Wanita Prancis Terbangun dari Koma dan Mengira Jadi Ibu

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 08:52 WIB 3
Wanita Prancis Terbangun dari Koma dan Mengira Jadi Ibu

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier terbangun setelah tiga minggu koma pada 2025 dan langsung menanyakan keberadaan tiga putrinya. Padahal, ia belum pernah menikah maupun melahirkan, sehingga pengalaman itu membuat keluarga dan staf medis terkejut.

Kisahnya menjadi sorotan karena Clelia merasa telah hidup sebagai ibu selama tujuh tahun dalam alam mimpi yang sangat detail. Menurut keterangan yang beredar, mimpi itu muncul setelah ia menjalani perawatan intensif usai percobaan bunuh diri dengan obat pada Juni 2025.

mimpi koma yang terasa nyata

Clelia mengaku mimpi itu dimulai dari pengalaman melahirkan yang penuh stres dan rasa sakit. Dalam ingatannya, ia melahirkan bayi kembar tiga yang diberi nama Mila, Miles, dan Mailee.

Menurut pengakuannya, salah satu bayi itu meninggal tak lama setelah lahir. Situasi tersebut membuatnya merasa sedih, bersalah, dan sangat terpukul.

Ia juga mengingat momen kontak kulit ke kulit dengan bayinya yang dianggap sangat berkesan. Bagi Clelia, pengalaman itu terasa begitu nyata dan emosional.

Selain kelahiran, ia merasa menjalani kehidupan keluarga yang utuh selama bertahun-tahun. Ia mengingat jalan-jalan, makan bersama, hingga cerita sebelum tidur.

reaksi keluarga dan dokter

Ketika terbangun, Clelia langsung menanyakan ketiga putrinya kepada staf rumah sakit. Pertanyaan itu membuat tenaga medis bingung karena mereka mengetahui ia belum pernah hamil.

Dokter kemudian menjelaskan bahwa tujuh tahun kehidupan yang diingat Clelia tidak pernah benar-benar terjadi. Meskipun begitu, ia awalnya sulit percaya karena seluruh detail terasa konsisten dalam ingatannya.

Keluarga juga disebut ikut terkejut dengan pengalaman yang ia ceritakan. Situasi itu memperlihatkan betapa kuatnya gambaran yang terbentuk selama ia berada dalam koma.

Clelia mengaku sangat sedih setelah menyadari bahwa kehidupan sebagai ibu hanya terjadi dalam mimpi. Ia menyebut dirinya masih merasa kehilangan meski kenyataan berkata lain.

penjelasan ahli neurologi

Kasus seperti yang dialami Clelia disebut tidak selalu langka dalam dunia medis. Ahli neurologi menjelaskan bahwa pasien dalam koma tidak selalu berada dalam kondisi gelap tanpa pengalaman sadar.

Sejumlah pasien dilaporkan mengalami mimpi yang sangat jelas, rinci, dan terasa nyata. Pada sebagian kasus, mimpi tersebut dapat terbawa sebagai ingatan setelah pasien sadar kembali.

Fenomena ini lebih sering muncul setelah cedera otak traumatis atau kondisi medis berat. Namun, tidak semua pasien koma mengalaminya dengan pola yang sama.

Ada pula pasien yang bangun tanpa mengingat apa pun selama masa koma. Karena itu, pengalaman setiap orang dapat berbeda, baik dari sisi isi mimpi maupun kekuatan ingatannya.

pelajaran dari kasus clelia

Kisah Clelia memunculkan kembali perhatian publik pada hubungan antara koma, mimpi, dan kesadaran. Ceritanya bahkan sempat dibandingkan dengan tokoh fiksi yang memiliki pengalaman serupa.

Di sisi lain, kasus ini menunjukkan bahwa pengalaman psikologis dapat terasa sangat kuat meski tidak terjadi di dunia nyata. Bagi Clelia, perasaan menjadi ibu tetap meninggalkan jejak emosional yang mendalam.

Ia mengatakan masih merindukan putri-putrinya hingga hari ini, meski semuanya hanya terjadi dalam mimpi. Ungkapan itu menggambarkan betapa nyata pengalaman yang ia rasakan selama koma.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kondisi pasien pascakoma memerlukan perhatian medis dan psikologis. Pemulihan tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga pengalaman batin yang mungkin terbawa setelah sadar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!