Atta Halilintar membagikan caranya mengenalkan makna kurban kepada Ameena dan Azura agar anak-anaknya memahami nilai pengorbanan dalam ajaran Islam. Ia mengajak keduanya belajar dari kisah Nabi Ismail, sekaligus melihat langsung proses memilih hewan kurban di peternakan.
Dalam penjelasan itu, Atta menekankan bahwa cinta kepada Allah SWT harus menjadi yang utama di atas segala kecintaan duniawi. Pengalaman bersama anak-anaknya itu, menurut dia, penting agar mereka tidak hanya tahu dari cerita, tetapi juga merasakan suasana Idul Adha secara nyata.
Kurban dan Pelajaran Tauhid
Atta menceritakan kisah Nabi Ismail sebagai bagian dari upaya sederhana untuk membuat Ameena dan Azura memahami makna kurban. Cerita itu ia sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa kurban mengandung pesan tentang ketaatan kepada Allah SWT. Menurut dia, nilai tersebut perlu dikenalkan sejak dini agar anak memahami dasar keimanan.
Reaksi Ameena dan Azura sempat membuat Atta tersenyum, karena keduanya terkejut saat mendengar kisah tersebut. Mereka bertanya mengapa seorang anak bisa dikurbankan dalam cerita itu.
Atta lalu menjelaskan bahwa cinta kepada Allah SWT harus berada di atas segala bentuk cinta, termasuk kepada keluarga dan harta. Ia berharap pesan itu tertanam dalam ingatan anak-anaknya.
Kurban Bersama Anak-anak
Selain bercerita, Atta membawa Ameena dan Azura langsung ke lokasi pemilihan hewan kurban. Ia ingin mereka melihat suasana peternakan dan mengenal proses mencari hewan terbaik.
Perjalanan ke lokasi itu ternyata memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Meski melelahkan, Atta menilai pengalaman tersebut sepadan untuk pendidikan anak-anaknya.
Menurut Atta, anak-anak perlu merasakan suasana perkampungan agar lebih dekat dengan realitas masyarakat. Dari situ, mereka dapat memahami bahwa kurban bukan hanya soal membeli hewan, tetapi juga soal berbagi.
Ia menyebut momen itu sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak bisa didapat hanya dari penjelasan di rumah. Dengan melihat langsung, Ameena dan Azura diharapkan memahami makna sosial dari ibadah kurban.
Kurban dan Bulan Zulhijah
Atta juga menyinggung keutamaan bulan Zulhijah yang menurutnya penuh dengan keberkahan. Ia menyebut bulan ini sebagai waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Ia menyoroti puasa Arafah sebagai salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar. Dalam penjelasannya, Atta mengatakan bahwa puasa itu menjadi kesempatan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Menurut dia, semangat ibadah di bulan Zulhijah seharusnya dirasakan seluruh anggota keluarga. Karena itu, ia berusaha menghadirkan suasana religius yang dekat dengan anak-anaknya.
Atta menilai anak-anak perlu memahami bahwa ibadah tidak hanya dilakukan saat ritual utama berlangsung. Nilai-nilai sebelum dan sesudahnya juga sama pentingnya untuk dipelajari.
Kurban dan Kebiasaan Berbagi
Dalam proses memilih hewan kurban, Ameena dan Azura tampak antusias. Keduanya bahkan ikut memberi makan sapi dan kambing secara langsung.
Atta mengatakan pengalaman itu membuat anak-anaknya lebih senang dan aktif mengikuti kegiatan. Ia berharap kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan empati sejak usia dini.
Meski tahun-tahun sebelumnya keduanya sudah ikut berkurban, Atta menilai pemahaman mereka saat itu belum sepenuhnya terbentuk. Karena itu, ia ingin pengalaman kali ini lebih bermakna.
Atta menegaskan bahwa dirinya lebih ingin anak-anak terlibat dalam proses merawat hewan hingga membagikan daging kurban. Menurut dia, di situlah nilai berbagi dan kepedulian sosial benar-benar bisa dirasakan.
