Pertamina Dorong UMKM Lewat Serat Pelepah Pisang

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 08:17 WIB 2
Pertamina Dorong UMKM Lewat Serat Pelepah Pisang

PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan UMKM melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG). Salah satu implementasinya terlihat dari kolaborasi UMKM binaan Pertamina, PT Agrominafiber Java Indonesia, dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen.

Kerja sama tersebut berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Program ini juga membuka ruang keterlibatan warga binaan dalam rantai produksi yang memiliki prospek bisnis dan dampak sosial.

Pertamina Dukung UMKM Berkelanjutan

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, mengatakan pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri. Menurut dia, serat dari bahan tersebut dapat dikembangkan untuk kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar ekspor.

Novita menegaskan, keterlibatan warga binaan menjadi bagian penting dari model usaha yang dibangun. Pihaknya ingin proses produksi tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menghasilkan produk nyata yang memiliki nilai tambah.

Kolaborasi dengan Rutan Kebumen dinilai sejalan dengan kebutuhan industri yang menuntut pasokan bahan baku stabil. Dalam skema ini, UMKM binaan mendapat ruang untuk tumbuh sambil memperluas dampak sosial bagi lingkungan sekitar.

Program tersebut juga menjadi wujud dukungan Pertamina terhadap pengembangan ekonomi berbasis keberlanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM di tengah permintaan pasar yang semakin selektif.

Pelatihan Warga Binaan Berjalan

Setelah pelatihan perdana, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen dalam waktu satu minggu. Pasokan itu menjadi tahap awal penguatan produksi yang melibatkan warga binaan secara langsung.

Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku perusahaan yang mencapai 15 ton direncanakan dipasok dari hasil produksi warga binaan. Skema tersebut menunjukkan adanya peluang kerja sama yang berkelanjutan dan terukur.

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyampaikan respons awal terhadap program ini cukup positif. Ia menilai hasil pendampingan yang berjalan belum genap satu bulan sudah menunjukkan perkembangan yang baik.

Pramu menambahkan, kehadiran mitra usaha membuat prospek program terlihat menjanjikan dari sisi bisnis dan dampak sosial. Menurut dia, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif dapat menjadi bekal penting setelah kembali ke masyarakat.

Standar Produksi Kian Meningkat

Dari hasil pelatihan awal, warga binaan telah mampu memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus membaik. Target produksi ditetapkan sekitar tiga ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan usaha.

Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan. Sisanya masih berada dalam tahap penyempurnaan teknik agar hasilnya lebih seragam dan layak masuk rantai pasok utama.

Selama pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung kepada warga binaan. Materi yang diberikan mencakup teknik produksi, kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste.

Pendekatan tersebut membuat proses pelatihan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada efisiensi dan keberlanjutan. Dengan demikian, program ini berpotensi melahirkan keterampilan kerja yang relevan bagi industri ramah lingkungan.

Pertamina Perkuat Pendampingan

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, menilai sinergi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sangat strategis. Menurut dia, kolaborasi ini dapat menjaga kesinambungan pasokan bahan baku sekaligus memberi manfaat ekonomi yang cepat terlihat.

Bima menjelaskan, fokus pendampingan ke depan akan diarahkan pada kualitas dan ketepatan waktu produksi. Dua aspek tersebut dinilai penting agar rantai pasok tetap konsisten dan dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen dan PT Agrominafiber Java Indonesia dalam skema Pertapreneur Aggregator. Pertamina berharap model ini bisa menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi.

Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina menargetkan kolaborasi tersebut tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga memberi dampak sosial yang nyata. Model serupa diharapkan dapat direplikasi di daerah lain dengan potensi bahan baku dan mitra yang relevan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!