XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 04:46 WIB 2
XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart memastikan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah ini ditempuh untuk mempercepat perluasan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyebut kedua spektrum itu sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Ia menilai proses lelang perlu berjalan cepat dan sederhana agar implementasi 5G dapat segera dinikmati masyarakat pada tahun ini.

Lelang frekuensi untuk 5G

Merza mengatakan perusahaan ingin mendapatkan kedua spektrum tersebut karena dinilai penting untuk penguatan jaringan. Komdigi sebelumnya telah mengumumkan rencana lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Menurutnya, XLSmart berharap proses lelang berjalan lancar sesuai rencana pemerintah. Ia menilai penyelenggaraan yang lebih sederhana akan menguntungkan seluruh pihak yang terlibat.

Merza juga menekankan bahwa peserta lelang hanya tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Karena itu, ia menilai tidak perlu banyak tahapan yang berbeda dari lelang sebelumnya.

Perusahaan melihat frekuensi ini sebagai peluang penting untuk memperkuat posisi di industri telekomunikasi. Fokus utamanya adalah mendukung ekspansi jaringan yang lebih luas dan efisien.

Pemerataan jaringan jadi target

XLSmart menilai spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan kunci untuk mempercepat pemerataan 5G nasional. Kedua pita frekuensi itu dinilai saling melengkapi dalam mendukung kebutuhan jaringan modern.

Frekuensi 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal ke wilayah suburban dan pedesaan. Karakteristiknya yang memiliki cakupan luas membuat jaringan lebih mudah menjangkau area yang selama ini belum optimal.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dinilai mampu menampung trafik data yang tinggi di kawasan perkotaan. Spektrum ini dibutuhkan untuk menjaga kualitas layanan ketika penggunaan internet terus meningkat.

Dengan kombinasi tersebut, perusahaan berharap kualitas layanan 5G dapat meningkat secara signifikan. XLSmart menargetkan kehadiran jaringan yang lebih merata bagi pelanggan di berbagai wilayah.

Kerugian disebut sementara

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara.

Menurut Antony, kerugian muncul akibat biaya integrasi jaringan pascamerger dan percepatan depresiasi perangkat lama. Ia menyebut faktor itu sebagai beban yang hanya terjadi satu kali.

Percepatan depresiasi dilakukan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat tersebut kini sudah tidak lagi digunakan dalam operasional perusahaan.

Antony menilai biaya itu tidak mencerminkan kondisi bisnis jangka panjang XLSmart. Ia tetap optimistis terhadap prospek perusahaan setelah proses integrasi berjalan lebih stabil.

Pendanaan dari kas operasional

Meski masih mencatat rugi, XLSmart menegaskan tetap akan ikut dalam lelang frekuensi strategis tersebut. Manajemen melihat peluang ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang.

Antony mengatakan pendanaan untuk mengikuti lelang akan berasal dari kas operasional perusahaan. Ia menilai struktur keuangan internal masih dapat mendukung langkah tersebut.

Perusahaan berharap proses lelang berlangsung sesuai jadwal agar rencana ekspansi jaringan tidak tertunda. Keikutsertaan dalam lelang juga dianggap penting untuk menjaga daya saing di pasar telekomunikasi.

Dengan dorongan agresif pada spektrum baru, XLSmart berupaya mempercepat pemerataan 5G di Indonesia. Langkah ini sekaligus mempertegas fokus perusahaan pada penguatan jaringan dan layanan pelanggan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!