XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 5G

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 06:11 WIB 2
XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 5G

XLSmart menegaskan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah ini diambil seiring ambisi perusahaan untuk memperluas layanan 5G secara lebih merata di Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan menilai kedua pita frekuensi tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyampaikan perusahaan ingin menguasai kedua spektrum itu karena dinilai penting untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi. Ia berharap proses lelang dapat berjalan lancar sesuai rencana pemerintah. Menurutnya, percepatan proses menjadi krusial agar manfaat 5G segera dirasakan masyarakat luas.

Lelang Frekuensi XLSmart

Merza mengatakan Komdigi telah mengumumkan lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSmart, kata dia, tertarik untuk memperoleh kedua pita tersebut. Perusahaan juga berharap prosesnya berlangsung sederhana dan cepat.

Ia menilai peserta lelang kali ini merupakan tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Karena itu, proses administrasi dinilai tidak perlu dibuat terlalu berbeda dari lelang sebelumnya. XLSmart ingin agar tahapan berjalan efisien tanpa mengurangi transparansi.

Menurut Merza, percepatan lelang penting agar implementasi 5G bisa segera dimanfaatkan masyarakat pada tahun ini. Ia menekankan bahwa spektrum baru akan menjadi fondasi perluasan jaringan nasional. Dengan dukungan regulasi yang tepat, pemerataan layanan digital dinilai bisa lebih cepat tercapai.

Peran Spektrum Untuk 5G

Spektrum 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal ke wilayah suburban dan pedesaan. Karakteristiknya memungkinkan penetrasi jaringan yang lebih baik dibandingkan pita dengan frekuensi lebih tinggi. Kondisi ini membuat layanan 5G dapat menjangkau lebih banyak pengguna.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dinilai mampu menyediakan kapasitas besar untuk trafik data yang tinggi di perkotaan. Frekuensi ini cocok untuk mendukung kebutuhan internet cepat di area padat penduduk. Kombinasi keduanya dianggap penting untuk membangun jaringan yang seimbang.

XLSmart menilai kedua spektrum tersebut menjadi kunci utama pemerataan 5G nasional. Perusahaan melihat kebutuhan jaringan masa depan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga jangkauan dan kapasitas. Karena itu, pelelangan frekuensi dipandang sebagai momentum strategis bagi industri telekomunikasi.

Kinerja Keuangan Masih Tertekan

Di sisi lain, Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara. Kerugian terutama dipengaruhi biaya integrasi jaringan pasca merger dan percepatan depresiasi perangkat lama.

Antony menyebut beban tersebut sebagai biaya one time yang muncul karena proses penyatuan dua jaringan. Perusahaan juga melakukan percepatan depresiasi terhadap sejumlah perangkat lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat itu kini tidak lagi digunakan dalam operasional jaringan.

Meski masih tertekan, manajemen menilai kondisi keuangan tersebut tidak mengurangi kesiapan perusahaan mengikuti lelang. Antony menegaskan XLSmart tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan. Menurutnya, investasi spektrum tetap penting untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.

Rencana Pendanaan Perusahaan

Antony memastikan XLSmart akan tetap ikut dalam lelang frekuensi strategis tersebut. Ia menyebut pendanaan akan berasal dari kas operasional perusahaan. Dengan demikian, perseroan tidak melihat kebutuhan pembiayaan sebagai hambatan utama.

Manajemen menilai kekuatan kas operasional memberi ruang bagi perusahaan untuk bergerak lebih fleksibel. Langkah ini juga menunjukkan komitmen XLSmart untuk menjaga daya saing di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Fokus utama perusahaan tetap pada perluasan jaringan dan peningkatan kualitas layanan.

Keikutsertaan dalam lelang frekuensi dipandang sejalan dengan strategi jangka panjang XLSmart setelah merger. Perusahaan ingin memastikan integrasi jaringan berjalan beriringan dengan ekspansi kapasitas. Dengan pendekatan itu, target pemerataan 5G di Indonesia diharapkan dapat lebih cepat tercapai.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!