Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 20:43 WIB 6
Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, untuk pertama kalinya tampil di Met Gala 2026 pada Senin, 4 Mei 2026, di New York City, Amerika Serikat. Kehadiran pasangan ini langsung menjadi sorotan karena berlangsung di tengah salah satu ajang mode paling prestisius di dunia. Zuckerberg memilih setelan tuxedo hitam klasik yang tampak rapi dan elegan, sementara Chan hadir dengan gaun merah lengan panjang berkerah tinggi. Momen tersebut menegaskan bahwa debut mereka di karpet merah Met Gala tidak kalah mencuri perhatian dibanding para tamu undangan lain.

Pasangan ini tidak tampil bersama saat melintasi red carpet, karena memilih masuk secara diam-diam ke Metropolitan Museum of Art. Kehadiran mereka bertepatan dengan suasana acara yang sempat diwarnai aksi protes di sekitar lokasi, yang menargetkan Jeff Bezos. Met Gala tahun ini mengusung tema Costume Art, yang menyoroti hubungan antara busana dan tubuh sebagai bentuk ekspresi artistik. Di tengah atmosfer itu, penampilan Zuckerberg dan Chan menjadi salah satu cerita utama yang dibicarakan publik.

Debut Met Gala Zuckerberg

Penampilan Mark Zuckerberg di Met Gala 2026 menampilkan sisi formal yang sangat berbeda dari citra hariannya sebagai tokoh teknologi. Ia mengenakan tuxedo hitam klasik dengan potongan sleek yang memberi kesan bersih dan tegas. Dasi kupu-kupu menjadi pelengkap yang membuat tampilannya tetap konservatif namun sesuai dengan standar acara mode kelas dunia. Pilihan busana tersebut menunjukkan pendekatan aman, tetapi tetap relevan untuk panggung seprestisius Met Gala.

Sementara itu, Priscilla Chan tampil dengan gaun merah yang membawa kesan kuat sejak pandangan pertama. Busana berlengan panjang dengan kerah tinggi itu dibuat semakin megah oleh detail ruffle dan drapery dari pinggang ke bawah. Siluet gaun tersebut memberi karakter dramatis tanpa kehilangan unsur anggun. Dalam konteks Met Gala, pilihan warna dan konstruksi busana Chan menjadi titik paling menonjol dari penampilan pasangan itu.

Kombinasi gaya keduanya memperlihatkan perbedaan karakter yang saling melengkapi. Zuckerberg tampil minimalis dan tegas, sedangkan Chan memilih busana yang lebih ekspresif dan penuh volume. Kontras ini membuat debut mereka terasa seimbang, tanpa perlu gestur berlebihan di depan kamera. Dalam acara yang menilai keberanian berbusana, pendekatan seperti itu tetap mampu meninggalkan kesan kuat.

Gaya Elegan Priscilla Chan

Priscilla Chan juga menarik perhatian melalui riasan wajah yang dibuat sederhana namun tetap terukur. Ia memilih makeup minimalis yang menonjolkan kesan segar dan natural. Sentuhan paling mencolok datang dari lipstik merah terang yang senada dengan gaunnya. Keselarasan tersebut memperkuat tampilan keseluruhan dan memberi aksen tegas pada wajahnya.

Dalam dunia mode, konsistensi antara busana dan makeup sering menjadi penentu kekuatan sebuah penampilan. Chan tampaknya memahami hal itu dengan baik melalui pilihan riasan yang tidak berlebihan. Ia tidak menambahkan elemen visual yang bertabrakan dengan detail gaunnya, sehingga fokus tetap berada pada siluet dan warna busana. Hasilnya, penampilannya terlihat matang dan terencana.

Gaun merah yang dikenakan Chan juga memberi kesan percaya diri tanpa kehilangan kelembutan. Warna tersebut lazim dipakai untuk menandai keberanian, energi, dan perhatian yang ingin ditarik di acara besar. Dalam Met Gala, pilihan seperti itu kerap dibaca sebagai pernyataan mode yang jelas. Chan berhasil membawa kesan tersebut tanpa harus tampil mencolok secara berlebihan.

Makna Tema Costume Art

Tema Costume Art pada Met Gala 2026 menempatkan busana sebagai bagian dari seni yang melekat pada tubuh. Konsep ini mendorong para tamu untuk memandang pakaian bukan hanya sebagai aksesori, tetapi sebagai medium ekspresi. Karena itu, setiap tampilan di karpet merah diharapkan memiliki narasi visual yang kuat. Kehadiran Zuckerberg dan Chan ikut mengisi ruang interpretasi tema tersebut dengan gaya mereka masing-masing.

Met Gala dikenal sebagai acara yang menggabungkan mode, seni, dan filantropi dalam satu panggung. Tema yang diusung setiap tahun menjadi acuan utama bagi para tamu dalam memilih busana. Pada edisi kali ini, fokus terhadap hubungan antara tubuh dan pakaian memberi ruang lebih luas bagi eksplorasi bentuk, tekstur, dan warna. Hal itu membuat penampilan para undangan, termasuk pasangan Zuckerberg-Chan, menjadi bagian dari pernyataan artistik yang lebih besar.

Di tengah tema yang menuntut interpretasi kreatif, pilihan busana klasik dari Zuckerberg justru memberi penyeimbang yang menarik. Sementara itu, gaun merah Chan menghadirkan unsur teaterikal yang sesuai dengan semangat acara. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tema Met Gala dapat dibaca melalui banyak pendekatan. Keduanya berhasil tampil sesuai momentum tanpa kehilangan identitas pribadi.

Sorotan Kehadiran Para Tamu

Kehadiran Zuckerberg dan Chan sempat diprediksi lebih dulu oleh media hiburan, termasuk laporan Page Six. Pasangan itu disebut memang dijadwalkan hadir dalam acara penggalangan dana tersebut. Informasi tersebut kemudian terbukti ketika keduanya muncul di lokasi acara. Meski tidak berjalan bersama di red carpet, kehadiran mereka tetap menjadi perhatian utama.

Met Gala sendiri dikenal sebagai ajang dengan biaya masuk yang sangat tinggi. Harga tiket individu disebut mencapai sekitar USD 100.000 atau setara Rp 1,6 miliar. Sementara itu, satu meja dibanderol sekitar USD 350.000 atau sekitar Rp 5,6 miliar. Angka tersebut menggambarkan eksklusivitas acara yang hanya dihadiri kalangan tertentu dari dunia seni, mode, dan bisnis.

Meta, perusahaan teknologi milik Zuckerberg, termasuk salah satu pihak yang membeli meja pada tahun ini. Selain Meta, OpenAI dan Snapchat juga tercatat sebagai pembeli meja di ajang tersebut. Di sisi lain, Jeff Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez, didapuk sebagai sponsor utama sekaligus honorary co-chairs. Kehadiran nama-nama besar dari sektor teknologi dan bisnis semakin menegaskan posisi Met Gala sebagai panggung lintas industri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!