XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 05:40 WIB 7
XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang disiapkan Kementerian Komunikasi dan Digital, sebagai bagian dari strategi memperluas layanan 5G di Indonesia. Langkah ini diumumkan di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026, di tengah upaya perusahaan mempercepat pemerataan jaringan sekaligus menjaga kesiapan finansial pasca merger.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menilai kedua pita frekuensi tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Ia berharap proses lelang dapat berlangsung lebih sederhana dan cepat, agar implementasi 5G bisa segera dirasakan masyarakat secara lebih luas pada tahun ini.

XLSmart Kejar Frekuensi Strategis

XLSmart menilai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan momentum penting untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar telekomunikasi. Menurut Merza Fachys, kedua spektrum itu dibutuhkan agar layanan 5G dapat berkembang lebih merata di berbagai wilayah.

Ia menyebut perusahaan ingin mendapatkan kedua spektrum tersebut karena dinilai memiliki nilai strategis bagi penguatan jaringan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal dianggap semakin mendesak.

Merza menegaskan perusahaan akan mengikuti proses lelang sesuai rencana yang ditetapkan pemerintah. Ia juga menyatakan harapan agar tahapan tersebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Pemerataan Jaringan Jadi Fokus

Perusahaan menilai percepatan lelang penting agar layanan 5G tidak hanya terpusat di kota besar. Dengan spektrum yang tepat, perluasan akses jaringan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih efisien.

Frekuensi 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal, terutama di wilayah suburban dan pedesaan. Karakteristiknya memungkinkan penetrasi jaringan yang lebih baik pada area dengan sebaran penduduk yang luas.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dipandang mampu menyediakan kapasitas besar untuk trafik data tinggi. Pita ini dinilai cocok untuk kawasan perkotaan yang membutuhkan kecepatan dan stabilitas jaringan lebih tinggi.

Proses Lelang Diinginkan Sederhana

Merza berharap proses lelang frekuensi dapat berlangsung lebih sederhana dibandingkan mekanisme sebelumnya. Menurutnya, peserta lelang merupakan tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah.

Ia menilai kondisi tersebut seharusnya memudahkan jalannya proses administrasi dan evaluasi. Dengan demikian, tahapan lelang tidak perlu terlalu banyak perbedaan dari mekanisme yang pernah diterapkan sebelumnya.

XLSmart juga mendorong agar proses pengambilan keputusan bisa berlangsung lebih cepat. Percepatan dinilai penting agar investasi jaringan segera berdampak bagi masyarakat.

Kerugian Dinilai Bersifat Sementara

Di sisi lain, Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara karena dipicu biaya integrasi jaringan pasca merger.

Antony menjelaskan ada pula biaya percepatan depresiasi terhadap perangkat lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Sejumlah perangkat itu kini tidak lagi digunakan sehingga harus disesuaikan dalam pembukuan perusahaan.

Meski begitu, ia menilai kondisi keuangan tersebut tidak mengurangi langkah perusahaan untuk tetap ikut lelang. Pendanaan untuk partisipasi itu akan disiapkan melalui kas operasional perusahaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!