XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi BRH 24 Mei 2026 06:13 WIB 8
XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan siap agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah itu diambil untuk memperluas cakupan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia, di tengah kebutuhan jaringan yang terus meningkat. Perusahaan menilai kedua spektrum tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Proses lelang yang lancar dinilai penting agar implementasi 5G dapat lebih cepat dirasakan masyarakat.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyampaikan perusahaan menaruh perhatian besar terhadap dua pita frekuensi tersebut. Ia menilai, partisipasi pada lelang ini sejalan dengan rencana penguatan infrastruktur jaringan pasca-merger. Menurut dia, peserta lelang yang terdiri atas tiga operator besar membuat prosesnya berpotensi lebih sederhana. Karena itu, XLSmart berharap tahapan seleksi dapat berjalan sesuai rencana pemerintah.

XLSmart Bidik Frekuensi Strategis

Merza Fachys menegaskan bahwa 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan spektrum yang sangat penting bagi pengembangan 5G. Frekuensi 700 MHz dinilai memiliki jangkauan yang lebih luas dan mampu menembus area suburban hingga pedesaan dengan lebih baik. Adapun pita 2,6 GHz dianggap ideal untuk menopang kapasitas besar di wilayah perkotaan. Kombinasi keduanya disebut akan membantu operator menghadirkan jaringan yang lebih merata dan stabil.

Menurut Merza, pemerintah sudah mengetahui dengan baik profil tiga operator besar yang akan mengikuti lelang. Kondisi itu dinilai bisa membuat proses administrasi berlangsung lebih ringkas dibandingkan lelang sebelumnya. Ia berharap tidak ada tahapan yang terlalu rumit sehingga implementasi jaringan baru bisa segera dimulai. Dalam pandangannya, percepatan ini penting untuk menjawab kebutuhan digital masyarakat yang terus berkembang.

XLSmart melihat pelelangan spektrum bukan hanya soal penambahan aset frekuensi, tetapi juga langkah strategis jangka panjang. Ketersediaan spektrum baru dapat memperkuat kapasitas jaringan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan data. Perusahaan menilai perluasan 5G yang lebih cepat akan memberi dampak positif bagi pelanggan di berbagai wilayah. Karena itu, partisipasi dalam lelang dipandang sebagai keputusan bisnis yang logis.

Di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil, kebutuhan efisiensi dan kepastian investasi menjadi perhatian utama perusahaan telekomunikasi. Meski demikian, XLSmart menilai momentum lelang ini tetap menarik karena menyangkut masa depan jaringan nasional. Spektrum yang diburu juga disebut sejalan dengan kebutuhan trafik data yang terus tumbuh. Dengan landasan itu, perusahaan tetap optimistis melangkah agresif dalam persaingan frekuensi.

Percepatan 5G Jadi Target

XLSmart menilai percepatan lelang penting agar layanan 5G bisa segera dinikmati masyarakat secara luas pada tahun ini. Frekuensi 700 MHz dinilai sangat efektif untuk memperluas jangkauan jaringan ke area yang selama ini belum optimal. Sementara itu, 2,6 GHz dibutuhkan untuk menjaga kecepatan dan kapasitas pada wilayah dengan trafik padat. Dua pita tersebut dipandang saling melengkapi untuk memperkuat pengalaman pengguna.

Dalam pandangan perusahaan, pemerataan jaringan menjadi tantangan utama dalam transformasi digital nasional. Banyak wilayah masih membutuhkan kualitas sinyal yang lebih baik agar layanan data dapat diakses secara konsisten. Spektrum 700 MHz menawarkan penetrasi yang lebih kuat di dalam bangunan dan area dengan hambatan geografis. Sementara 2,6 GHz memberikan ruang lebih besar untuk koneksi berkecepatan tinggi di pusat kota.

Merza menyebut percepatan proses lelang akan membantu operator dalam menyusun rencana implementasi jaringan dengan lebih pasti. Kepastian tersebut dibutuhkan agar investasi infrastruktur dapat segera dieksekusi tanpa banyak penundaan. Ia menilai ekosistem telekomunikasi Indonesia sudah cukup matang untuk menjalankan proses ini secara efisien. Karena itu, XLSmart berharap lelang dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dengan frekuensi baru, perusahaan berharap kualitas layanan digital dapat meningkat secara bertahap di banyak daerah. Penguatan jaringan juga diharapkan mendorong pemanfaatan teknologi yang lebih modern di sektor bisnis dan masyarakat. Fokus pada 5G dipandang sejalan dengan tren konsumsi data yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Dalam jangka panjang, hal itu dapat memperkuat daya saing industri telekomunikasi nasional.

Biaya Integrasi Masih Membebani

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara dan dipengaruhi oleh biaya integrasi jaringan pasca-merger. Selain itu, perusahaan juga menanggung beban percepatan depresiasi perangkat lama. Faktor-faktor tersebut disebut sebagai penyebab utama tekanan pada kinerja keuangan saat ini.

Antony menjelaskan bahwa kerugian itu bersifat one time karena ada biaya integrasi dan depresiasi yang dipercepat. Kebijakan tersebut diterapkan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat yang sudah tidak lagi digunakan turut mempercepat pembebanan biaya pada laporan keuangan. Meski demikian, ia menilai langkah itu diperlukan untuk menyelaraskan jaringan yang baru digabungkan.

Menurut Antony, beban sementara tersebut tidak mengubah kesiapan perusahaan untuk mengikuti lelang spektrum strategis. XLSmart tetap melihat prospek jangka panjang yang kuat dari perluasan 5G. Perusahaan meyakini penguatan frekuensi akan memberi nilai tambah setelah proses integrasi jaringan rampung. Dengan demikian, tekanan jangka pendek tidak dianggap sebagai penghalang utama ekspansi.

Antony juga menegaskan bahwa pendanaan partisipasi lelang akan bersumber dari kas operasional perusahaan. Pernyataan ini menunjukkan XLSmart masih memiliki ruang likuiditas untuk mendukung agenda pengembangan jaringan. Fokus perusahaan saat ini adalah menjaga efisiensi sambil menyiapkan langkah ekspansi berikutnya. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara investasi dan kinerja keuangan.

Optimisme Hadapi Persaingan

XLSmart menilai persaingan dalam lelang frekuensi akan berlangsung ketat, namun tetap terukur. Tiga operator besar yang diperkirakan ikut serta membuat peta persaingan relatif dapat diprediksi. Kondisi ini dinilai memberi peluang bagi proses lelang berjalan lebih tertata. Perusahaan pun berusaha menjaga posisi agar tetap kompetitif dalam perebutan spektrum penting tersebut.

Optimisme itu juga didukung keyakinan bahwa kebutuhan layanan data akan terus meningkat di masa depan. Penggunaan 5G di berbagai sektor diperkirakan membuka peluang baru bagi operator untuk memperluas basis pelanggan. Dengan dukungan spektrum yang memadai, kualitas layanan dapat ditingkatkan secara bertahap. Hal tersebut menjadi alasan mengapa perusahaan tetap serius mengejar dua pita frekuensi itu.

XLSmart menempatkan penguatan jaringan sebagai prioritas bisnis utama setelah merger. Integrasi infrastruktur diyakini akan menghasilkan efisiensi operasional yang lebih baik dalam jangka panjang. Di saat yang sama, perusahaan ingin memastikan bahwa pelanggan merasakan manfaat langsung dari konsolidasi tersebut. Lelang frekuensi dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk mencapai target itu.

Ke depan, keputusan Komdigi terkait mekanisme lelang akan menjadi perhatian industri telekomunikasi nasional. Hasilnya akan memengaruhi arah perluasan 5G dan pemerataan akses digital di Indonesia. XLSmart berharap proses tersebut berlangsung transparan, cepat, dan sesuai kebutuhan pasar. Dengan begitu, agenda transformasi jaringan dapat bergerak lebih agresif pada tahun ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!