Atta Halilintar Ajak Ameena dan Azura Pilih Hewan Kurban

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 05:55 WIB 2
Atta Halilintar Ajak Ameena dan Azura Pilih Hewan Kurban

Atta Halilintar memilih momen kurban tahun ini sebagai sarana pendidikan bagi dua putrinya, Ameena dan Azura. Di kawasan Mampang, Selasa (26/5/2026), ia menjelaskan bahwa keduanya ikut memilih sendiri hewan kurban yang akan dibeli keluarga. Langkah itu, menurutnya, penting agar anak memahami nilai berbagi sejak usia dini. Kurban tersebut rencananya disalurkan ke sejumlah tempat ibadah dan lingkungan yang membutuhkan.

Selain dibagikan ke pesantren dan masjid, beberapa hewan kurban juga akan disembelih di TPQ dekat rumah, tempat Ameena dan Azura belajar mengaji. Atta menyebut anak-anaknya bahkan memberi nama sendiri pada hewan pilihan mereka. Ia menilai pengalaman itu bisa menjadi pelajaran langsung tentang kepedulian, kasih sayang, dan tanggung jawab. Momen tersebut juga menjadi bagian dari kebiasaan keluarga menjelang Idul Adha.

Kurban Jadi Ajang Edukasi

Atta mengatakan dirinya sengaja mengajak Ameena dan Azura berburu kambing serta sapi untuk kurban. Ia ingin anak-anaknya mengenal proses berkurban bukan hanya dari cerita, tetapi juga dari pengalaman langsung. Menurutnya, kebiasaan itu lebih mudah dipahami anak ketika dilakukan bersama keluarga. Karena itu, pemilihan hewan kurban dibuat sebagai aktivitas yang menyenangkan sekaligus mendidik.

Dalam kesempatan itu, Atta menyebut Ameena dan Azura memilih hewan masing-masing. Keduanya terlihat antusias saat menentukan sapi dan kambing yang akan dibeli. Mereka juga diberi kesempatan memberi nama pada hewan tersebut, sehingga tumbuh ikatan emosional sejak awal. Bagi Atta, cara itu membantu anak belajar menghargai makhluk hidup.

Ia menambahkan, nilai utama dari kurban adalah berbagi kepada sesama. Karena itu, ia ingin anak-anaknya memahami bahwa memberi merupakan bagian dari ajaran yang perlu dibiasakan. Atta meyakini pengalaman kecil seperti ini akan tertanam kuat dalam ingatan mereka. Ia berharap kebiasaan baik tersebut terus terbawa hingga dewasa.

Pilihan Hewan Anak-anak

Atta mengungkapkan bahwa Ameena dan Azura memilih sapi dan kambing sebagai hewan kurban mereka. Proses pemilihan dilakukan bersama sehingga masing-masing anak merasa terlibat. Ia menilai keputusan itu membuat anak lebih paham bahwa kurban adalah tanggung jawab keluarga. Dari situ, mereka juga belajar mengambil keputusan sederhana dengan pendampingan orang tua.

Menariknya, hewan-hewan kurban itu diberi nama unik oleh keduanya. Salah satu sapi disebut Gabriel, sementara kambing diberi nama Kiki dan Kancil. Atta mengaku geleng-geleng melihat ide anak-anaknya yang spontan dan lucu. Namun, ia menganggap hal itu sebagai bagian dari proses belajar yang positif.

Ia juga tidak keberatan jika anak-anak menunjukkan kedekatan emosional dengan hewan pilihan mereka. Menurutnya, rasa sayang terhadap hewan bisa menjadi pintu awal untuk menumbuhkan empati. Selama diarahkan dengan tepat, kebiasaan itu akan memberi manfaat bagi perkembangan karakter. Atta berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang peduli pada sesama.

Disalurkan ke Banyak Tempat

Meski enggan menyebut jumlah hewan kurban yang disiapkan, Atta memastikan penyalurannya akan dilakukan ke beberapa lokasi. Kurban tersebut akan dibagikan ke pesantren, masjid, dan lingkungan masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai pembagian yang merata penting agar manfaat kurban lebih luas. Dengan begitu, nilai berbagi dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Selain itu, sebagian hewan juga direncanakan disembelih di dekat rumah, tepatnya di TPQ tempat Ameena dan Azura belajar. Atta ingin anak-anaknya melihat langsung proses kurban di lingkungan yang akrab bagi mereka. Menurutnya, pengalaman itu akan membuat anak lebih mudah memahami makna ibadah. Ia juga berharap kegiatan tersebut menumbuhkan rasa hormat kepada para guru mengaji.

Rencana penyaluran itu menunjukkan bahwa kurban tidak hanya berhenti pada ritual penyembelihan. Bagi keluarga Atta, kurban juga menjadi sarana mempererat kepedulian sosial. Ia ingin hasil kurban menjangkau banyak pihak yang membutuhkan. Karena itu, penyebaran daging disusun dengan mempertimbangkan lokasi yang tepat.

Belajar Merawat Hewan

Atta berencana meminta Ameena dan Azura ikut merawat hewan kurban sebelum hari penyembelihan tiba. Ia ingin keduanya belajar memberi perhatian, makanan, dan perlakuan yang baik kepada hewan. Menurutnya, proses ini penting agar anak memahami bahwa kasih sayang harus ditunjukkan sebelum berbagi kepada sesama. Dari sana, nilai tanggung jawab juga bisa tumbuh secara alami.

Ia menjelaskan bahwa anak yang ingin disayang Tuhan perlu belajar menyayangi orang lain terlebih dahulu. Dalam pandangannya, kurban mengajarkan hubungan antara ketulusan, kepedulian, dan pengorbanan. Karena itu, ia tidak ingin anak-anaknya hanya melihat hasil akhir, tetapi juga prosesnya. Pelajaran semacam ini dianggap lebih membekas daripada sekadar penjelasan lisan.

Atta juga membuka kemungkinan jika suatu saat anak-anaknya ingin memelihara hewan ternak di rumah. Namun, ia menegaskan ada syarat yang harus dipenuhi sebelum hal itu benar-benar dilakukan. Menurutnya, tanggung jawab merawat hewan tidak boleh dianggap ringan. Dengan cara itu, anak-anak akan belajar bahwa menyayangi berarti juga siap menjaga dengan sungguh-sungguh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!