IHSG Ambles Usai Pidato Prabowo, Saham Mineral Tertekan

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 26 Mei 2026 06:21 WIB 3
IHSG Ambles Usai Pidato Prabowo, Saham Mineral Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menutup perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, di zona merah setelah sempat menguat pada sesi pagi. Berdasarkan data RTI Business, IHSG terkoreksi 0,82 persen ke level 6.318,50 pada akhir perdagangan.

Tekanan jual meningkat tajam saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam di Sidang Paripurna DPR RI. Pada pukul 11.19 WIB, IHSG bahkan sempat merosot lebih dari 2 persen sebelum kembali memperkecil pelemahan menjelang penutupan.

IHSG Terkoreksi Usai Pidato

IHSG sempat bergerak positif pada awal perdagangan dan menguat lebih dari 1 persen ke level 6.459,55. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama karena tekanan jual terus membesar di tengah sentimen kebijakan pemerintah.

Pada penutupan, indeks berada di level 6.318,50 atau turun 52,179 poin. Pergerakan ini menunjukkan pasar bereaksi cepat terhadap arah kebijakan yang disampaikan pemerintah.

Dalam perdagangan hari ini, volatilitas indeks terlihat cukup tinggi sejak sesi pagi. Situasi tersebut memperlihatkan pelaku pasar masih mencermati dampak kebijakan terhadap sektor-sektor terkait komoditas.

Meski sempat pulih dari titik terendah intraday, IHSG tetap gagal mempertahankan momentum penguatan. Koreksi ini menjadi sinyal bahwa investor cenderung berhati-hati menghadapi ketidakpastian kebijakan.

Aksi Jual Tekan Saham

Sejumlah saham di sektor mineral menjadi penekan utama kinerja indeks pada perdagangan hari ini. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO turun 4,29 persen ke Rp2.230 per saham.

PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN juga terkoreksi 6,31 persen ke Rp2.970 per saham. Penurunan juga dialami PT Bumi Resources Tbk atau BUMI yang melemah 6,99 persen ke Rp173 per saham.

Tekanan serupa terjadi pada PT Triputra Agro Persada Tbk atau TAPG yang turun 6,60 persen ke Rp1.485 per saham. PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA ikut melemah 4,21 persen ke Rp6.825 per saham.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan 9,23 persen ke Rp590 per saham. Sementara itu, PT Petrosea Tbk atau PTRO turun 7,41 persen ke Rp4.000 per saham.

Volume Transaksi Tetap Besar

Walau indeks melemah, aktivitas perdagangan saham tercatat tetap tinggi sepanjang sesi. RTI Business mencatat volume transaksi mencapai 41,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp35 triliun.

Frekuensi perdagangan juga terpantau padat, yakni sebanyak 2.466.564 kali transaksi. Angka tersebut menandakan minat pelaku pasar masih besar di tengah tekanan yang terjadi.

Di pasar saham hari ini, sebanyak 483 saham ditutup melemah. Adapun 207 saham menguat dan 126 saham bergerak stagnan.

Komposisi tersebut memperlihatkan tekanan jual lebih dominan dibandingkan minat beli. Kondisi ini ikut membentuk pelemahan IHSG pada sesi penutupan.

Kebijakan Ekspor Jadi Sorotan

Pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI menyoroti penerbitan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola ekspor komoditas SDA. Kebijakan itu disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor dan mendorong manfaat bagi kesejahteraan rakyat.

Prabowo menyampaikan bahwa seluruh penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN. Pemerintah juga menempatkan BUMN sebagai pihak yang ditunjuk untuk menjalankan mekanisme ekspor komoditas strategis.

Sejumlah komoditas yang masuk dalam aturan itu antara lain minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy. Pasar tampaknya merespons isi kebijakan tersebut dengan kehati-hatian, terutama pada saham-saham yang terkait langsung dengan komoditas.

Di tengah dinamika itu, investor diperkirakan masih akan mencermati detail implementasi aturan baru. Arah perdagangan berikutnya berpotensi sangat dipengaruhi oleh penjelasan lanjutan dari pemerintah dan respons emiten terkait.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!