IHSG Terkoreksi Hampir 2% di Awal Perdagangan

Forex & Saham Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 06:20 WIB 3
IHSG Terkoreksi Hampir 2% di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah hampir 2 persen pada awal perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, saat mayoritas bursa Asia justru menguat. Berdasarkan data RTI Business, IHSG terkoreksi 1,94 persen ke level 6.196,80 setelah sempat dibuka menguat di 6.378,81.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah sentimen positif pasar regional yang didorong harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Optimisme itu muncul usai Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir.

IHSG Melemah Di Awal

Tekanan pada IHSG terlihat sejak awal perdagangan dan berlawanan dengan arah pasar Asia lainnya. Kondisi ini menunjukkan adanya sentimen domestik yang belum sepenuhnya sejalan dengan penguatan regional.

Data RTI Business memperlihatkan indeks sempat bergerak ke level pembukaan yang lebih tinggi sebelum berbalik melemah. Pelemahan tersebut membuat pelaku pasar mencermati kembali arah perdagangan saham dalam negeri.

Meski baru memasuki sesi awal, penurunan hampir 2 persen cukup menekan psikologis investor. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya menunggu konfirmasi lanjutan dari sentimen global dan pergerakan sektor unggulan.

IHSG Dan Sentimen Asia

Sementara itu, bursa Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis ini. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan Wall Street setelah pernyataan Trump mengenai perkembangan negosiasi dengan Iran.

Pasar menilai peluang meredanya konflik dapat menurunkan harga minyak dunia. Harapan itu ikut mendorong minat beli pada sejumlah indeks utama di kawasan.

Pengumuman Trump dipandang meningkatkan optimisme investor terhadap stabilitas geopolitik global. Dalam jangka pendek, sentimen seperti ini sering memengaruhi arah arus modal di pasar saham regional.

IHSG Berlawanan Dengan Regional

Berbeda dengan IHSG, Nikkei 225 Jepang naik 3,54 persen pada pembukaan perdagangan. Penguatan juga terjadi di Korsel, dengan Kospi melonjak hingga 7 persen dan Kosdaq naik 4,88 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat menguat 1,62 persen. Adapun indeks CSI 300 China naik 1,67 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong bergerak naik 0,24 persen.

Perbedaan arah ini menegaskan bahwa pasar Indonesia sedang menghadapi tekanan tersendiri. Investor pun tampaknya belum merespons positif faktor eksternal yang justru menopang bursa lain di Asia.

IHSG Dan Prospek Harian

Pergerakan IHSG pada sesi awal menjadi perhatian karena terjadi di tengah sentimen global yang cenderung positif. Hal ini menunjukkan bahwa faktor domestik masih memegang peran penting dalam menentukan arah indeks.

Jika sentimen eksternal tetap terjaga, pasar berpeluang kembali stabil pada sesi berikutnya. Namun, investor masih perlu mencermati reaksi pelaku pasar terhadap perkembangan negosiasi AS-Iran dan harga minyak.

Dalam kondisi seperti ini, volatilitas diperkirakan tetap tinggi sepanjang perdagangan. Pelaku pasar biasanya akan menunggu keseimbangan baru sebelum menentukan posisi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!