Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi

Teknologi Moh. Royhan Nahado 26 Mei 2026 08:34 WIB 4
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan mulai menguatkan layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Peresmian ini disaksikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wamendiktisainstek Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil, di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, satelit ini diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas nasional, sekaligus memperluas jangkauan digital hingga kawasan Asia Tenggara. Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut, Satelit Nusantara Lima juga menjadi simbol kemandirian Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur antariksa yang andal.

Satelit Nusantara Lima dan Internet

Adi Rahman Adiwoso menegaskan, Satelit Nusantara Lima memiliki cakupan layanan yang meliputi Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Menurut dia, keberadaan satelit ini menunjukkan penguatan posisi Indonesia dalam penyediaan konektivitas digital di kawasan ASEAN.

Untuk Filipina, satelit ini disebut sudah dipastikan menjadi bagian dari konektivitas nasional. Sementara itu, PSN masih melakukan penjajakan pemanfaatan kapasitas di Malaysia.

Adi menilai, kebutuhan negara tetangga terhadap konektivitas mandiri semakin nyata di tengah dinamika politik global. Ia menyebut kondisi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa infrastruktur satelit tetap relevan untuk menopang komunikasi kawasan.

PSN juga menempatkan Indonesia sebagai pengguna utama kapasitas Satelit Nusantara Lima. Dari total 160 Gbps, sekitar 140 Gbps disiapkan untuk kebutuhan nasional, sedangkan masing-masing 20 Gbps dialokasikan untuk Filipina dan Malaysia.

Fokus Pemerataan Akses

Di dalam negeri, kapasitas besar itu diarahkan untuk memperkuat pemerataan akses internet. PSN menargetkan pemanfaatan satelit ini bagi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga lainnya.

Adi mengatakan perusahaan ingin menghadirkan opsi konektivitas yang dapat diandalkan bagi berbagai kebutuhan di Indonesia. Ia menilai kehadiran Satelit Nusantara Lima akan membantu menjawab tantangan akses internet di daerah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Dengan kapasitas 140 Gbps untuk Indonesia, satelit ini diharapkan mendukung layanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi digital. Potensi penggunaan yang luas dinilai dapat mempercepat pemerataan transformasi digital nasional.

Pemerintah pun melihat kehadiran satelit ini sebagai bagian dari penguatan infrastruktur komunikasi. Dukungan konektivitas di wilayah 3T menjadi salah satu manfaat yang paling diharapkan dari operasional Satelit Nusantara Lima.

Investasi dan Perizinan

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp 8 triliun dari tahap awal hingga operasional Satelit Nusantara Lima. Nilai investasi tersebut menunjukkan skala besar proyek ini dalam mendukung infrastruktur digital Indonesia.

Pengoperasian satelit resmi setelah PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit atau Jartupsat dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin itu diterbitkan usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 hingga 24 April 2026.

Rangkaian perizinan menjadi tahap penting sebelum satelit benar-benar dimanfaatkan secara komersial dan layanan publik. Dengan status operasional penuh, PSN kini dapat memaksimalkan kapasitas satelit untuk kebutuhan nasional maupun regional.

Langkah tersebut juga memperlihatkan kesiapan ekosistem industri satelit dalam negeri. Penguatan regulasi dan uji laik operasi menjadi dasar bagi pemanfaatan teknologi antariksa secara lebih luas.

Jangkauan Orbit Dan Infrastruktur

Satelit Nusantara Lima sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi kini telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi ini mencakup tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan.

Dengan dukungan infrastruktur tersebut, distribusi layanan internet diharapkan berjalan lebih stabil dan luas. Konektivitas dari hulu ke hilir menjadi kunci agar kapasitas satelit benar-benar dirasakan masyarakat.

Berusia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit Nusantara Lima diproyeksikan menopang layanan internet cepat untuk masyarakat, bisnis, hingga keamanan nasional. Kehadirannya menambah kapasitas satelit nasional sekaligus memperkuat ketahanan digital Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!