IHSG Melemah 0,91 Persen ke 6.149,68 pada Sesi I

Forex & Saham Gilang Nabaris 01 Juni 2026 11:27 WIB 3
IHSG Melemah 0,91 Persen ke 6.149,68 pada Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan sesi I pada Selasa, 26 Mei, sebelum ditutup melemah ke zona 6.100-an. Berdasarkan data RTI Business, indeks turun 0,91 persen ke level 6.149,68 setelah sempat menguat di awal perdagangan.

Tekanan jual membuat IHSG sempat terkoreksi lebih dari 1 persen ke level 6.132,34, meski pada pembukaan sempat berada di 6.286,87. Perdagangan berlangsung aktif dengan volume transaksi mencapai 15,32 miliar saham dan nilai transaksi Rp 9,12 triliun.

IHSG Tertekan di Sesi I

Pergerakan IHSG pada sesi pagi menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Indeks beberapa kali bergerak di dua arah sebelum akhirnya kehilangan momentum penguatan.

Kondisi tersebut menandakan pelaku pasar masih berhati-hati dalam membaca arah perdagangan. Koreksi yang terjadi juga menunjukkan aksi ambil untung masih mewarnai pasar saham domestik.

Meski sempat dibuka positif, tekanan jual kemudian mendominasi hingga penutupan sesi I. Hal itu membuat indeks bergeser jauh dari level tertingginya pada awal perdagangan.

Pergerakan indeks seperti ini kerap dipengaruhi sentimen dari saham-saham berkapitalisasi besar. Saat kelompok saham utama melemah, IHSG biasanya ikut terkoreksi lebih dalam.

Aktivitas Transaksi Menguat

Di tengah koreksi indeks, aktivitas transaksi di bursa tetap tinggi. RTI Business mencatat frekuensi perdagangan mencapai 1.215.837 kali hingga sesi I berakhir.

Volume yang besar menunjukkan minat investor masih terjaga meski pasar sedang tertekan. Nilai transaksi Rp 9,12 triliun juga menandakan likuiditas pasar berjalan aktif.

Data tersebut memperlihatkan pelaku pasar tetap melakukan rotasi di berbagai saham. Namun, preferensi investor tampak belum cukup kuat untuk mendorong indeks kembali ke zona hijau.

Perdagangan yang ramai belum selalu berujung pada penguatan indeks. Dalam kondisi seperti ini, arah IHSG lebih ditentukan oleh saham-saham dengan bobot besar.

Saham Bank Besar Terkoreksi

Mayoritas saham perbankan besar bergerak melemah sepanjang sesi I. Tekanan pada kelompok saham ini ikut menyeret laju IHSG ke area negatif.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI turun 2,21 persen ke Rp 3.100 per saham. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA melemah 1,64 persen ke Rp 6.000 per saham.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI juga terkoreksi 1,54 persen ke Rp 3.830 per saham. Adapun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI turun 0,47 persen ke Rp 4.200 per saham.

Pergerakan saham bank besar sering menjadi penentu arah IHSG karena bobotnya yang besar. Ketika saham-saham ini tertekan, pasar cenderung kesulitan menjaga momentum penguatan.

Pasar Menunggu Sentimen Baru

Investor kini menantikan katalis baru untuk mengubah arah perdagangan pada sesi berikutnya. Tanpa sentimen yang kuat, IHSG berpotensi masih bergerak terbatas.

Fokus pasar kemungkinan tetap tertuju pada saham perbankan, mengingat perannya yang dominan dalam pergerakan indeks. Jika tekanan pada saham unggulan berlanjut, IHSG dapat kembali menguji level support terdekat.

Di sisi lain, peluang rebound tetap terbuka bila terjadi akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kondisi tersebut biasanya mampu membantu indeks keluar dari tekanan jangka pendek.

Secara keseluruhan, sesi I memperlihatkan pasar saham Indonesia masih sensitif terhadap pergerakan saham-saham utama. Pelaku pasar diperkirakan akan menunggu perkembangan lanjutan sebelum menentukan posisi pada perdagangan berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!