Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier, mengejutkan staf medis setelah terbangun dari koma dan langsung menanyakan tiga putrinya. Padahal, perempuan berusia 19 tahun itu belum pernah menikah maupun melahirkan, sehingga pengalamannya memicu kebingungan besar di rumah sakit.
Selama tiga minggu koma pada 2025, Clelia mengaku menjalani kehidupan sebagai ibu dari anak kembar tiga dalam mimpi yang terasa sangat nyata. Ia bahkan mengingat nama bayi, momen kelahiran, hingga kehidupan keluarga yang menurutnya berlangsung selama tujuh tahun.
Mimpi Koma yang Terasa Nyata
Clelia menyebut mimpi itu dimulai saat dirinya melahirkan bayi kembar tiga bernama Mila, Miles, dan Mailee. Dalam ingatannya, proses melahirkan disertai stres dan rasa sakit yang kuat, seolah benar-benar terjadi di dunia nyata.
Ia juga mengaku merasakan duka mendalam ketika Mailee meninggal tak lama setelah lahir. Menurut penuturannya, rasa sedih dan bersalah itu tertinggal kuat, meski semua peristiwa tersebut hanya terjadi dalam alam bawah sadar.
Pengalaman itu tidak berhenti pada momen kelahiran, karena Clelia mengingat detail kehidupan sehari-hari sebagai ibu. Ia menyebut ada pelukan kulit ke kulit, jalan bersama, makan bersama, dan cerita sebelum tidur yang terasa sangat hidup.
Reaksi Tim Medis Rumah Sakit
Ketika Clelia bertanya tentang ketiga putrinya, tim medis terkejut karena ia sama sekali belum pernah hamil. Dokter kemudian memastikan bahwa tujuh tahun kehidupan sebagai ibu yang ia ceritakan tidak pernah terjadi di dunia nyata.
Awalnya, Clelia sulit menerima penjelasan tersebut karena ingatannya terasa sangat rinci. Ia merasa yakin bahwa semua pengalaman itu benar-benar dialami, bukan sekadar mimpi singkat saat koma.
Kondisi itu membuatnya terpukul karena ia merasa kehilangan keluarga yang selama ini hanya hadir dalam pikirannya. Setelah sadar, ia mengaku masih merindukan putri-putrinya hingga kini.
Dampak Emosional Setelah Sadar
Clelia mengatakan dirinya merasa sangat terputus dari orang lain setelah terbangun. Baginya, mimpi itu bukan sekadar khayalan, melainkan satu-satunya realitas yang ia rasakan dalam periode tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa meski semua yang dialaminya tidak nyata, perasaan cinta, kesedihan, dan tanggung jawab sebagai ibu benar-benar ia rasakan. Pengalaman itu membuatnya memandang dirinya sebagai seorang ibu, setidaknya selama mimpi itu berlangsung.
Situasi tersebut memperlihatkan betapa kuatnya pengalaman emosional yang bisa muncul dalam kondisi koma. Dalam kasus Clelia, ikatan yang terbentuk di alam bawah sadar meninggalkan jejak psikologis yang masih terasa setelah ia sadar.
Fenomena Mimpi Saat Koma
Kasus Clelia turut mengingatkan publik pada fenomena mimpi koma yang kerap dianggap mirip adegan dalam film. Namun ahli neurologi menjelaskan bahwa pengalaman seperti ini bukanlah hal yang jarang terjadi, terutama pada pasien dengan cedera otak traumatis.
Pasien dalam keadaan koma tidak selalu berada dalam kegelapan total atau tidur tanpa mimpi. Banyak di antaranya melaporkan mimpi yang sangat jelas, detail, dan terasa nyata ketika akhirnya sadar.
Meski demikian, ada juga pasien yang bangun tanpa ingatan apa pun tentang masa koma mereka. Perbedaan pengalaman itu menunjukkan bahwa kondisi neurologis setiap pasien dapat menghasilkan respons yang sangat beragam.
