Swatch dan Audemars Piguet Hidupkan Tren Jam Saku

Lifestyle Clara Monica 27 Mei 2026 22:49 WIB 2
Swatch dan Audemars Piguet Hidupkan Tren Jam Saku

Swatch dan Audemars Piguet kembali menarik perhatian pasar lewat peluncuran koleksi jam saku berjudul Royal Pop. Produk ini menggabungkan desain Royal Oak yang ikonik dengan warna-warna cerah khas Swatch, lalu memicu antrean panjang di sejumlah negara. Antusiasme pembeli terlihat sejak hari peluncuran, bahkan sebagian orang rela menunggu tanpa mengetahui koleksi yang akan dijual.

Kehadiran Royal Pop menandai upaya dua merek dengan karakter berbeda untuk menghidupkan kembali tren jam saku. Koleksi ini ditawarkan dalam delapan pilihan warna dengan material biokeramik, serta dibanderol mulai dari 535 dolar AS atau sekitar Rp9,4 juta hingga 570 dolar AS atau sekitar Rp10 juta.

Royal Pop dan daya tariknya

Royal Pop hadir sebagai perpaduan antara estetika mewah dan sentuhan pop yang lebih kasual. Desainnya mengambil inspirasi dari Royal Oak milik Audemars Piguet, lalu dipadukan dengan gaya Swatch era 1980-an.

Kombinasi itu membuat produk ini tampil berbeda dari jam tangan konvensional. Selain sebagai penunjuk waktu, jam saku ini juga diposisikan sebagai aksesori gaya yang menonjol.

Delapan varian warna yang ditawarkan memperkuat kesan eksklusif sekaligus playful. Material biokeramik yang digunakan juga memberi identitas khas pada koleksi ini.

Antrean panjang di berbagai negara

Peluncuran Royal Pop dimulai pada 16 Mei di sejumlah negara, dan langsung memancing minat besar dari para penggemar. Di Amerika Serikat, antrean sudah terbentuk bahkan sejak sehari sebelumnya.

Di kawasan Times Square, para calon pembeli datang dengan kursi lipat dan bertahan sambil menunggu toko dibuka. Mereka menghabiskan waktu dengan makan siang dan berbincang bersama sesama pengantre.

Laporan Business Insider menyebut sekitar 70 orang saling menjaga antrean secara bergantian. Namun, sebagian dari mereka memutuskan mundur setelah katalog resmi ditampilkan dan produk yang tersedia dinilai tidak sesuai harapan.

Respons pembeli di Singapura

Antusiasme serupa juga terlihat di Singapura pada hari peluncuran. Sejak pukul 7 pagi, ratusan calon pembeli sudah diberi nomor antrean tidak resmi di Ion Orchard.

Langkah itu dilakukan untuk mengatur lonjakan minat yang terjadi sejak toko belum dibuka. Swatch disebut membatasi pembelian menjadi satu jam tangan per orang per hari.

Kebijakan tersebut menunjukkan tingginya permintaan atas koleksi Royal Pop. Di sisi lain, pembatasan itu juga membuat sebagian pembeli harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan model yang diinginkan.

Antusiasme di Jakarta

Fenomena yang sama turut terlihat di Grand Indonesia, Jakarta. Sejak pagi, sejumlah orang sudah mengantre sebelum pusat perbelanjaan dibuka.

Minat tinggi terhadap kolaborasi Swatch x Audemars Piguet menunjukkan besarnya daya tarik produk fashion berbasis koleksi terbatas. Meski demikian, antrean di lokasi sempat dibubarkan oleh petugas keamanan.

Peristiwa itu menegaskan bahwa peluncuran produk eksklusif masih mampu menciptakan euforia di pasar Asia. Bagi sebagian penggemar, jam saku bukan hanya aksesori, melainkan juga simbol status dan koleksi yang bernilai.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!