Wanita Spanyol Batuk Sebulan, Ternyata Ada Piercing di Paru

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 23:59 WIB 6
Wanita Spanyol Batuk Sebulan, Ternyata Ada Piercing di Paru

Seorang wanita asal Spanyol, Monica Deyanira Cabrera Barajas, mengalami batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan sebelum akhirnya memeriksakan diri ke dokter. Keluhan yang semula dianggap biasa itu ternyata menyimpan kondisi medis yang jauh lebih serius. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya benda asing berupa anting hidung atau septum piercing di dalam tubuhnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena posisi benda tersebut sangat berbahaya dan nyaris mengenai aorta, pembuluh darah utama tubuh. Monica mengaku tidak menyadari bahwa perhiasan hidung miliknya hilang, lalu menduga benda kecil itu terlepas saat tidur telentang dan masuk ke saluran napas. Temuan tersebut memicu tindakan medis darurat untuk mencegah komplikasi fatal.

Bahaya Piercing Tersangkut

Kasus Monica berawal dari batuk berkepanjangan yang tidak kunjung reda. Ia sempat mengira keluhan itu hanya gangguan pernapasan biasa. Namun, pemeriksaan lanjutan justru mengungkap adanya benda asing yang tidak seharusnya berada di dalam tubuh.

Menurut laporan Oddity Central, temuan itu membuat dokter terkejut karena bentuk benda yang tertanam di dalam tubuh adalah anting hidung. Monica tidak mengetahui kapan tepatnya piercing tersebut hilang. Ia baru menyadari ada masalah setelah gejala batuknya terus berlanjut.

Dalam pengakuannya, Monica menduga bagian kecil anting itu lepas saat ia tidur. Benda tersebut kemudian masuk ke tenggorokan tanpa ia sadari. Dari sana, benda asing itu kemungkinan terhirup hingga mencapai paru-paru.

Kondisi seperti ini tergolong berbahaya karena benda asing dapat memicu sumbatan, infeksi, atau cedera jaringan. Jika terlambat ditangani, masalah tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Karena itu, keluhan batuk yang tak wajar sebaiknya tidak diabaikan.

Temuan Dekat Aorta

Hasil pemeriksaan rontgen membuat tim medis menemukan lokasi piercing yang sangat dekat dengan aorta. Jaraknya disebut hanya sekitar 0,5 milimeter. Angka itu menunjukkan betapa tipisnya batas antara keselamatan dan risiko fatal.

Aorta merupakan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Jika pembuluh ini terluka, perdarahan hebat bisa terjadi dalam waktu singkat. Karena itu, posisi benda asing yang menempel sangat dekat dengan aorta menjadi kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Dokter menilai situasi Monica memerlukan penanganan segera. Benda asing yang berada di area sensitif dapat menyebabkan luka pada paru-paru atau pembuluh darah. Selain itu, pergerakannya berpotensi memperburuk kerusakan jaringan di sekitarnya.

Kasus ini memperlihatkan bahwa benda kecil pun dapat memicu ancaman besar bagi kesehatan. Gejala sederhana seperti batuk berkepanjangan bisa menjadi tanda adanya masalah serius di dalam tubuh. Pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan penyebabnya.

Operasi Darurat Dilakukan

Monica kemudian menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Pada awalnya, tindakan itu diperkirakan berlangsung singkat. Namun, kondisi di ruang operasi ternyata lebih rumit dari dugaan awal.

Prosedur pertama tidak berhasil karena anting telah menempel pada jaringan tubuh. Situasi tersebut membuat tim medis harus menyusun langkah lain yang lebih kompleks. Tindakan lanjutan diperlukan agar benda itu dapat diangkat tanpa menimbulkan kerusakan tambahan.

Operasi kedua akhirnya berjalan lancar dan berhasil mengeluarkan piercing dari dalam tubuh Monica. Keberhasilan itu menjadi titik penting dalam proses penyelamatan. Setelah benda asing diangkat, risiko komplikasi berat dapat ditekan.

Dokter menyebut Monica sangat beruntung karena berhasil selamat. Jika benda tersebut melukai paru-paru atau aorta, dampaknya bisa sangat fatal. Kondisi itu dapat memicu paru-paru kolaps atau perdarahan hebat yang mengancam nyawa.

Trauma Setelah Kejadian

Setelah kejadian tersebut, Monica mengaku trauma dan tidak lagi ingin menggunakan piercing. Sebelumnya, ia disebut menyukai aksesori tersebut. Namun pengalaman nyaris kehilangan nyawa membuat pandangannya berubah total.

Pengalaman ini juga menjadi pengingat bahwa penggunaan aksesori tubuh tetap memiliki risiko. Perhiasan kecil yang tampak sepele dapat menimbulkan masalah serius jika tidak terpantau. Karena itu, pengguna piercing perlu lebih waspada terhadap kondisi tubuhnya.

Keluhan seperti batuk yang berlangsung lama, sesak, atau rasa tidak nyaman di dada sebaiknya segera diperiksakan. Diagnosis dini dapat membantu dokter menemukan penyebab sebelum keadaan memburuk. Penanganan cepat juga dapat mencegah operasi menjadi lebih rumit.

Kasus Monica menunjukkan bahwa perhatian terhadap gejala ringan sangat penting dalam menjaga keselamatan. Hal yang tampak biasa dapat berubah menjadi keadaan darurat dalam waktu singkat. Dalam dunia kesehatan, kewaspadaan sering kali menjadi kunci untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!