Anxiety Bag Jadi Tren Baru Gen Z Hadapi Cemas

Lifestyle Nadia Safira Putri 31 Mei 2026 14:13 WIB 3
Anxiety Bag Jadi Tren Baru Gen Z Hadapi Cemas

Generasi Z semakin akrab dengan kecemasan, seiring meningkatnya kasus anxiety dan serangan panik pada usia muda. Di tengah kondisi itu, sebuah tren sederhana bernama anxiety bag atau tas penenang diri viral di media sosial karena dinilai praktis untuk dipakai saat cemas datang tiba-tiba.

Meski terapi bicara dan obat-obatan tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang, kebutuhan akan solusi cepat saat situasi mendadak membuat anxiety bag menarik perhatian. Sejumlah ahli menilai, alat bantu kecil ini dapat membantu menenangkan tubuh dan pikiran, selama penggunaannya tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Anxiety Bag untuk Cemas

Anxiety bag, yang juga disebut panic pouch atau calm-down kit, adalah tas kecil berisi alat bantu sederhana untuk meredakan rasa cemas. Konsep ini semakin populer di kalangan Gen Z, terutama perempuan, karena mudah dibawa ke mana saja.

Dalam survei terhadap hampir 1.000 responden usia 18-26 tahun, 61 persen mengaku memiliki gangguan kecemasan yang terdiagnosis. Sebanyak 43 persen juga mengatakan mengalami serangan panik setidaknya sebulan sekali.

Dokter dan ahli neuroscience Dr. Kyra Bobinet menilai, menyimpan alat regulasi diri dalam jangkauan saat stres tinggi merupakan ide yang baik. Menurut dia, cara ini membantu seseorang mengalihkan perhatian dari pikiran cemas ke sensasi lain yang lebih menenangkan.

Isi Tas Penenang Diri

Isi anxiety bag dapat berbeda pada tiap orang, tergantung pemicu cemas yang dialami. Karena itu, tidak ada paket yang benar-benar sama untuk semua pengguna.

Stefany Staples, 24 tahun, misalnya, menyimpan obat, minyak esensial lavender, dan permen asam dalam tasnya. Ia mengaku benda-benda itu membantunya kembali merasa grounded saat kecemasan muncul.

Psikolog klinis Dr. Jenny Martin menjelaskan bahwa intervensi sensorik cepat dapat membantu menghentikan lonjakan sistem saraf. Contohnya adalah memegang es, mengisap permen asam, atau mencium aroma yang kuat.

Cara Kerja Anxiety Bag

Prinsip kerja anxiety bag adalah mengalihkan fokus dari pikiran cemas ke tubuh dan momen saat ini. Efek ini muncul melalui rangsangan sensorik yang memberi sinyal baru pada otak.

Dr. MaryEllen Eller menyebut, bila kecemasan dipicu overstimulasi, headphone peredam suara dan musik menenangkan bisa membantu. Sementara itu, jika pemicunya adalah pikiran berulang seperti “bagaimana jika”, teknik grounding lebih relevan digunakan.

Grounding dapat dilakukan dengan mengunyah permen mint sambil fokus pada rasa dan teksturnya. Benda bertekstur atau fidget juga dapat memberi sensasi sentuhan yang membantu menenangkan diri.

Manfaat dan Batasannya

Para ahli menilai anxiety bag bisa menjadi alat bantu praktis untuk situasi darurat. Namun, pengguna tetap disarankan mencoba berbagai metode saat kondisi tenang agar tahu isi tas yang paling efektif.

Semakin otak mengasosiasikan isi tas dengan rasa aman, semakin besar pula kemungkinan alat itu bekerja saat dibutuhkan. Karena itu, latihan penggunaan dalam kondisi normal dapat membantu membangun respons yang lebih cepat saat cemas datang.

Meski bermanfaat, psikiater Dr. Vinay Saranga mengingatkan agar anxiety bag tidak menimbulkan ketergantungan. Dalam jangka panjang, tujuan utamanya tetap mengurangi kecemasan dengan kemampuan regulasi diri yang lebih mandiri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!