Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok IHSG

Forex & Saham Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 09:43 WIB 3
Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia, atau DSI, menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan. Ia menegaskan pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International. Pernyataan itu disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Pada perdagangan pagi hari yang sama, IHSG disebut telah kembali bergerak di zona hijau.

DSI sendiri merupakan badan yang ditugaskan mengelola ekspor komoditas strategis dan pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Airlangga mengatakan koreksi di pasar saham merupakan hal yang wajar, terlebih ketika terjadi perubahan komposisi pada indeks acuan global. Ia juga menegaskan bahwa pelaku usaha, baik domestik maupun asing, memahami arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, dukungan itu terlihat dari kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah.

IHSG dan sentimen pasar

Airlangga menilai pelemahan IHSG tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan pembentukan DSI. Menurut dia, tekanan yang muncul di pasar merupakan dampak dari dinamika global yang memang kerap memengaruhi pergerakan indeks. Salah satu faktor yang disebut adalah rebalancing MSCI, yang berdampak pada keluar masuknya sejumlah emiten dari indeks acuan. Dalam pandangannya, kondisi tersebut menjadi bagian dari mekanisme pasar yang lazim terjadi.

Ia menegaskan koreksi pada pasar saham bukanlah hal yang luar biasa. Pergerakan naik dan turun, kata dia, merupakan karakter normal dalam perdagangan saham. Karena itu, penurunan yang terjadi pada hari sebelumnya perlu dilihat secara proporsional. Pemerintah, menurut Airlangga, tidak melihat ada hubungan kausal langsung antara kebijakan pembentukan DSI dan anjloknya indeks.

Pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 0,82 persen ke level 6.318,50. Saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam pada pukul 11.19 WIB, indeks bahkan sempat turun lebih dari 2 persen. Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, ketika IHSG ditutup di level 6.094 atau melemah 233 poin. Secara persentase, penurunan pada hari itu setara sekitar 3,54 persen.

Meski demikian, Airlangga menyebut kondisi pada perdagangan hari ini sudah mulai pulih. IHSG pada penutupan kembali berada di kisaran 6.100-an dan menguat sekitar 1,1 persen. Pergerakan itu menunjukkan pasar masih memiliki ruang untuk stabilisasi setelah tekanan beberapa hari sebelumnya. Ia menilai respons investor masih dipengaruhi faktor eksternal yang berubah cepat.

DSI dan respons pengusaha

Airlangga memastikan para pelaku usaha menyambut positif kebijakan pemerintah terkait pembentukan DSI. Ia menyebut apresiasi datang dari berbagai asosiasi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, para pengusaha juga menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama dengan badan tersebut. Hal itu disampaikan setelah pemerintah melakukan sosialisasi kepada kalangan dunia usaha.

Respons positif tersebut, kata Airlangga, menjadi sinyal bahwa kebijakan pemerintah tetap berada di jalur yang dapat diterima pasar. Ia menilai komunikasi yang intensif membantu meredam kekhawatiran pelaku usaha terhadap perubahan kebijakan. Dalam pandangannya, kepastian arah kebijakan menjadi faktor penting bagi dunia investasi. Karena itu, sosialisasi kepada asosiasi dinilai memiliki peran strategis.

DSI dibentuk untuk mengelola ekspor komoditas strategis, yang selama ini menjadi salah satu sumber penting penerimaan negara. Pemerintah menempatkan badan tersebut dalam kerangka penguatan tata kelola dan optimalisasi nilai tambah sumber daya alam. Dengan demikian, keberadaan DSI diharapkan tidak hanya menyasar efisiensi, tetapi juga penguatan posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas. Pemerintah menegaskan tujuan itu tetap sejalan dengan kepentingan dunia usaha.

Di sisi lain, pelaku pasar tampak masih mencermati setiap kebijakan baru yang berpotensi memengaruhi sentimen investasi. Namun, dengan penguatan IHSG pada perdagangan berikutnya, pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Airlangga menilai hal itu memperlihatkan bahwa investor masih menimbang faktor fundamental dan kondisi eksternal secara bersamaan. Ia berharap stabilitas pasar dapat terus terjaga melalui komunikasi kebijakan yang konsisten.

Pergerakan IHSG terkini

Pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada satu sesi, indeks sempat tertekan cukup dalam, namun kemudian berhasil bangkit kembali pada perdagangan berikutnya. Kondisi itu menggambarkan bahwa pasar masih sensitif terhadap berbagai informasi kebijakan dan dinamika global. Para pelaku pasar pun diperkirakan akan tetap waspada terhadap arah sentimen dalam waktu dekat.

Koreksi yang terjadi sebelumnya tidak serta-merta menandakan perubahan fundamental pada pasar modal domestik. Airlangga menilai, selama faktor eksternal masih dominan, fluktuasi indeks tetap mungkin terjadi. Karena itu, penilaian terhadap kondisi pasar perlu dilakukan dengan melihat konteks yang lebih luas. Hal ini penting agar pelaku usaha tidak menarik kesimpulan yang terlalu cepat.

Dalam penjelasannya, Airlangga juga menyoroti pentingnya kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah. Ia mengatakan dialog dengan dunia usaha terus dilakukan agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh. Pendekatan itu dianggap krusial untuk menjaga stabilitas iklim investasi di tengah perubahan global. Pemerintah, menurutnya, ingin memastikan kebijakan yang diambil memberi kepastian bagi pasar.

Dengan penguatan IHSG pada perdagangan terkini, pasar dinilai mulai mengoreksi tekanan yang terjadi sebelumnya. Airlangga berharap tren tersebut dapat berlanjut seiring membaiknya persepsi investor. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga komunikasi dengan pelaku usaha dan pasar modal. Langkah itu diharapkan mampu menopang stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.

Fokus pemerintah ke depan

Pemerintah berupaya memastikan pembentukan DSI tidak menimbulkan salah persepsi di pasar. Karena itu, sosialisasi kepada asosiasi usaha dan pelaku industri terus digencarkan. Airlangga menilai penjelasan yang terbuka dapat mencegah munculnya kekhawatiran yang tidak perlu. Ia juga menekankan bahwa arah kebijakan pemerintah tetap berpihak pada penguatan ekonomi nasional.

Di tengah fluktuasi IHSG, pemerintah disebut tetap memantau perkembangan pasar secara berkala. Respons positif dari pengusaha menjadi salah satu modal penting untuk menjaga kepercayaan investor. Airlangga menyebut kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha akan memperkuat implementasi kebijakan. Dengan koordinasi yang baik, risiko gangguan sentimen di pasar diharapkan dapat ditekan.

Bagi pelaku pasar, kejelasan kebijakan menjadi faktor utama dalam membaca prospek investasi. Karena itu, penjelasan pemerintah mengenai fungsi dan tujuan DSI dipandang penting untuk meredam spekulasi. Sentimen global memang masih menjadi tantangan, namun komunikasi yang efektif dapat membantu menjaga stabilitas. Dalam konteks ini, pemerintah berupaya menempatkan kebijakan fiskal dan tata kelola komoditas secara lebih terukur.

Airlangga menutup dengan penegasan bahwa pelemahan IHSG tidak dapat disederhanakan sebagai akibat dari satu kebijakan. Ia menilai pasar bergerak karena banyak variabel yang saling memengaruhi. Dengan pemulihan pada perdagangan terbaru, pemerintah berharap kepercayaan investor tetap terjaga. Fokus utama kini adalah memastikan kebijakan yang dijalankan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar modal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!