XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 28 Mei 2026 21:50 WIB 4
XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart memastikan akan ikut secara agresif dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi. Langkah ini diambil untuk mempercepat perluasan layanan 5G agar lebih merata di seluruh Indonesia. Perusahaan menilai kedua pita frekuensi itu strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ekonomi global yang belum stabil, XLSmart tetap melihat peluang ekspansi jaringan sebagai prioritas utama.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyampaikan bahwa perusahaan ingin mengamankan kedua spektrum tersebut. Ia menegaskan proses lelang diharapkan berjalan lancar sesuai rencana pemerintah. Pernyataan itu disampaikan di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Menurut Merza, percepatan proses akan membantu masyarakat segera merasakan manfaat 5G secara luas.

Strategi XLSmart ke Frekuensi

Merza Fachys menjelaskan bahwa XLSmart menaruh perhatian besar pada lelang frekuensi yang telah diumumkan Komdigi. Perusahaan melihat 700 MHz dan 2,6 GHz sebagai aset penting untuk memperkuat kualitas jaringan. Menurut dia, kedua pita itu saling melengkapi untuk kebutuhan cakupan dan kapasitas. Karena itu, XLSmart menyiapkan langkah yang terukur agar dapat bersaing dalam proses lelang.

Ia menilai situasi lelang kali ini dapat berlangsung lebih sederhana dibandingkan pelelangan sebelumnya. Alasannya, peserta yang terlibat merupakan tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Dengan kondisi tersebut, perusahaan berharap tidak ada tahapan yang terlalu rumit. XLSmart juga ingin proses berjalan cepat agar implementasi jaringan baru tidak tertunda.

Merza menambahkan bahwa percepatan proses lelang sangat penting untuk mendukung pemerataan 5G pada tahun ini. Ia menilai pemerintah dan operator sama-sama berkepentingan menghadirkan layanan yang lebih cepat dan luas. Dalam pandangannya, keberhasilan lelang akan menjadi tonggak penting bagi transformasi digital nasional. Karena itu, XLSmart mendukung proses yang efisien dan tetap transparan.

Peran 700 MHz dan 2,6 GHz

Frekuensi 700 MHz dikenal memiliki karakteristik cakupan yang luas dan mampu menembus area yang lebih sulit. Spektrum ini dinilai ideal untuk memperluas sinyal hingga ke wilayah suburban dan pedesaan. Dengan jangkauan yang lebih baik, layanan data dapat menjangkau pengguna di area yang selama ini kurang optimal. Pemerataan jaringan pun berpeluang meningkat lebih cepat.

Sementara itu, pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas yang besar untuk menangani trafik data dalam jumlah tinggi. Spektrum ini cocok digunakan di kawasan perkotaan yang padat pengguna dan membutuhkan kecepatan tinggi. Kombinasi keduanya dianggap penting untuk membangun jaringan 5G yang lebih seimbang. Operator dapat memanfaatkan masing-masing pita sesuai karakter kebutuhan wilayah.

Merza menegaskan bahwa ketersediaan dua frekuensi tersebut akan memperkuat fondasi pembangunan jaringan nasional. Ia menilai 700 MHz dan 2,6 GHz bukan sekadar tambahan kapasitas, melainkan elemen strategis. Jika dikelola dengan baik, keduanya dapat mendorong pengalaman internet yang lebih stabil. Pada akhirnya, masyarakat diharapkan memperoleh layanan yang lebih merata dan berkualitas.

Kondisi Keuangan XLSmart

Di sisi keuangan, Direktur dan Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih mencatat kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara dan bukan cerminan fundamental jangka panjang. Kerugian tersebut muncul setelah merger serta adanya penyesuaian besar dalam jaringan. Menurut Antony, beban itu merupakan konsekuensi awal dari integrasi bisnis.

Ia menjelaskan bahwa kerugian itu bersifat one time karena adanya biaya integrasi jaringan. Selain itu, perusahaan juga melakukan percepatan depresiasi terhadap perangkat lama yang sebelumnya dimiliki XL. Perangkat tersebut kini tidak lagi digunakan setelah proses penggabungan dengan Smartfren. Langkah akuntansi itu membuat laba perusahaan tertekan dalam jangka pendek.

Meski mencatat kerugian, Antony menegaskan kondisi tersebut tidak mengubah rencana ekspansi perusahaan. XLSmart tetap optimistis mengikuti lelang frekuensi strategis yang disiapkan pemerintah. Perusahaan juga menyatakan pendanaan akan berasal dari kas operasional. Dengan demikian, partisipasi dalam lelang dinilai tetap berada dalam kendali perusahaan.

Pendanaan dan Langkah Lanjut

XLSmart menyiapkan pendanaan lelang dari kas operasional yang dimiliki perusahaan. Skema ini menunjukkan perusahaan masih memiliki ruang keuangan untuk mendukung strategi jaringan. Antony menyebut partisipasi dalam lelang akan dilakukan tanpa mengganggu arah bisnis utama. Perusahaan ingin memastikan setiap langkah ekspansi tetap berada dalam batas yang sehat.

Rencana itu juga sejalan dengan ambisi XLSmart untuk memperluas layanan 5G secara lebih merata. Perusahaan melihat frekuensi baru sebagai modal penting untuk memperkuat daya saing di industri telekomunikasi. Dengan dukungan spektrum yang tepat, jaringan dapat diperluas lebih cepat ke berbagai wilayah. Hal ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan layanan data di masa depan.

Keikutsertaan XLSmart dalam lelang 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi sinyal bahwa operator masih agresif berinvestasi di tengah tantangan ekonomi. Persaingan antaroperator diperkirakan akan berlangsung ketat karena spektrum tersebut memiliki nilai strategis tinggi. Jika proses lelang berjalan sesuai rencana, pembangunan jaringan 5G nasional berpotensi bergerak lebih cepat. Masyarakat pun menunggu hasilnya dalam bentuk layanan yang lebih luas dan andal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!