Calvin Dores, putra mendiang musisi Deddy Dores, dikabarkan tengah menjalani perawatan akibat serangan jantung. Kondisi itu membuat sang ibunda, Dagmar Clara, terus mendampingi di rumah sakit sambil memanjatkan doa agar putranya segera pulih.
Dagmar menyebut kondisi Calvin diduga dipengaruhi kelelahan, tekanan stres, serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Ia berharap ada keajaiban medis sehingga Calvin tidak perlu menjalani prosedur operasi atau pemasangan ring.
Riwayat Jantung Keluarga
Dagmar menjelaskan penyakit jantung bukan hal baru dalam keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa almarhum Deddy Dores juga memiliki masalah pada organ vital tersebut. Kondisi itu membuat keluarga semakin waspada terhadap kesehatan Calvin.
Menurut Dagmar, dokter sempat menjelaskan bahwa penyakit jantung dapat diturunkan. Ia pun menyebut dirinya sendiri pernah mengalami gangguan serupa. Karena itu, ia menilai kondisi Calvin perlu ditangani secara serius sejak awal.
Meski demikian, Dagmar tetap berharap serangan yang dialami putranya hanya dipicu kelelahan. Ia juga menilai tekanan mental dapat memperburuk kondisi fisik seseorang. Dalam pandangannya, beban pikiran yang berat ikut berkontribusi pada penurunan kesehatan Calvin.
Tekanan Hidup Memburuk
Dagmar menyebut Calvin menghadapi tekanan besar dalam beberapa waktu terakhir. Selain harus mencari nafkah, ia juga disebut terbebani kondisi finansial yang tidak ringan. Situasi itu membuat tubuhnya diduga terus dipaksa bekerja di luar batas.
Ia juga menyinggung komentar negatif dari netizen di media sosial. Menurutnya, serangan kata-kata yang merendahkan turut memengaruhi kondisi mental Calvin. Dagmar menilai tekanan semacam itu bisa berdampak serius pada kesehatan seseorang.
Dari sudut pandang keluarga, kondisi tersebut membuat Calvin semakin rentan. Kelelahan fisik dan tekanan emosional dinilai saling memperburuk keadaan. Karena itu, keluarga berharap proses pemulihan bisa berjalan tanpa hambatan besar.
Doa untuk Kesembuhan
Di tengah situasi itu, Dagmar memohon doa dari masyarakat agar Calvin mendapat kesembuhan. Ia berharap putranya tidak perlu menjalani tindakan medis yang berat. Baginya, mukjizat menjadi harapan terbesar saat ini.
Dagmar mengaku sangat iba melihat anak-anak Calvin yang masih kecil. Ia berharap sang putra bisa segera pulih dan kembali menjalani perannya sebagai ayah. Harapan itu menjadi alasan utama dirinya tetap tegar di rumah sakit.
Dalam keterangannya, Dagmar menegaskan keinginannya agar Tuhan memberikan jalan terbaik. Ia tidak ingin anak-anaknya ikut merasakan sakit yang sama. Baginya, doa dan keteguhan hati menjadi pegangan utama di tengah ujian hidup.
Kondisi Dagmar Clara
Selain mendampingi Calvin, Dagmar ternyata juga sedang berjuang melawan penyakit yang ia derita selama tiga tahun terakhir. Ia mengaku mengalami mulut terasa terbakar dan perut membesar tanpa diagnosis yang pasti. Kondisi tersebut membuat fisiknya ikut terkuras.
Dagmar menyebut dirinya sudah berupaya menerima ujian hidup yang datang bertubi-tubi. Ia menegaskan bahwa dirinya masih memiliki tanggung jawab untuk menjaga anak-anaknya. Karena itu, ia berusaha tetap kuat meski tenaganya hampir habis.
Meski mengaku lelah, Dagmar mengatakan tidak ingin menyerah. Ia percaya Tuhan tidak akan meninggalkannya dalam keadaan sulit. Keyakinan itu membuatnya terus berdiri sebagai pelindung utama bagi keluarga.
