XLSmart Incar Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 08:34 WIB 2
XLSmart Incar Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah ini ditempuh untuk memperluas cakupan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia, di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan kedua spektrum tersebut dinilai strategis untuk pengembangan jaringan generasi kelima. Perusahaan juga berharap proses lelang dapat berlangsung lancar dan lebih sederhana agar implementasi 5G bisa segera dirasakan masyarakat.

Lelang Frekuensi 5G

Merza menyebut XLSmart tertarik memperoleh kedua spektrum yang telah diumumkan Komdigi. Menurut dia, pelelangan itu penting karena akan menentukan kecepatan ekspansi layanan 5G nasional.

Ia menilai proses lelang idealnya tidak berbelit karena peserta yang terlibat hanya tiga operator seluler besar. Dengan demikian, tahapan administrasi dan evaluasi dapat diselesaikan lebih efisien.

Perusahaan berharap skema lelang dibuat ringkas tanpa banyak perbedaan dibanding proses sebelumnya. Harapan itu disampaikan agar operator dapat segera menyiapkan langkah bisnis dan teknis yang diperlukan.

Jika proses berjalan sesuai rencana, frekuensi baru berpeluang mempercepat pemerataan jaringan 5G. Target itu dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap layanan data yang semakin besar.

Spektrum Frekuensi Strategis

Frekuensi 700 MHz dikenal memiliki jangkauan yang luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik. Karakteristik tersebut membuatnya cocok untuk memperkuat layanan di wilayah suburban dan pedesaan.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dianggap mampu menyediakan kapasitas besar untuk trafik data yang tinggi. Spektrum ini dinilai lebih ideal untuk kawasan perkotaan dengan kebutuhan koneksi yang padat.

Kombinasi kedua frekuensi tersebut dipandang penting bagi pemerataan kualitas jaringan. Operator dapat mengoptimalkan cakupan dan kapasitas secara bersamaan sesuai karakter wilayah.

Merza menegaskan, kedua spektrum itu merupakan kunci untuk mendorong adopsi 5G yang lebih luas. Dengan frekuensi yang tepat, kualitas layanan diharapkan meningkat secara signifikan.

Kerugian Bersifat Sementara

Di sisi keuangan, Direktur dan Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih mencatat kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara.

Kerugian itu dipicu biaya integrasi jaringan pascamerger dan percepatan depresiasi perangkat lama. Menurut Antony, beban tersebut merupakan konsekuensi dari penyesuaian operasional setelah penggabungan bisnis.

Ia menjelaskan, percepatan depresiasi dilakukan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat itu kini tidak lagi digunakan sehingga perlu penyesuaian pembukuan.

Antony menyebut kondisi tersebut tidak mengubah arah bisnis perusahaan. XLSmart tetap optimistis menjaga kinerja sekaligus menyiapkan ruang investasi untuk penguatan jaringan.

Pendanaan Frekuensi dan Rencana

Meski masih membukukan rugi, XLSmart memastikan tetap berpartisipasi dalam lelang frekuensi strategis itu. Perusahaan menilai peluang tersebut terlalu penting untuk dilewatkan.

Antony mengatakan pendanaan akan berasal dari kas operasional perusahaan. Langkah itu menunjukkan kesiapan internal XLSmart untuk menopang ekspansi jaringan.

Manajemen menilai investasi pada frekuensi baru dapat memberikan manfaat jangka panjang. Selain memperkuat posisi bisnis, langkah ini juga membuka ruang pertumbuhan pendapatan di masa mendatang.

Dengan strategi tersebut, XLSmart berharap dapat mengambil peran lebih besar dalam pemerataan 5G nasional. Perusahaan menargetkan layanan yang lebih luas, cepat, dan merata bagi pelanggan di berbagai daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!