Zuckerberg dan Priscilla Chan Tampil Perdana di Met Gala 2026

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 02:57 WIB 6
Zuckerberg dan Priscilla Chan Tampil Perdana di Met Gala 2026

Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, untuk pertama kalinya menghadiri Met Gala 2026 di New York City, Amerika Serikat, pada Senin malam, 4 Mei 2026. Kehadiran pasangan ini langsung menyita perhatian karena berlangsung di tengah sorotan besar terhadap ajang mode paling bergengsi tersebut. Dalam kesempatan itu, Zuckerberg tampil dengan tuxedo hitam klasik, sementara Chan memilih gaun merah berpotongan formal yang megah.

Keduanya tidak tampil bersama di red carpet dan memilih masuk secara diam-diam ke Metropolitan Museum of Art. Langkah itu terjadi setelah sempat muncul aksi protes di sekitar lokasi acara yang menargetkan pendiri Amazon, Jeff Bezos. Meski demikian, kehadiran pasangan pendiri dan eksekutif Meta ini tetap menjadi salah satu momen yang paling dibicarakan pada malam tersebut.

Gaya Formal Zuckerberg dan Chan

Zuckerberg memilih setelan tuxedo hitam yang tampak sleek dan rapi. Dasi kupu-kupu melengkapi penampilannya dengan nuansa formal yang sederhana namun tegas. Pilihan busana tersebut sejalan dengan citra minimalis yang kerap melekat pada pendiri Meta itu.

Di sisi lain, Priscilla Chan tampil dalam gaun merah lengan panjang dengan kerah tinggi. Siluet gaun itu terlihat mewah berkat aksen ruffle dan drapery dari pinggang ke bawah. Warna merah yang dominan membuat penampilannya langsung mencuri perhatian di antara tamu undangan.

Chan juga memilih riasan yang relatif minimalis untuk menjaga kesan elegan. Sentuhan paling kuat hadir dari lipstik merah terang yang senada dengan warna gaunnya. Kombinasi tersebut memberi kesan modern tanpa menghilangkan nuansa glamor khas Met Gala.

Kehadiran mereka memperlihatkan pendekatan mode yang berbeda namun tetap harmonis. Zuckerberg menonjol lewat kesederhanaan formal, sedangkan Chan membawa karakter yang lebih dramatis. Keduanya sama-sama menegaskan bahwa busana tetap menjadi bagian penting dari panggung sosial kelas dunia ini.

Tema Costume Art di Met Gala

Met Gala tahun ini mengusung tema Costume Art yang menyoroti hubungan antara busana dan tubuh sebagai bentuk ekspresi artistik. Tema tersebut memberi ruang bagi para tamu untuk menampilkan interpretasi personal melalui pilihan busana mereka. Setiap detail pakaian menjadi bagian dari narasi visual yang ingin disampaikan di karpet merah.

Penyelenggara acara ingin menekankan bahwa busana bukan hanya soal estetika. Dalam konteks ini, pakaian diposisikan sebagai medium seni yang berinteraksi langsung dengan bentuk tubuh. Karena itu, banyak tamu memilih tampilan yang lebih konseptual, teatrikal, dan simbolik.

Penampilan Chan yang memakai gaun merah berstruktur kuat sesuai dengan semangat tema tersebut. Sementara tuxedo Zuckerberg menunjukkan sisi klasik yang tetap relevan dalam perhelatan mode. Perpaduan keduanya menghadirkan kontras yang menarik di antara parade busana para undangan.

Met Gala dikenal sebagai ajang yang menggabungkan mode, seni, dan budaya populer dalam satu panggung. Tema tahunan selalu menjadi acuan utama bagi para desainer dan selebritas dalam menyiapkan penampilan. Tidak mengherankan jika setiap kehadiran tamu menjadi bahan pembicaraan luas di seluruh dunia.

Absennya Momen Red Carpet

Zuckerberg dan Chan tidak terlihat berjalan bersama di red carpet. Mereka memilih memasuki venue secara tersembunyi, tanpa sorotan kamera yang biasanya mengiringi kedatangan para tamu utama. Keputusan itu membuat kemunculan mereka terasa lebih tertutup dibanding banyak tamu lain.

Langkah tersebut muncul di tengah situasi yang cukup tegang di area sekitar acara. Sebelumnya terjadi aksi protes yang menargetkan Jeff Bezos, yang juga terkait dengan Met Gala tahun ini. Kondisi itu membuat pengamanan di sekitar lokasi menjadi perhatian tersendiri.

Meski tidak tampil dalam format red carpet yang biasa, kehadiran pasangan ini tetap terkonfirmasi oleh berbagai laporan. Kehadiran mereka dianggap sebagai bagian dari daftar tamu yang sudah dijadwalkan. Dengan demikian, absennya momen publik tidak mengurangi bobot kehadiran mereka di acara tersebut.

Pola kedatangan seperti ini menunjukkan bahwa Met Gala tidak selalu menuntut kemunculan penuh di hadapan publik. Sebagian tamu memilih hadir dengan lebih tenang sesuai kenyamanan masing-masing. Namun, bagi figur sekelas Zuckerberg dan Chan, setiap langkah tetap menjadi perhatian besar media dan publik.

Biaya dan Sorotan Acara

Harga tiket individu Met Gala tahun ini dilaporkan mencapai sekitar USD 100.000 atau setara Rp 1,6 miliar. Sementara itu, satu meja dibanderol sekitar USD 350.000 atau sekitar Rp 5,6 miliar. Angka tersebut menegaskan posisi Met Gala sebagai acara eksklusif dengan nilai penggalangan dana yang sangat tinggi.

Meta, perusahaan teknologi milik Zuckerberg, termasuk salah satu pihak yang membeli meja pada gelaran tahun ini. Selain Meta, OpenAI dan Snapchat juga tercatat sebagai pembeli meja. Kehadiran para pemain besar industri teknologi itu memperlihatkan kuatnya keterhubungan antara dunia digital dan panggung mode global.

Di sisi lain, Jeff Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez, didapuk sebagai sponsor utama sekaligus honorary co-chairs untuk Met Gala tahun ini. Posisi tersebut menempatkan keduanya dalam pusat perhatian acara sejak awal. Tidak mengherankan jika dinamika di sekitar mereka ikut membentuk narasi malam tersebut.

Met Gala kembali membuktikan bahwa acara ini bukan sekadar ajang pamer busana. Di balik kemewahan, terdapat kombinasi antara filantropi, relasi industri, dan pencitraan publik yang sangat kuat. Kehadiran Zuckerberg dan Chan menambah lapisan baru pada perhelatan yang selalu menjadi barometer budaya populer dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!