Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 21:31 WIB 2
Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, tampil perdana di Met Gala 2026 pada Senin malam, 4 Mei 2026, di New York City, Amerika Serikat. Kehadiran pasangan ini menjadi sorotan karena berlangsung di salah satu ajang mode paling bergengsi dunia. Zuckerberg memilih tuxedo hitam klasik, sementara Chan mengenakan gaun merah lengan panjang yang megah. Momen tersebut menegaskan perpaduan gaya formal, kemewahan, dan perhatian publik terhadap pasangan pendiri Meta itu.

Keduanya tidak berjalan bersama di karpet merah, melainkan masuk secara diam-diam ke venue di Metropolitan Museum of Art. Kehadiran mereka datang di tengah situasi acara yang sempat diwarnai aksi protes di sekitar lokasi. Met Gala tahun ini mengusung tema Costume Art, yang menyoroti hubungan antara busana dan tubuh sebagai ekspresi artistik. Partisipasi Zuckerberg dan Chan sebelumnya juga telah diprediksi sejumlah media, termasuk Page Six.

Gaya Formal Zuckerberg

Mark Zuckerberg memilih setelan tuxedo hitam klasik yang tampil sleek dan rapi. Ia melengkapi busana tersebut dengan bow tie untuk mempertegas kesan formal. Pilihan itu selaras dengan karakter acara yang menuntut tampilan elegan dan berkelas. Sebagai pendiri perusahaan teknologi besar, penampilannya tetap sederhana tetapi terukur.

Tampilan Zuckerberg memperlihatkan pendekatan yang tidak berlebihan, namun tetap relevan dengan panggung Met Gala. Nuansa hitam pekat memberi kesan tegas dan minimalis. Di tengah kemeriahan busana para undangan, pilihan itu justru menonjol karena kesederhanaannya. Gaya tersebut menunjukkan bagaimana busana formal masih memiliki tempat kuat di ajang mode internasional.

Meski terkenal dengan gaya kasual, Zuckerberg kali ini tampil mengikuti standar acara yang sangat ketat. Setelan tuxedo hitam menjadi opsi aman sekaligus elegan untuk debutnya. Kehadiran bow tie membuat keseluruhan penampilan terlihat lebih polished. Kombinasi itu memberi citra yang lebih resmi di hadapan publik dan kamera.

Penampilan Zuckerberg juga mencerminkan strategi tampil yang tidak mencari sensasi berlebihan. Ia memilih busana yang langsung dikenali sebagai formal wear klasik. Dalam ajang sekelas Met Gala, keputusan tersebut bisa dibaca sebagai bentuk penghormatan terhadap tema dan etika acara. Hasilnya, ia tampil menonjol tanpa harus meninggalkan kesan sederhana.

Pesona Gaun Priscilla Chan

Priscilla Chan tampil dengan gaun merah lengan panjang berkerah tinggi yang memberi kesan anggun. Siluet gaun tersebut tampak megah berkat aksen ruffle dan drapery dari pinggang ke bawah. Warna merah yang kuat membuat tampilannya langsung menarik perhatian. Pilihan busana ini juga menghadirkan kesan dramatis yang sesuai dengan panggung Met Gala.

Di usia 41 tahun, Chan memilih riasan wajah minimalis untuk menyeimbangkan busananya. Sentuhan paling mencolok datang dari lipstik merah terang yang senada dengan gaun. Perpaduan itu menghasilkan tampilan yang konsisten dan rapi. Kesederhanaan makeup membuat detail busana semakin menonjol.

Gaun merah yang dikenakan Chan memperlihatkan pendekatan mode yang elegan sekaligus tegas. Potongan kerah tinggi memberi kesan tertutup, namun tetap mewah. Aksen ruffle dan drapery menambah dimensi visual pada penampilannya. Pilihan itu membuat Chan tampil sebagai salah satu figur yang mencuri perhatian di malam tersebut.

Kehadiran Chan di Met Gala juga menegaskan keberanian bereksperimen dalam batas formalitas. Ia tidak memilih busana yang terlalu ramai, tetapi tetap berhasil menghadirkan kesan kuat. Warna merah menjadi elemen utama yang menghidupkan seluruh tampilan. Dengan gaya tersebut, Chan tampil selaras dengan tema dan atmosfer acara.

Masuk Diam-Diam ke Venue

Pasangan ini tidak muncul bersama di red carpet, sebuah keputusan yang langsung menjadi perhatian. Mereka memilih masuk diam-diam ke Metropolitan Museum of Art tanpa banyak sorotan awal. Langkah tersebut berbeda dari banyak tamu lain yang menonjolkan momen karpet merah. Strategi itu membuat kehadiran mereka terasa lebih tertutup dan terkontrol.

Kehadiran mereka berlangsung di tengah situasi yang tidak sepenuhnya tenang di sekitar lokasi acara. Sebelumnya, terjadi aksi protes yang menargetkan pendiri Amazon, Jeff Bezos. Kondisi itu diduga turut memengaruhi pola kedatangan para tamu. Dalam konteks tersebut, pilihan masuk tanpa sorotan menjadi langkah yang masuk akal.

Met Gala sendiri dikenal bukan hanya sebagai ajang mode, tetapi juga ruang pertemuan bagi tokoh-tokoh berpengaruh. Para tamu kerap datang dengan strategi tampil yang telah disusun secara matang. Zuckerberg dan Chan tampaknya mengikuti pola tersebut dengan memilih momen yang lebih aman. Hasilnya, perhatian publik tetap tertuju pada busana dan status mereka sebagai pasangan berpengaruh.

Tidak tampil bersama di karpet merah tidak mengurangi nilai simbolis kehadiran mereka. Justru, cara masuk yang berbeda memberi nuansa misterius pada debut tersebut. Publik kemudian lebih banyak membicarakan detail busana dan konteks acara. Kehadiran mereka pun tetap menjadi salah satu cerita utama malam itu.

Biaya dan Sponsor Gala

Met Gala dikenal sebagai acara dengan biaya sangat tinggi dan seleksi tamu yang ketat. Harga tiket individu pada tahun ini mencapai sekitar USD 100.000 atau setara Rp 1,6 miliar. Sementara itu, satu meja dibanderol sekitar USD 350.000 atau sekitar Rp 5,6 miliar. Angka tersebut menunjukkan skala eksklusif dari penggalangan dana paling prestisius di industri mode.

Perusahaan teknologi milik Zuckerberg, Meta, termasuk salah satu pihak yang membeli meja tahun ini. Selain Meta, OpenAI dan Snapchat juga disebut sebagai pembeli meja. Keterlibatan perusahaan teknologi dalam ajang ini memperlihatkan besarnya pengaruh sektor digital di panggung sosial dan budaya. Kehadiran mereka menegaskan hubungan antara bisnis, citra, dan jaringan elite.

Jeff Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez, didapuk sebagai sponsor utama sekaligus honorary co-chairs untuk Met Gala tahun ini. Posisi tersebut membuat keduanya menjadi figur sentral dalam penyelenggaraan acara. Di tengah sorotan publik, nama Bezos ikut memicu protes di area sekitar venue. Situasi ini menambah warna tersendiri pada jalannya malam mode tersebut.

Dengan tema Costume Art, Met Gala 2026 kembali menggabungkan mode, seni, dan penggalangan dana dalam satu panggung besar. Kehadiran tokoh teknologi seperti Zuckerberg dan Chan menambah lapisan baru pada narasi acara. Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem elite yang menopang acara tersebut. Debut mereka pun mempertegas bagaimana Met Gala terus menjadi pusat perhatian global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!