UPF Ramai Dibahas, Ini Fakta Sarden Kalengan dan Susu UHT

Lifestyle Clara Monica 01 Juni 2026 06:31 WIB 2
UPF Ramai Dibahas, Ini Fakta Sarden Kalengan dan Susu UHT

Istilah ultra-processed food atau UPF belakangan semakin sering dibicarakan di media sosial, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap makanan kemasan yang dianggap tidak sehat. Namun, tidak semua pangan olahan memiliki dampak yang sama, karena kandungan gizi dan tingkat pemrosesannya bisa sangat berbeda.

Sejumlah produk yang kerap dicap sebagai UPF justru masih dapat mengandung protein, vitamin, mineral, serta zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, masyarakat perlu memahami komposisi produk secara lebih cermat sebelum menilai sebuah makanan hanya dari status kemasannya.

UPF dan Klasifikasi Makanan

Istilah UPF merujuk pada makanan yang diproses secara industri dengan tambahan bahan seperti perisa, pemanis, pengawet, atau pengental. Tidak semua makanan kemasan otomatis masuk kelompok ini, karena ada produk yang hanya melalui proses sederhana.

Perbedaan antara processed foods dan ultra-processed foods sering ditentukan oleh jumlah serta jenis bahan tambahan yang digunakan. Semakin kompleks formulasi sebuah produk, semakin besar kemungkinan produk tersebut masuk kategori UPF.

Karena itu, penilaian terhadap makanan perlu dilakukan dengan membaca label dan daftar komposisi. Konsumen tidak cukup hanya mengandalkan anggapan umum yang beredar di media sosial.

Sarden Kalengan Perlu Dilihat

Sarden kalengan sering dianggap sebagai makanan olahan yang sama dengan produk UPF lain, padahal komposisinya bisa sangat beragam. Jika isi kaleng hanya ikan, garam, minyak, atau saus tomat sederhana, produk tersebut cenderung lebih dekat ke processed foods.

Masalah muncul ketika produsen menambahkan banyak bahan seperti perisa, pengental, pemanis, atau aditif lainnya. Dalam kondisi itu, sebagian produk sarden kalengan dapat masuk kategori ultra-processed foods.

Dengan demikian, sarden kalengan tidak bisa dinilai secara seragam tanpa melihat label kemasan. Informasi pada daftar bahan menjadi kunci untuk memahami tingkat pengolahannya.

Susu UHT Tidak Selalu Berlebihan

Susu UHT plain tanpa banyak tambahan juga sering diperdebatkan dalam klasifikasi UPF. Sebagian peneliti menempatkannya sebagai processed foods, bukan langsung sebagai ultra-processed foods.

Produk susu UHT yang hanya melalui proses pemanasan tinggi umumnya masih mempertahankan karakter dasar susu. Namun, jika ditambah perisa, pemanis, atau formulasi yang lebih kompleks, kategorinya bisa bergeser menjadi UPF.

Artinya, susu UHT tidak otomatis buruk hanya karena diproduksi secara industri. Penilaian tetap harus mempertimbangkan komposisi, manfaat gizi, dan kebutuhan konsumsi harian.

Cara Memilih Makanan Kemasan

Masyarakat disarankan membiasakan diri membaca label gizi dan daftar bahan sebelum membeli makanan kemasan. Langkah sederhana ini dapat membantu membedakan produk yang masih wajar dikonsumsi dari produk dengan formulasi terlalu kompleks.

Selain itu, penting untuk tidak menempatkan semua makanan olahan dalam satu kategori yang sama. Beberapa produk tetap memiliki manfaat, terutama bila mengandung protein, kalsium, atau nutrisi penting lainnya.

Pola makan yang seimbang tetap menjadi kunci utama, bukan semata-mata menghindari makanan kemasan. Dengan pemahaman yang tepat, konsumen dapat memilih produk yang sesuai tanpa terjebak stigma terhadap semua pangan olahan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!