XLSmart Klaim Jaringan 5G Terbesar di Indonesia

Teknologi BRH 23 Mei 2026 14:24 WIB 6
XLSmart Klaim Jaringan 5G Terbesar di Indonesia

XLSmart mengklaim menjadi operator seluler dengan ketersediaan jaringan 5G terbesar di Indonesia, melampaui kompetitornya seperti Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison. Klaim tersebut disampaikan seiring perluasan layanan 5G yang disebut telah menjangkau 43 kota dan kabupaten pada Mei 2026.

Operator hasil merger XL Axiata dan Smartfren itu menyebut cakupan 5G mereka hadir secara menyeluruh di suatu wilayah, bukan hanya pada titik-titik tertentu. Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyampaikan hal tersebut di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

XLSmart Perluas Jaringan 5G

Merza menjelaskan bahwa peluncuran jaringan 5G menjadi tonggak penting bagi XLSmart dalam memperkuat layanan data. Menurut dia, strategi perusahaan berbeda dari operator lain karena menempatkan 5G sebagai layanan dengan kapasitas khusus. Pendekatan itu dirancang agar pelanggan dapat merasakan pengalaman koneksi yang lebih stabil. Dengan begitu, layanan 5G diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelengkap jaringan, tetapi sebagai layanan utama.

XLSmart menggunakan pita frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHz untuk menopang jaringan tersebut. Spektrum itu dialokasikan secara khusus sehingga tidak berbagi kapasitas dengan jaringan 4G. Dalam penjelasannya, Merza menilai skema ini membantu menjaga kualitas layanan pada jaringan 5G. Ia menegaskan bahwa penggunaan spektrum dedicated menjadi pembeda utama perusahaan.

Sejak meluncurkan layanan 5G pada akhir Januari 2026, XLSmart langsung memperluas jangkauan ke 33 kota dan kabupaten. Hingga kini, cakupan itu telah berkembang menjadi 43 kota dan kabupaten. Perusahaan mengklaim seluruh wilayah yang sudah terjangkau telah full covered oleh jaringan 5G. Klaim tersebut menjadi dasar XLSmart menyebut diri sebagai operator dengan jaringan 5G terbesar di Indonesia.

Fokus Pada Pengalaman Pelanggan

XLSmart menempatkan kualitas pengalaman pengguna sebagai alasan utama di balik strategi ekspansi jaringan 5G. Merza mengatakan perusahaan ingin menghadirkan layanan yang benar-benar terasa sebagai 5G sejati. Target itu ditujukan agar pelanggan memperoleh manfaat yang lebih nyata dari kecepatan dan stabilitas koneksi. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap persepsi publik terhadap layanan 5G semakin positif.

Menurut Merza, cakupan yang menyeluruh menjadi nilai tambah karena pelanggan tidak hanya menemukan 5G di titik tertentu. Ia menilai model cakupan seperti itu lebih relevan untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan konsumsi data yang terus meningkat. Perusahaan juga ingin memastikan kapasitas jaringan tetap memadai ketika jumlah pengguna bertambah. Karena itu, alokasi spektrum khusus dianggap sebagai solusi teknis yang paling sesuai.

Pada saat yang sama, XLSmart menekankan pentingnya konsistensi layanan di berbagai wilayah yang sudah dibangun. Strategi ini diharapkan memberi pengalaman yang seragam bagi pelanggan, baik di pusat kota maupun area yang baru dijangkau. Dalam pandangan perusahaan, kualitas layanan akan menjadi faktor penentu daya saing di industri seluler. Oleh sebab itu, ekspansi 5G diarahkan tidak hanya cepat, tetapi juga merata.

Target Ekspansi Hingga Akhir Tahun

Ke depan, XLSmart menargetkan perluasan jaringan 5G terus berlanjut hingga mencakup 88 kota dan kabupaten pada akhir 2026. Target tersebut menunjukkan ambisi perusahaan untuk memperluas basis layanan secara agresif dalam waktu singkat. Manajemen meyakini peningkatan cakupan akan memperkuat posisi XLSmart di pasar telekomunikasi nasional. Sasaran itu juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah setelah merger rampung.

Ekspansi jaringan 5G diperkirakan membutuhkan dukungan spektrum, infrastruktur, dan pengelolaan kapasitas yang berkelanjutan. Dengan landasan frekuensi 2,3 GHz, perusahaan mengandalkan efisiensi jaringan untuk menjaga kualitas layanan. Pendekatan ini menjadi penting karena pertumbuhan trafik data cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Dalam konteks tersebut, perluasan jaringan tidak hanya soal jumlah wilayah, tetapi juga ketahanan layanan.

Bila target 88 kota dan kabupaten tercapai, XLSmart berpeluang memperkuat klaim sebagai operator dengan jaringan 5G yang paling luas. Persaingan di sektor seluler pun berpotensi semakin ketat seiring percepatan adopsi 5G di Indonesia. Konsumen diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan jika operator berlomba meningkatkan kualitas jaringan. Namun, keberhasilan akhir tetap bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan.

Persaingan Operator Semakin Ketat

Klaim XLSmart menambah panas persaingan antaroperator dalam penyediaan layanan 5G di Indonesia. Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison sebelumnya juga aktif memperluas infrastruktur jaringan generasi kelima. Namun, XLSmart mencoba menonjol lewat pendekatan cakupan penuh di wilayah yang sudah dibangun. Strategi ini menjadi pembeda utama dalam narasi pemasaran dan pengembangan teknis perusahaan.

Di industri telekomunikasi, keunggulan jaringan tidak hanya diukur dari jumlah kota yang terjangkau. Kualitas koneksi, stabilitas layanan, dan kapasitas spektrum juga menjadi faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Karena itu, klaim jaringan terbesar perlu dibaca bersama dengan cara operator mengelola infrastruktur. Dalam hal ini, XLSmart menempatkan dedicated spectrum sebagai penopang utama layanan 5G.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pasar 5G di Indonesia mulai bergerak dari tahap uji coba menuju perluasan massal. Dengan pertumbuhan wilayah layanan yang cepat, operator berlomba membangun persepsi sebagai penyedia jaringan paling andal. Langkah XLSmart mempertegas bahwa kompetisi tidak lagi hanya soal kecepatan, tetapi juga soal pemerataan cakupan. Jika rencana ekspansi berjalan sesuai target, persaingan 5G di Indonesia akan semakin dinamis pada 2026.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!