BRI Gandeng Syailendra Capital Perluas Akses Investasi Syariah

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 10:08 WIB 2
BRI Gandeng Syailendra Capital Perluas Akses Investasi Syariah

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Syailendra Capital untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi syariah. Kolaborasi ini dilakukan melalui penandatanganan kerja sama dalam acara Mutual Fund Distribution Signing Ceremony di Kantor Pusat BRI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Melalui kemitraan tersebut, produk reksa dana Syailendra Capital kini dapat diakses lewat BRImo dan kantor cabang BRI di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BRI memperkuat layanan wealth management sekaligus menghadirkan solusi investasi yang lebih mudah dijangkau nasabah.

Kerja Sama Investasi Syariah

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat layanan investasi bagi nasabah. Ia menilai kebutuhan masyarakat terhadap produk keuangan yang aman, relevan, dan berbasis prinsip syariah terus meningkat.

Menurut Aris, sinergi dengan Syailendra Capital diharapkan dapat menghadirkan akses investasi reksa dana yang lebih mudah dan terpercaya. BRI juga ingin memperluas pilihan produk investasi syariah yang dapat dinikmati oleh masyarakat ritel di berbagai daerah.

Aris menambahkan, kekuatan jaringan BRI yang luas dipadukan dengan pengalaman Syailendra Capital sebagai manajer investasi menjadi nilai penting dalam kerja sama ini. Kombinasi tersebut dinilai mampu memperkuat ekosistem layanan investasi yang lebih terintegrasi.

Produk Syariah Andalan

Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat mengakses dua produk unggulan Syailendra Capital, yakni Syailendra Sharia Money Market Fund dan Syailendra Sharia Fixed Income Fund. Keduanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor dengan karakter risiko yang berbeda.

Syailendra Sharia Money Market Fund merupakan reksa dana pasar uang syariah dengan instrumen pasar uang syariah dan obligasi syariah berjatuh tempo di bawah satu tahun. Produk ini menawarkan risiko relatif rendah serta likuiditas tinggi, sehingga cocok bagi investor pemula atau nasabah yang membutuhkan penempatan dana jangka pendek.

Hingga 30 April 2026, produk tersebut mencatat imbal hasil satu tahun sebesar 4,99 persen dengan minimum investasi mulai dari Rp50 ribu. Angka ini menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin memulai investasi syariah dengan modal terjangkau.

Keunggulan Reksa Dana Syariah

Sementara itu, Syailendra Sharia Fixed Income Fund merupakan reksa dana pendapatan tetap syariah yang berfokus pada sukuk korporasi berperingkat layak investasi. Produk ini dikelola secara aktif dan selektif dengan strategi investasi pada sukuk korporasi berperingkat minimal A.

Komposisi portofolionya didominasi instrumen berdurasi relatif pendek, sehingga kinerjanya cenderung lebih stabil. Karakter tersebut juga membuat produk ini tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga maupun inflasi.

Dengan profil seperti itu, SSFIF ditujukan bagi investor berprofil risiko moderat yang mengincar potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang. Hingga 30 April 2026, produk ini mencatat imbal hasil satu tahun sebesar 7,58 persen dengan minimum investasi mulai dari Rp10 ribu.

Akses Mudah Bagi Nasabah

BRI menilai kerja sama ini dapat memperluas penetrasi produk investasi ke segmen ritel di berbagai daerah. Perseroan melihat dukungan jaringan cabang dan ekosistem digital dapat menjadi penggerak utama peningkatan partisipasi masyarakat dalam investasi syariah.

Dengan akses yang lebih praktis melalui BRImo dan kantor cabang, nasabah memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola dana sesuai kebutuhan. Kemudahan tersebut juga diharapkan mendorong minat masyarakat yang sebelumnya belum menjangkau produk reksa dana syariah.

BRI dan Syailendra Capital sepakat bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperluas distribusi produk, tetapi juga meningkatkan literasi investasi syariah. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lebih banyak masyarakat untuk berinvestasi secara aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!