Wanita Prancis Bangun dari Koma dan Tanyakan Tiga Putrinya

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 15:16 WIB 6
Wanita Prancis Bangun dari Koma dan Tanyakan Tiga Putrinya

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier, menjadi sorotan setelah terbangun dari koma dan langsung menanyakan keberadaan tiga putrinya. Kisah itu terjadi pada 2025, usai ia menjalani koma medis selama tiga minggu setelah percobaan bunuh diri dengan menelan obat.

Yang mengejutkan, ingatan tentang menjadi ibu selama tujuh tahun itu ternyata bukan kenyataan, melainkan mimpi yang sangat detail saat ia tidak sadarkan diri. Dokter memastikan Clelia belum pernah hamil, belum menikah, dan tidak memiliki tiga putri seperti yang ia yakini dalam alam bawah sadarnya.

Mimpi Koma yang Terasa Nyata

Clelia mengaku pengalaman itu terasa begitu nyata, lengkap dengan rasa sakit, stres, dan emosi yang menyertainya. Ia merasa telah hidup sebagai seorang ibu selama bertahun-tahun, meski seluruh kisah itu hanya terjadi di dalam mimpi.

Dalam ingatannya, ia melahirkan bayi kembar tiga bernama Mila, Miles, dan Mailee. Ia juga mengingat bahwa Mailee meninggal tak lama setelah lahir, yang membuatnya diliputi kesedihan dan rasa bersalah.

Selain proses kelahiran, Clelia juga menyimpan detail lain yang sangat spesifik, seperti kontak kulit ke kulit pertama dengan bayinya. Ia mengatakan momen itu dipenuhi gelombang cinta yang luar biasa dan membekas kuat dalam ingatannya.

Reaksi Dokter dan Keluarga

Ketika Clelia mulai bercerita setelah sadar, staf medis dibuat terkejut oleh konsistensi ceritanya. Namun dokter kemudian menegaskan bahwa tujuh tahun kehidupan keluarga yang ia ingat sepenuhnya tidak pernah terjadi di dunia nyata.

Awalnya, Clelia tidak percaya karena ia bisa mengingat banyak detail dengan sangat jelas. Ia bahkan masih menyusun memori tentang jalan-jalan keluarga, makan bersama, hingga cerita sebelum tidur.

Kondisi tersebut membuatnya sedih dan terpukul, terlebih karena ia merasa benar-benar menjadi seorang ibu. Hingga kini, ia mengaku masih merindukan putri-putrinya, meski mereka hanya hadir dalam mimpi.

Dampak Psikologis Setelah Sadar

Setelah bangun dari koma, Clelia merasa terputus dari orang lain dan kesulitan menerima kenyataan. Ia menyebut pengalaman itu sebagai satu-satunya realitas yang sempat ia jalani selama masa tidak sadarkan diri.

Dalam pernyataannya, Clelia mengatakan bahwa ia akan selalu menjadi ibu bagi anak-anak yang hanya hidup dalam mimpinya. Baginya, emosi yang dirasakan selama mimpi itu tetap nyata, meski tidak pernah terjadi di dunia fisik.

Kisahnya memperlihatkan betapa kuatnya pengalaman bawah sadar ketika otak berada dalam kondisi kritis. Dalam situasi seperti ini, seseorang dapat merasakan hubungan emosional yang sangat dalam, meski tidak memiliki dasar kejadian nyata.

Penjelasan Ahli Neurologi

Kisah Clelia sempat dibandingkan dengan cerita fiksi yang menampilkan pengalaman serupa dalam kondisi tidak sadar. Namun ahli neurologi menilai mimpi saat koma bukanlah hal yang langka, terutama pada pasien dengan cedera otak traumatis.

Menurut penjelasan medis, pasien dalam keadaan koma tidak selalu berada dalam kegelapan atau tidur tanpa aktivitas. Sebagian pasien justru melaporkan mimpi yang sangat jelas, detail, dan terasa seolah-olah benar-benar terjadi.

Di sisi lain, ada juga pasien yang bangun tanpa mengingat apa pun dari masa tidak sadarnya. Hal itu menunjukkan bahwa respons otak saat koma dapat berbeda-beda pada setiap individu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!