Telkom Resmikan Gateway Wamena untuk Perkuat Konektivitas Papua

Teknologi BRH 31 Mei 2026 07:03 WIB 2
Telkom Resmikan Gateway Wamena untuk Perkuat Konektivitas Papua

PT Telkom Indonesia bersama PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Fasilitas ini dihadirkan untuk memperkuat konektivitas digital di wilayah pegunungan yang selama ini menghadapi keterbatasan jaringan terestrial. Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dan Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi bagian dari strategi pemerataan akses internet di Papua Pegunungan.

Community Gateway Wamena diposisikan sebagai tulang punggung konektivitas utama bagi masyarakat, layanan publik, dan pelaku usaha di kawasan tersebut. Telkom Group menilai teknologi satelit menjadi solusi paling efektif untuk menjangkau wilayah dengan medan geografis yang sulit. Infrastruktur ini juga dirancang untuk mendukung pengembangan ekonomi digital di Papua. Dengan penguatan jaringan ini, akses komunikasi diharapkan menjadi lebih merata dan berkelanjutan.

Konektivitas digital Papua Pegunungan

Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi menyebut teknologi satelit memiliki keunggulan dalam menjangkau wilayah yang tidak seluruhnya dapat dilayani jaringan terestrial. Menurut dia, Community Gateway Wamena dapat menghadirkan konektivitas lebih cepat, lebih luas, dan lebih adaptif. Fasilitas ini juga mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat di daerah pegunungan. Selain itu, infrastruktur tersebut memperkuat ekosistem konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure.

Rizal menegaskan bahwa kehadiran Community Gateway Wamena merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan konektivitas di Papua Pegunungan. Infrastruktur ini disiapkan agar layanan digital dapat tumbuh seiring kebutuhan masyarakat dan lembaga di daerah. Ia juga menilai penguatan jaringan menjadi fondasi penting bagi pemerataan pembangunan. Dalam konteks itu, satelit dipandang sebagai solusi yang relevan dan berkelanjutan.

Telkomsat dan Telkom ingin memastikan wilayah pegunungan tidak tertinggal dalam arus transformasi digital. Konektivitas yang lebih baik dinilai akan membuka akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi. Dengan dukungan teknologi satelit, wilayah yang sulit dijangkau dapat memperoleh layanan internet yang lebih andal. Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Kapasitas jaringan Wamena

Community Gateway Wamena menjadi fasilitas kedua yang dibangun Telkom melalui Telkomsat setelah sebelumnya hadir di Merauke. Berbeda dari fasilitas di Merauke yang berfungsi sebagai backup link, Wamena dibangun sebagai main link atau jalur utama konektivitas. Saat ini kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps. Tingkat utilisasi jaringan tersebut disebut sudah cukup tinggi.

Melalui pengembangan Community Gateway Wamena, kapasitas jaringan dapat ditingkatkan bertahap hingga potensi maksimal 40 Gbps. Peningkatan itu diharapkan memperkuat kualitas layanan internet di Papua Pegunungan. Konektivitas yang lebih besar juga akan membantu mengantisipasi pertumbuhan trafik digital di masa depan. Dengan begitu, stabilitas layanan dapat terjaga di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Telkom menyebut peningkatan kapasitas tidak hanya berdampak pada kecepatan akses, tetapi juga pada kestabilan jaringan. Latensi yang lebih terkendali menjadi salah satu manfaat yang diharapkan dari infrastruktur baru ini. Kondisi tersebut penting untuk mendukung layanan digital yang semakin beragam. Dalam jangka panjang, kapasitas yang memadai dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Peran terbuka bagi banyak pihak

Community Gateway Wamena dirancang sebagai open access platform agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Operator telekomunikasi, ISP lokal, hingga institusi lain dapat menggunakan infrastruktur ini untuk memperkuat ekosistem digital. Model terbuka tersebut dinilai penting bagi daerah yang membutuhkan percepatan layanan internet. Dengan pendekatan ini, manfaat infrastruktur dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menyebut kehadiran fasilitas ini sebagai tonggak penting pembangunan digital di wilayah pegunungan. Ia menilai akses konektivitas yang lebih baik akan mempercepat transformasi di Papua. Kehadiran jaringan yang terbuka juga dapat mendorong kolaborasi antarpenyedia layanan. Pada akhirnya, masyarakat akan memperoleh pilihan layanan yang lebih baik.

Model open access turut membuka peluang tumbuhnya layanan digital baru di Papua Pegunungan. Infrastruktur yang dapat dipakai bersama akan membantu efisiensi investasi jaringan. Hal ini penting untuk wilayah dengan tantangan geografis dan biaya pembangunan yang tinggi. Dengan dukungan banyak pemangku kepentingan, akselerasi digital diharapkan berjalan lebih cepat.

Prioritas nasional di Papua

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital di Papua merupakan bagian dari prioritas nasional. Ia menyebut konektivitas sebagai prasyarat utama kemajuan. Menurut dia, tantangan geografis harus diubah menjadi peluang strategis bagi pertumbuhan daerah. Karena itu, Community Gateway Wamena dinilai memiliki peran yang sangat penting.

Angga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal jaringan, tetapi juga soal pemerataan kesempatan. Pemerintah ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari transformasi digital nasional. Ia menyebut Papua Pegunungan perlu didorong agar siap tumbuh dalam ekonomi digital. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi masa depan Indonesia yang terhubung.

Ia menambahkan bahwa pekerjaan berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Pemanfaatan optimal akan menentukan dampak nyata dari investasi jaringan yang telah dibangun. Dengan dukungan pemerintah, Telkom, dan para mitra, akses digital di Papua Pegunungan diharapkan makin inklusif. Pada akhirnya, konektivitas yang kuat menjadi pintu masuk bagi pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!