XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi Moh. Royhan Nahado 29 Mei 2026 05:20 WIB 2
XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini diambil seiring ambisi perusahaan memperluas cakupan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan kedua spektrum itu dinilai strategis untuk pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan tetap optimistis proses lelang dapat berjalan lancar sesuai rencana.

Frekuensi Strategis Untuk 5G

Merza menjelaskan, XLSmart ingin menguasai spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz karena keduanya memiliki peran penting dalam penguatan jaringan. Ia menilai kebutuhan spektrum baru menjadi semakin mendesak seiring meningkatnya trafik data masyarakat.

Menurutnya, lelang yang diumumkan Komdigi perlu berlangsung sederhana dan cepat. Hal itu dinilai penting agar operator dapat segera menyiapkan implementasi jaringan baru tanpa hambatan administratif yang berlarut.

Ia juga menekankan bahwa peserta lelang kali ini hanya tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Kondisi tersebut, menurut dia, seharusnya membuat proses evaluasi lebih efisien dibandingkan lelang sebelumnya.

Perluasan Cakupan Jaringan

Frekuensi 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal ke wilayah suburban dan pedesaan. Karakteristiknya yang memiliki cakupan luas dan penetrasi lebih baik dinilai cocok untuk pemerataan layanan.

Sementara itu, pita 2,6 GHz mampu menghadirkan kapasitas besar untuk menopang trafik data tinggi. Spektrum ini dianggap lebih sesuai untuk area perkotaan dengan kebutuhan konektivitas yang padat dan dinamis.

Merza menilai kombinasi kedua spektrum tersebut dapat mempercepat penyediaan layanan 5G yang lebih merata. Dengan dukungan pita frekuensi yang tepat, pemerataan kualitas jaringan diyakini bisa tercapai lebih cepat pada tahun ini.

Kerugian Bersifat Sementara

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara dan dipengaruhi biaya integrasi jaringan pascamerger.

Antony menjelaskan, kerugian juga dipicu percepatan depresiasi perangkat lama yang tidak lagi digunakan. Perangkat tersebut merupakan aset jaringan milik XL sebelum merger dengan Smartfren.

Ia menyebut beban itu sebagai biaya satu kali yang tidak mencerminkan kinerja jangka panjang perusahaan. Karena itu, kondisi keuangan tersebut tidak mengubah kesiapan XLSmart untuk tetap bersaing di lelang frekuensi.

Optimisme Ikut Lelang

Meski menghadapi beban integrasi dan depresiasi, perusahaan tetap menegaskan minatnya terhadap spektrum strategis itu. Menurut Antony, XLSmart melihat peluang besar dari penguasaan frekuensi untuk mendukung ekspansi layanan digital.

Ia mengatakan pendanaan untuk mengikuti lelang akan berasal dari kas operasional perusahaan. Skema tersebut dipilih agar partisipasi perusahaan tetap terjaga tanpa mengganggu rencana bisnis lainnya.

XLSmart pun berharap lelang dapat berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan keputusan yang mendukung percepatan jaringan nasional. Dengan begitu, masyarakat diharapkan segera merasakan manfaat 5G yang lebih luas dan merata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!