Wanita Prancis Mengira Jadi Ibu Saat Koma, Ternyata Mimpi

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 15:53 WIB 2
Wanita Prancis Mengira Jadi Ibu Saat Koma, Ternyata Mimpi

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier, mengalami kisah yang mengundang perhatian publik setelah terbangun dari koma dan langsung menanyakan keberadaan tiga anak perempuannya. Padahal, ia tidak pernah menikah dan belum pernah melahirkan.

Pengalaman itu bermula setelah Clelia membuka mata usai tiga minggu koma pada 2025, sementara ingatannya dipenuhi kehidupan sebagai seorang ibu. Kisah tersebut menjadi sorotan karena terasa sangat nyata bagi dirinya, meski seluruhnya hanya terjadi dalam alam bawah sadar.

Koma dan mimpi yang nyata

Clelia mengaku bangun dengan perasaan bingung, lalu menanyakan ketiga putrinya kepada tenaga medis. Reaksi itu membuat staf rumah sakit terkejut karena mereka mengetahui bahwa ia belum pernah hamil.

Dokter kemudian menjelaskan bahwa ingatan tentang tujuh tahun menjadi ibu tidak pernah terjadi di dunia nyata. Namun bagi Clelia, pengalaman itu terasa sangat lengkap dan detail.

Ia menyebut bisa merasakan stres, nyeri, dan emosi yang menyertai proses melahirkan dalam mimpinya. Hal itu membuatnya yakin bahwa pengalaman tersebut benar-benar pernah ia jalani.

Dalam ingatannya, ia bahkan memberi nama bayi kembar tiganya, yaitu Mila, Miles, dan Mailee. Salah satu bayi dalam mimpi itu disebut meninggal tak lama setelah lahir, meninggalkan rasa sedih dan bersalah yang mendalam.

Ingatan ibu yang mendalam

Clelia juga mengaku mengingat momen pertama kontak kulit dengan bayinya, yang menurutnya sangat luar biasa. Ia mengatakan merasakan gelombang cinta yang besar pada saat itu.

Selain proses kelahiran, ia juga mengingat kehidupan sehari-hari bersama ketiga anaknya. Mulai dari berjalan bersama, makan bersama, hingga cerita sebelum tidur, semuanya terekam jelas di kepalanya.

Meski kini sadar bahwa semuanya hanyalah mimpi, Clelia mengaku masih sangat kehilangan. Ia mengatakan rasa perpisahan itu tetap membekas hingga sekarang.

Pengalaman tersebut membuatnya merasa seolah pernah hidup sebagai ibu dalam dimensi yang sepenuhnya nyata baginya. Ia menegaskan bahwa untuk sementara waktu, itulah realitas yang ia kenal.

Trauma di balik koma

Kisah ini juga berkaitan dengan riwayat kritis yang dialami Clelia setelah percobaan bunuh diri pada Juni 2025. Saat itu, ia mengonsumsi obat hingga harus dibuat koma secara medis selama tiga minggu.

Setelah berhasil diselamatkan, kondisi emosionalnya justru tidak langsung pulih. Ia mengaku masih merasa sangat terputus dari orang lain dan diliputi kesedihan.

Pengalaman itu memperlihatkan bahwa pemulihan dari koma tidak selalu berhenti pada kondisi fisik. Bagi sebagian pasien, luka psikologis bisa muncul dalam bentuk ingatan yang sangat kuat dan membingungkan.

Kisah Clelia menjadi pengingat bahwa pengalaman pascakoma dapat sangat kompleks dan personal. Dalam kasusnya, batas antara kenyataan dan mimpi nyaris tak dapat dibedakan.

Fenomena mimpi saat koma

Kasus seperti yang dialami Clelia kerap dikaitkan dengan fenomena mimpi koma yang pernah muncul dalam berbagai kisah populer. Salah satu referensi yang sering disebut publik adalah karakter Wanda Maximoff dari semesta fiksi.

Menurut ahli neurologi, mimpi yang terasa nyata saat koma bukanlah hal yang langka. Kondisi itu bahkan dapat muncul lebih sering pada pasien dengan cedera otak traumatis.

Dokter menjelaskan bahwa pasien dalam keadaan koma tidak selalu berada dalam kegelapan total atau tidur tanpa mimpi. Sebagian pasien melaporkan pengalaman yang sangat jelas, detail, dan emosional.

Namun, ada pula pasien yang bangun tanpa mengingat apa pun dari masa koma mereka. Perbedaan itu menunjukkan bahwa respons otak saat tidak sadar masih menjadi bidang yang terus diteliti.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!