Purbaya Targetkan Rupiah Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 10:07 WIB 2
Purbaya Targetkan Rupiah Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan nilai tukar rupiah kembali menguat ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat dari posisi yang masih berada di atas Rp17.600. Target tersebut disampaikan di tengah rencana pemerintah menempuh langkah baru untuk menopang mata uang Garuda pada pekan depan.

Purbaya menilai penguatan rupiah dapat ditopang oleh kebijakan devisa hasil ekspor, terutama agar dana dari sektor ekspor tidak keluar dari sistem keuangan domestik. Ia juga menyebut pemerintah akan memperkuat stabilitas pasar melalui kebijakan yang berkaitan dengan obligasi dan arus modal asing.

Target Rupiah Purbaya

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil aksi terkait nilai tukar mulai minggu depan. Menurut dia, kebijakan itu diharapkan dapat memberi dorongan nyata bagi penguatan rupiah.

Ia belum merinci bentuk kebijakan yang akan diterapkan, namun menekankan arah kebijakan tersebut akan berkaitan dengan penguatan devisa. Pemerintah ingin memastikan hasil ekspor tidak berpindah ke luar negeri dalam jumlah besar.

Dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Purbaya menyebut hasil ekspor batu bara dan crude palm oil harus lebih banyak tinggal di dalam negeri. Ia menilai kondisi itu akan membantu menjaga pasokan valas domestik tetap stabil.

DHE Jadi Penopang Utama

Pemerintah akan mulai menerapkan aturan penempatan devisa hasil ekspor yang baru pada Juni 2026. Salah satu poin utamanya adalah kewajiban menyimpan DHE di himpunan bank milik negara atau Himbara.

Purbaya menilai skema tersebut akan memperkuat fondasi nilai tukar karena dana ekspor tidak langsung keluar dari Indonesia. Dengan demikian, likuiditas valas di dalam negeri diharapkan lebih terjaga.

Ia juga menegaskan bahwa mekanisme DHE yang baru akan berjalan bersamaan dengan upaya menjaga kestabilan sistem keuangan. Pemerintah melihat kebijakan ini sebagai bagian dari strategi yang saling melengkapi.

Stabilitas Obligasi Dijaga

Selain DHE, Kementerian Keuangan sebelumnya telah mendorong stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar obligasi. Langkah itu ditempuh agar imbal hasil atau yield obligasi tidak melonjak terlalu tinggi.

Menurut Purbaya, kenaikan yield yang berlebihan berpotensi memicu keluarnya modal asing dari pasar domestik. Karena itu, kestabilan harga obligasi menjadi salah satu fokus utama kebijakan.

Ia menyebut kondisi obligasi yang stabil akan membuat investor asing tetap nyaman masuk ke pasar Indonesia. Dalam pandangannya, arus masuk modal tersebut akan membantu menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah.

Arus Modal Diperkuat

Purbaya menilai kombinasi antara DHE, stabilitas obligasi, dan kebijakan nilai tukar akan memberi dampak yang lebih menyeluruh. Pemerintah berharap seluruh instrumen itu dapat memperkuat posisi rupiah secara bertahap.

Ia menekankan bahwa kebijakan yang dijalankan tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi juga untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi. Dengan aliran devisa yang lebih tertahan di dalam negeri, ruang stabilisasi dianggap semakin besar.

Ke depan, pemerintah akan terus memantau respons pasar terhadap langkah-langkah yang diambil. Target penguatan rupiah ke Rp15.000 per dolar AS menjadi salah satu sinyal bahwa otoritas fiskal ingin mengembalikan kepercayaan pasar pada mata uang domestik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!