Makanan Sehari-hari Bisa Picu Jerawat, Ini Penjelasannya

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 08:28 WIB 2
Makanan Sehari-hari Bisa Picu Jerawat, Ini Penjelasannya

Jerawat tidak hanya dipicu oleh skincare yang kurang tepat atau kebersihan wajah yang terabaikan. Sejumlah makanan sehari-hari, mulai dari tinggi gula, produk susu, hingga ultra processed food, juga diduga dapat memengaruhi kondisi kulit. Karena itu, pola makan kini ikut diperhatikan sebagai faktor yang dapat membuat jerawat lebih mudah muncul dan sulit mereda.

Dokter sekaligus praktisi estetika dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center menjelaskan, efek makanan terhadap jerawat tidak selalu sama pada setiap orang. Menurutnya, ada jenis makanan yang dapat memicu breakout, tetapi tidak semua orang akan mengalami reaksi yang serupa. Hal itu membuat hubungan antara jerawat dan makanan perlu dipahami secara lebih hati-hati.

Jerawat dan pola makan

Jerawat memang tidak muncul hanya karena makanan. Kondisi ini juga dipengaruhi hormon, stres, genetik, dan kebiasaan merawat kulit. Namun, pola makan tetap disebut dapat ikut memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang.

Secara ilmiah, hubungan makanan dan jerawat diduga berkaitan dengan peradangan serta perubahan hormon di dalam tubuh. Dua proses itu dapat memengaruhi produksi minyak pada kulit. Ketika minyak meningkat dan pori-pori mudah tersumbat, jerawat bisa muncul atau menjadi lebih meradang.

Karena itu, pola makan semakin sering diperhatikan sebagai salah satu faktor yang dapat memperburuk jerawat. Meski begitu, makanan bukan penyebab utama yang berdiri sendiri. Faktor lain tetap memiliki peran yang besar dalam munculnya keluhan kulit ini.

Gula dan produk susu

Makanan tinggi gula sering dikaitkan dengan peningkatan risiko jerawat. Asupan gula yang tinggi dapat memicu lonjakan gula darah dan memengaruhi respons hormon tertentu di dalam tubuh. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat berdampak pada produksi sebum yang lebih aktif.

Produk susu juga kerap masuk dalam daftar makanan yang dicurigai memicu breakout. Sejumlah orang melaporkan kulitnya lebih mudah berjerawat setelah mengonsumsi susu atau olahannya. Meski demikian, reaksi tubuh terhadap susu tetap bisa berbeda pada tiap individu.

dr Silvia menegaskan, tidak semua orang yang mengonsumsi makanan tersebut akan mengalami jerawat. Artinya, hubungan antara susu, gula, dan jerawat tidak berlaku sama bagi semua orang. Pengamatan terhadap respons kulit masing-masing menjadi penting sebelum menarik kesimpulan.

Ultra processed food

Ultra processed food juga disebut dapat berkontribusi terhadap memburuknya jerawat. Kelompok makanan ini umumnya tinggi gula, garam, lemak, dan berbagai bahan tambahan. Pola konsumsi yang sering berlebihan dapat membuat kondisi tubuh lebih rentan terhadap peradangan.

Pada sebagian orang, makanan olahan tinggi juga berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon. Perubahan itu kemudian dapat berdampak pada produksi minyak di kulit. Jika minyak kulit meningkat, risiko pori-pori tersumbat pun ikut naik.

Karena itu, membatasi konsumsi makanan olahan dapat menjadi langkah yang patut dipertimbangkan. Langkah ini bukan untuk menyembuhkan jerawat secara instan, tetapi membantu mengurangi faktor yang mungkin memperburuk kondisi kulit. Pendekatan tersebut akan lebih efektif bila dibarengi perawatan kulit yang sesuai.

Langkah menjaga kulit

Menjaga kulit tetap sehat tidak cukup hanya dengan memilih skincare yang tepat. Pola makan, tidur cukup, dan pengelolaan stres juga perlu diperhatikan. Kombinasi kebiasaan itu dapat membantu kulit lebih stabil dalam jangka panjang.

Bagi sebagian orang, mencatat makanan yang dikonsumsi dan kondisi kulit setelahnya bisa membantu mengenali pemicu jerawat. Cara ini memudahkan identifikasi apakah gula, susu, atau makanan olahan benar-benar memberi dampak. Dengan begitu, penanganan jerawat bisa lebih personal dan terarah.

Jika jerawat terus muncul atau sulit membaik, pemeriksaan ke dokter kulit tetap menjadi pilihan terbaik. Evaluasi medis diperlukan untuk menilai apakah ada faktor hormon, peradangan, atau masalah kulit lain yang mendasari. Dengan penanganan yang tepat, jerawat dapat dikendalikan lebih efektif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!