Minat masyarakat terhadap investasi syariah terus meningkat di tengah dinamika pasar keuangan global yang menuntut instrumen aman, menguntungkan, dan sesuai prinsip etis. Salah satu yang kini menyita perhatian adalah Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN Ritel seri ST016, yang ditawarkan sebagai pilihan investasi bagi Warga Negara Indonesia.
Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan transaksi investor syariah melonjak 104 persen hingga Rp11,2 triliun, seiring kapitalisasi pasar modal syariah yang mencapai Rp8.900 triliun. Penerbitan ST016 pada 8 Mei 2026 hingga 3 Juni 2026 menjadi momentum bagi investor untuk masuk ke instrumen syariah yang menawarkan imbal hasil kompetitif dan dukungan terhadap pembiayaan negara.
ST016 dan tren investasi syariah
Minat terhadap investasi syariah berkembang sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan instrumen yang relatif stabil dan sesuai prinsip keuangan Islam. Dalam kondisi pasar yang bergerak dinamis, investor cenderung mencari alternatif yang tidak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga memiliki dasar etika yang jelas.
ST016 hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui dua seri, yakni Sukuk Tabungan Seri ST016T2 dengan tenor dua tahun dan Green Sukuk Seri ST016T4 dengan tenor empat tahun. Keduanya ditawarkan kepada investor individu WNI melalui mitra distribusi di pasar perdana domestik.
Pertumbuhan pasar modal syariah memberi sinyal bahwa instrumen berbasis syariah semakin diterima sebagai bagian dari strategi perencanaan keuangan. Dengan basis investor yang terus meluas, ST016 berpotensi memperkuat kontribusi pasar keuangan syariah di Indonesia.
Selain itu, penerbitan ST016 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat. Kehadirannya memberi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi secara aman sekaligus berkontribusi pada pembangunan nasional.
Imbal hasil dan keunggulan
ST016 menawarkan kupon mengambang dengan batas minimum atau floating with floor, sehingga tingkat imbal hasil dapat mengikuti perubahan suku bunga acuan. Untuk ST016T2, kupon awal ditetapkan sebesar 6,05 persen per tahun, sedangkan ST016T4 sebesar 6,25 persen per tahun.
Skema tersebut membuat investor tetap memiliki perlindungan karena kupon tidak akan turun di bawah tingkat minimum yang telah ditentukan. Imbal hasil juga dibayarkan setiap bulan, sehingga cocok bagi investor yang menginginkan arus kas rutin.
Keunggulan lain dari ST016 adalah risikonya yang relatif rendah karena kupon dan pokok dijamin undang-undang. Jaminan tersebut menjadi daya tarik utama bagi investor yang mengutamakan keamanan dana.
Dari sisi potensi hasil, kupon ST016 berada di atas rata-rata bunga deposito bank BUMN. Kombinasi antara imbal hasil yang menarik dan risiko yang terkendali membuat instrumen ini relevan untuk diversifikasi portofolio.
Risiko yang perlu dipahami
Meski tergolong aman, investor tetap perlu memahami karakter dasar dari setiap instrumen investasi sebelum membeli ST016. Pemahaman yang baik akan membantu investor menyesuaikan produk dengan tujuan keuangan masing-masing.
Risiko gagal bayar pada ST016 relatif kecil karena pembayaran kupon dan pokok dijamin negara sesuai Undang-Undang Surat Utang Negara. Dana pembayarannya juga telah disediakan dalam APBN setiap tahun.
Dari sisi likuiditas, ST016 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, investor tetap memiliki peluang pencairan lebih awal melalui fasilitas early redemption pada periode yang telah ditetapkan.
Untuk risiko tingkat bunga, ST016 tidak terpengaruh penurunan nilai pokok akibat perubahan suku bunga pasar. Kuponnya bersifat mengambang dengan batas minimum, sehingga perlindungan terhadap penurunan imbal hasil tetap terjaga.
Cara pesan lewat BRImo
Pemesanan ST016 dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi BRImo bagi nasabah yang telah memiliki akun SBN. Investor cukup masuk ke menu Investasi, memilih SBN, lalu menentukan nominal pembelian minimal Rp1 juta.
Setelah itu, sistem akan menerbitkan kode billing untuk pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku. Proses ini dirancang agar investor dapat bertransaksi secara praktis tanpa harus melalui prosedur yang rumit.
Bagi calon investor yang belum pernah membeli SBN, registrasi perlu dilakukan lebih dulu di kantor cabang BRI terdekat. Langkah tersebut diperlukan untuk memperoleh Single Investor Identification atau SID dan rekening surat berharga.
Melalui ST016, investor dapat mengembangkan aset sekaligus ikut membiayai pembangunan negara. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui tautan resmi bbri.id/st016 sebelum masa penawaran berakhir.
