PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), emiten yang berafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, resmi menyediakan layanan internet murah di Jawa, Maluku, dan Papua. Layanan ini hadir melalui anak usaha perseroan, PT Telemedia Komunikasi Pratama, dalam program Internet Rakyat atau IRA.
IRA ditawarkan sebagai layanan fixed broadband berkecepatan hingga 100 Mbps dengan harga Rp100.000. Kehadiran layanan ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan, ekonomi digital, layanan publik, hiburan, dan peluang baru di era digital.
Internet Murah untuk Timur Indonesia
Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, menyebut peluncuran IRA menjadi bagian dari komitmen perseroan menghadirkan internet fixed broadband berkualitas di seluruh Indonesia. Menurut dia, akses internet yang terjangkau masih menjadi tantangan besar di banyak wilayah.
Ia menilai biaya akses internet fixed broadband di Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan sejumlah negara ASEAN. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat sulit menikmati layanan internet cepat dengan harga yang sesuai.
Melalui peluncuran IRA di Jawa, Maluku, dan Papua, perusahaan ingin membantu menjembatani kesenjangan digital. Shannedy menegaskan tujuan utama program ini adalah membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam ekonomi digital.
Perseroan juga melihat pemerataan akses internet sebagai faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan koneksi yang lebih mudah dijangkau, masyarakat diharapkan dapat mengakses layanan digital secara lebih merata.
Internet Murah dan Kesenjangan Digital
Program IRA dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang stabil dan terjangkau. Model ini dinilai relevan untuk wilayah dengan tantangan pemerataan infrastruktur digital.
Keberadaan layanan murah berpotensi mendorong lebih banyak rumah tangga terhubung ke jaringan digital. Dampaknya dapat dirasakan pada aktivitas belajar, bekerja, hingga berusaha secara daring.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Selasa, 26 Mei 2026, Shannedy menekankan pentingnya akses yang setara. Ia menyebut kesenjangan digital tidak dapat diatasi hanya dengan pembangunan jaringan, tetapi juga lewat harga yang bisa dijangkau.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap masyarakat di wilayah timur Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi. Hal ini dipandang sebagai langkah penting untuk memperluas inklusi digital nasional.
Internet Murah untuk Ekonomi Digital
IRA ditujukan bukan hanya sebagai layanan konektivitas, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi digital. Akses internet yang andal dapat membantu pelaku usaha kecil memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi.
Di sektor pendidikan, koneksi yang lebih terjangkau dapat mendukung pembelajaran jarak jauh dan akses terhadap materi digital. Sementara itu, layanan publik berbasis daring juga berpotensi lebih mudah dijangkau masyarakat.
Shannedy mengatakan internet yang terjangkau akan menjadi fondasi penting bagi partisipasi masyarakat dalam ekosistem digital. Ia menilai setiap tambahan koneksi baru akan memberi efek berantai terhadap produktivitas dan aktivitas ekonomi.
Dengan harga Rp100.000 dan kecepatan hingga 100 Mbps, IRA diposisikan sebagai alternatif kompetitif di pasar broadband. Perseroan berharap layanan ini dapat diterima luas oleh masyarakat di wilayah yang sudah dijangkau jaringan.
Internet Murah Didukung Infrastruktur
Perseroan menyebut infrastruktur IRA telah didukung lebih dari 550 site aktif dan 3.189 radio units yang telah terinstal dan beroperasi. Jaringan tersebut tersebar di lebih dari 82 kota dan kabupaten di Jawa, Maluku, dan Papua.
Skala infrastruktur itu menjadi fondasi penting untuk memperluas akses internet fixed broadband. Dengan dukungan jaringan yang sudah berjalan, perusahaan memiliki basis yang lebih kuat untuk memperluas layanan.
Keberadaan infrastruktur yang luas juga menunjukkan kesiapan operasional perusahaan dalam menyasar pasar baru. Hal ini menjadi modal penting agar layanan internet murah dapat diberikan secara berkelanjutan.
Shannedy menegaskan bahwa pemerataan akses internet adalah salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Ia berharap IRA dapat menjadi bagian dari solusi untuk mendorong konektivitas yang lebih inklusif di berbagai daerah.
