Calvin Dores Bantah Tuduhan Pemalas Soal Jual Kornea

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 00:08 WIB 2
Calvin Dores Bantah Tuduhan Pemalas Soal Jual Kornea

Putra mendiang musisi Deddy Dores, Calvin Dores, memberikan penjelasan atas sorotan publik setelah niatnya menjual kornea mata senilai Rp350 juta menuai respons negatif. Ia menolak keras tudingan yang menyebut dirinya pemalas dan mencari jalan pintas tanpa bekerja secara layak.

Calvin menegaskan bahwa selama ini ia tetap berupaya mencari nafkah melalui berbagai bidang jasa di Tangerang Selatan. Namun, penghasilannya sebagai pekerja lepas tidak memiliki kepastian setiap bulan, sehingga kondisi ekonominya kerap naik turun.

Calvin Dores Bantah Tuduhan

Calvin menegaskan bahwa dirinya bukan pekerja karyawan dengan gaji tetap. Ia menyebut bekerja secara self-employee di bidang jasa, sehingga bayaran baru diterima setelah proyek selesai. Dalam penjelasannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026), ia menilai tudingan miring itu tidak memahami kondisi kerjanya.

Ia mengaku selama ini tidak hanya mengandalkan satu jenis pekerjaan. Calvin mencoba bertahan dengan menciptakan lagu, menjadi calo motor, hingga menjadi joki gim daring. Menurutnya, semua pekerjaan itu dijalani demi menyambung hidup.

Di tengah komentar negatif, Calvin memilih tidak terlalu memedulikannya. Ia merasa sebagian orang mudah menilai tanpa mengetahui realitas yang dihadapinya. Karena itu, ia menilai kritik tersebut tidak selalu sejalan dengan kondisi sebenarnya.

Pekerjaan Lepas Tanpa Gaji Tetap

Calvin menjelaskan bahwa pendapatan sebagai pekerja lepas sangat bergantung pada ada atau tidaknya proyek. Saat pekerjaan datang, penghasilannya bisa cukup besar. Namun ketika tidak ada proyek, ia bisa tidak menerima pemasukan sama sekali.

Ia menggambarkan situasi itu sebagai kondisi yang tidak stabil dan sulit diprediksi. Dalam tiga bulan terakhir, Calvin mengaku tidak memiliki pemasukan. Kondisi tersebut membuatnya berada pada titik terendah secara finansial.

Menurut Calvin, pekerjaan lepas memang tidak memberi jaminan bulanan seperti pegawai tetap. Meski begitu, ia tetap berusaha bertahan dengan kemampuan yang dimiliki. Ia menilai kerja keras tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kendala Pendidikan Jadi Penghambat

Calvin juga mengaku sempat mencoba melamar pekerjaan ke sejumlah instansi. Namun, upaya itu kerap terhambat oleh latar belakang pendidikannya yang hanya sampai sekolah dasar. Baginya, hal tersebut menjadi salah satu alasan sulitnya mendapat pekerjaan formal.

Ia menilai kritik yang menyuruhnya bekerja tidak selalu disertai solusi nyata. Calvin bahkan menantang pihak yang mencibir untuk mencarikan pekerjaan yang sesuai dengan kondisinya. Menurutnya, kesempatan kerja untuk lulusan SD sangat terbatas.

Dalam penuturannya, ia menyebut pernah ditawari sejumlah pekerjaan, termasuk sebagai sopir pribadi dan pegawai honorer. Meski demikian, peluang tersebut tidak selalu bisa ia ambil karena berbagai pertimbangan. Ia menegaskan, hambatan pendidikan masih menjadi persoalan utama dalam mencari penghasilan tetap.

Mimpi Bangun Usaha Keluarga

Di tengah tekanan ekonomi, Calvin mengaku tetap menyimpan mimpi membangun usaha sendiri. Ia menyebut ingin memiliki bisnis yang stabil, termasuk laundry, agar bisa memberi kehidupan yang lebih baik bagi istri dan anaknya. Harapan itu menjadi alasan dirinya terus bergerak meski dalam keadaan sulit.

Calvin juga mengatakan tengah berjuang membantu pengobatan ibunya yang menderita penyakit jantung. Kondisi keluarga tersebut membuat beban hidupnya terasa semakin berat. Meski begitu, ia berusaha tetap fokus pada langkah yang bisa ia lakukan hari ini.

Ia berharap suatu saat dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Calvin menyebut masih menyimpan ide usaha di kepalanya, namun belum ingin membeberkannya ke publik. Baginya, cita-cita itu menjadi dorongan untuk terus bertahan dan membangun masa depan yang lebih pasti.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!