertahan. Pasar yang meluas juga dapat mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi.

Pertamina Dukung Pembinaan

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Teras Balongan merupakan upaya untuk memperluas pemasaran produk UMKM lokal. Menurut dia, keberadaan outlet tersebut juga memudahkan masyarakat memperoleh aneka produk pesisir di satu lokasi. Skema ini sekaligus membantu pelaku usaha memperkenalkan barang dagangannya kepada pasar yang lebih luas. Dukungan itu sejalan dengan misi pemberdayaan ekonomi daerah.

Pertamina juga menjalankan pembinaan UMKM di berbagai daerah melalui pameran, display produk, temu bisnis, dan penguatan jejaring. Program tersebut dirancang agar pelaku usaha dapat memperbaiki kualitas produk dan strategi pemasaran. Baron menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Karena itu, penguatan usaha kecil dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

Teras Balongan sendiri diresmikan pada 2025 sebagai outlet untuk memperluas pasar produk UMKM di sekitar wilayah operasi Kilang Balongan. Saat ini, terdapat 22 pelaku UMKM yang tergabung dengan beragam produk unggulan. Pertamina juga konsisten meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui UMK Academy yang mencakup manajemen usaha hingga pemasaran digital. Langkah tersebut diharapkan membuat UMKM semakin mandiri dan berdaya saing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!