Batuk Tak Kunjung Sembuh Ternyata Imbas Piercing di Paru-paru

Lifestyle Clara Monica 01 Juni 2026 07:42 WIB 2
Batuk Tak Kunjung Sembuh Ternyata Imbas Piercing di Paru-paru

Batuk yang tak kunjung reda kerap dianggap keluhan ringan, padahal pada kasus tertentu dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius. Hal itulah yang dialami seorang wanita asal Spanyol, Monica Deyanira Cabrera Barajas, setelah batuk terus-menerus selama sekitar sebulan.

Khawatir dengan gejala yang dialami, Deyanira akhirnya memeriksakan diri ke dokter. Hasil rontgen justru mengejutkan, karena dokter menemukan anting hidung atau septum piercing berada di dalam tubuhnya dan menimbulkan risiko besar bagi keselamatannya.

Batuk yang jadi petunjuk

Kasus ini bermula ketika Deyanira mengalami batuk berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi tersebut membuatnya memutuskan mencari bantuan medis untuk memastikan ada tidaknya gangguan pada tubuhnya.

Pemeriksaan radiologi kemudian mengungkap benda asing yang tidak pernah ia sadari keberadaannya. Temuan itu menjadi perhatian dokter karena posisinya tidak biasa dan berpotensi memicu komplikasi.

Deyanira mengaku tidak mengetahui bahwa piercing miliknya telah hilang. Ia menduga bagian kecil anting itu terlepas saat tidur telentang, lalu masuk ke tenggorokan dan terhirup hingga mencapai paru-paru.

Temuan dekat aorta

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter menemukan posisi anting tersebut sangat dekat dengan aorta. Pembuluh darah utama itu hanya berjarak sekitar 0,5 milimeter dari benda asing tersebut.

Jarak yang sangat tipis membuat kondisi itu tergolong berbahaya. Jika terjadi pergeseran atau luka pada jaringan sekitar, komplikasinya bisa sangat serius dan sulit ditangani.

Dokter menilai situasi tersebut membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah risiko yang lebih besar. Dalam dunia medis, benda asing yang berada di area vital seperti ini harus segera diangkat sebelum menimbulkan kerusakan permanen.

Operasi darurat dilakukan

Deyanira kemudian menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan piercing dari dalam tubuhnya. Prosedur awal sempat diperkirakan berlangsung singkat karena benda asing itu terlihat dapat dijangkau.

Namun, operasi pertama tidak berjalan sesuai harapan karena anting sudah menempel pada jaringan tubuh. Tim medis akhirnya harus melakukan tindakan kedua yang lebih kompleks untuk memastikan benda tersebut bisa diangkat dengan aman.

Proses operasi lanjutan akhirnya berjalan lancar dan piercing berhasil dikeluarkan. Keberhasilan itu menjadi kabar baik setelah sebelumnya kondisi Deyanira dinilai berisiko tinggi.

Pelajaran dari kejadian ini

Dokter menyebut Deyanira sangat beruntung karena bisa selamat dari situasi yang nyaris mengancam nyawa. Jika benda asing itu melukai paru-paru atau aorta, dampaknya bisa fatal, termasuk paru-paru kolaps atau perdarahan hebat.

Setelah kejadian tersebut, Deyanira mengaku trauma dan tidak lagi ingin menggunakan piercing. Pengalaman itu membuatnya menyadari bahwa aksesori tubuh yang terlihat sederhana tetap memiliki risiko medis jika terjadi masalah.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa batuk berkepanjangan tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan medis sejak dini dapat membantu menemukan penyebab yang tidak terduga sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berbahaya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!