UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Naik di Inacraft 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 08:18 WIB 4
UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Naik di Inacraft 2025

Pertamina mencatat omzet UMKM binaannya naik hampir 62 persen selama pameran Inacraft 2025 yang digelar pada 5 Oktober. Selama lima hari penyelenggaraan, 32 UMKM dari berbagai sektor ikut tampil dan menarik minat pengunjung, pembeli, hingga calon mitra dari luar negeri.

Kenaikan itu menjadi sinyal bahwa produk binaan Pertamina semakin kompetitif di pasar nasional dan global. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa promosi, tetapi juga penguatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM lebih siap bersaing.

UMKM Binaan Pertamina Melesat

PT Pertamina (Persero) menyebut pencapaian omzet UMKM binaannya di Inacraft 2025 menjadi bukti nyata peningkatan kualitas produk. Angka penjualan itu tercatat naik hampir 62 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Capaian tersebut diraih dalam waktu lima hari pameran.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan peningkatan omzet menunjukkan daya saing UMKM binaan terus menguat. Ia menegaskan perusahaan tidak hanya memfasilitasi promosi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha. Menurut dia, langkah itu penting agar UMKM siap memasuki pasar nasional dan global.

Partisipasi 32 UMKM binaan tersebar ke sejumlah sektor, mulai dari wastra, kriya, fesyen, kuliner, hingga co-branding. Kehadiran mereka memperlihatkan ragam produk unggulan yang dikembangkan dengan pendekatan bisnis yang semakin profesional. Pameran tersebut juga menjadi ruang temu antara pelaku usaha dan pasar yang lebih luas.

Pertamina menilai keberhasilan itu tidak semata diukur dari transaksi penjualan. Perseroan melihat adanya penguatan jejaring usaha, peningkatan kepercayaan konsumen, dan terbukanya peluang ekspor. Faktor-faktor tersebut menjadi indikator penting bagi pertumbuhan UMKM ke depan.

Batik Mata Andau Curi Perhatian

Salah satu peserta yang menonjol dalam pameran tersebut adalah Batik Mata Andau asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Usaha rumahan itu dirintis oleh Yoga Rustaman bersama istrinya sejak 2017. Misi mereka adalah mengenalkan batik khas Dayak ke masyarakat luas.

Dalam kegiatan itu, Batik Mata Andau melibatkan 20 pengrajin, sebagian besar perempuan berusia di atas 50 tahun. Selama pameran, mereka berhasil menjual lebih dari 800 outer bermotif Dayak. Pencapaian tersebut diraih dalam hitungan hari.

Produk Batik Mata Andau juga menarik minat pembeli dari Korea, Jepang, hingga Turki. Selain itu, salah satu BUMN transportasi mempercayakan pembuatan seragam bernuansa budaya Nusantara kepada usaha tersebut. Apresiasi juga datang dari sejumlah tokoh nasional yang hadir di lokasi.

Yoga Rustaman menilai keikutsertaan di Inacraft 2025 bersama Pertamina membuka banyak peluang baru bagi usahanya. Ia menyebut omzet meningkat signifikan, sekaligus memperluas kemungkinan kerja sama dari luar negeri. Menurut dia, pendampingan Pertamina memberi manfaat yang terasa langsung bagi perkembangan usaha.

Inovasi Hijau Smart Batik

Kisah serupa datang dari Smart Batik Yogyakarta yang memperkenalkan Batik Sawit dalam pameran tersebut. Produk itu dikembangkan sebagai batik ramah lingkungan yang memadukan kearifan lokal dengan teknologi hijau. Inovasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Founder Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, menyebut pameran pertamanya bersama Pertamina berlangsung luar biasa. Ia mengatakan banyak relasi dan peluang kolaborasi baru yang muncul selama kegiatan. Salah satu momen penting adalah pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Meksiko, Toferry Primanda Soetikno.

Saat ini, Smart Batik memberdayakan 65 ibu-ibu pembatik di Yogyakarta. Model usaha tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini juga memperkuat nilai sosial dari produk yang dihasilkan.

Inovasi Batik Sawit memperlihatkan bagaimana produk tradisional dapat dikembangkan dengan pendekatan modern. Kombinasi unsur budaya dan teknologi dinilai mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah. Dengan begitu, UMKM memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh berkelanjutan.

Dukungan Pertamina untuk UMKM

Keikutsertaan UMKM binaan Pertamina dalam pameran ini dibagi ke dalam beberapa kategori. Sebanyak 18 UMKM sektor wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A. Sementara itu, enam UMKM kuliner unggulan hadir di Talam Hall B.

Selain itu, ada tujuh UMKM co-branding yang berpartisipasi secara mandiri. Pembagian ini memperlihatkan variasi sektor yang dibina dan dikembangkan oleh Pertamina. Kehadiran mereka turut memperkaya tampilan pameran dengan produk yang beragam.

Pertamina menyampaikan dukungan terhadap UMKM sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran poin ketiga. Fokusnya adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat industri kreatif, dan menumbuhkan kewirausahaan. Upaya itu ditempuh melalui pelatihan serta akses permodalan.

Fadjar Djoko Santoso menutup bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya dinilai dari transaksi penjualan. Ia menekankan pentingnya dampak sosial dan budaya yang dihasilkan oleh pelaku usaha. Pandangan itu menjadi dasar komitmen Pertamina dalam membina UMKM secara berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!