Aisah Bangun Betawi Punya Gaye dari Jualan Camilan Jadul

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 26 Mei 2026 08:14 WIB 4
Aisah Bangun Betawi Punya Gaye dari Jualan Camilan Jadul

Aisah, mantan karyawan pabrik, memulai usaha sampingan pada 2018 demi menambah penghasilan keluarga. Pilihannya adalah menjual keripik pedas, lalu bertransformasi menjadi aneka jajanan jadul khas Betawi yang kini dikenal dengan nama Betawi Punya Gaye. Dari usaha kecil yang dibawa ke pabrik dan dititipkan ke warung, bisnis itu berkembang hingga menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.

Perjalanan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat, karena Aisah sempat menghadapi masa penjualan yang lesu saat pandemi COVID-19. Namun, ia justru berani mengubah haluan, meninggalkan pekerjaan di pabrik setelah hampir dua dekade, lalu fokus membangun usaha camilan tradisional dengan merek yang kini dipatenkan.

Awal Usaha Aisah

Aisah mulai berjualan pada 2018 ketika masih bekerja di pabrik spidol. Saat itu, ia hanya ingin mendapatkan pemasukan tambahan dari usaha kecil-kecilan.

Keripik pedas menjadi produk pertama yang ia jual. Produk tersebut dibawa ke tempat kerja, ditawarkan kepada teman, dan dititipkan di warung sekitar.

Pada masa awal, penjualannya sempat mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Angka itu menjadi modal kepercayaan diri bagi Aisah untuk terus melanjutkan usaha.

Meski begitu, usaha keripiknya kemudian tersendat. Banyak warung tutup dan kondisi pasar ikut tertekan oleh pandemi COVID-19.

Pindah Haluan Ke Camilan Betawi

Alih-alih menyerah, Aisah memilih mengubah arah bisnisnya. Ia beralih dari keripik pedas ke aneka jajanan khas Betawi yang lebih dekat dengan identitas budayanya.

Keputusan itu diambil setelah ia menilai produk lama tidak lagi punya ruang jual yang kuat. Ia lalu memutuskan untuk fokus penuh pada usaha rumahan yang lebih menjanjikan.

Aisah kemudian mengundurkan diri dari pekerjaannya di pabrik setelah hampir 20 tahun mengabdi. Menurutnya, sudah saatnya ia menaruh energi sepenuhnya pada usaha sendiri.

Langkah tersebut menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Dari sana, ia mulai membangun merek yang lebih serius dan terarah.

Betawi Punya Gaye Lahir

Pada 2020, Aisah mulai menekuni usahanya secara lebih serius melalui Jakpreneur. Ia juga memanfaatkan waktu luang untuk mengikuti bimbingan teknis pembuatan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI.

Awalnya, usaha itu memakai nama Camilan 19. Namun, karena dinilai terlalu pasaran, ia diminta mencari identitas baru yang lebih kuat.

Dari proses tersebut, lahirlah nama Betawi Punya Gaye sebagai merek dagang. Nama itu dipilih untuk menegaskan karakter produk yang mengangkat kuliner Betawi.

Dengan merek baru, Aisah punya arah branding yang lebih jelas. Identitas usaha pun menjadi lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Resep Dan Dukungan Usaha

Aisah memproduksi camilan khas Betawi seperti kembang goyang, biji ketapang, dan kacang bawang. Ia mengembangkan resepnya secara otodidak hingga menemukan rasa yang sesuai.

Kecintaannya pada dunia dapur sudah tumbuh sejak kecil. Ia kerap membantu orang tua membuat kue, sehingga proses belajar usaha terasa lebih alami.

Pelatihan dari Rumah BUMN BRI juga menjadi ruang pembelajaran penting bagi Aisah. Dari sana, ia mendapat dukungan untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kapasitas produksi.

Kisah Aisah menunjukkan bahwa usaha kecil dapat tumbuh besar jika dijalankan dengan konsisten. Dari mantan karyawan pabrik, ia kini menjadi pelaku UMKM yang mengangkat jajanan tradisional Betawi ke pasar yang lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!