Wanita di Xiamen Viral Usai Alami Gangguan Pendengaran Langka

Lifestyle Clara Monica 28 Mei 2026 22:50 WIB 3
Wanita di Xiamen Viral Usai Alami Gangguan Pendengaran Langka

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi sorotan setelah mengaku tidak bisa mendengar suara pacarnya usai bangun tidur. Kondisi yang semula disangka masalah hubungan itu ternyata berkaitan dengan gangguan pendengaran langka bernama reverse slope hearing loss. Kasus tersebut dilaporkan DailyMail dan kemudian ramai dibicarakan warganet karena gejalanya terbilang tidak biasa. Pemeriksaan dokter memastikan bahwa gangguan itu membuat suara dengan frekuensi rendah terdengar samar atau bahkan hilang.

Dalam kasus ini, suara pria yang cenderung berada pada frekuensi lebih rendah menjadi sulit ditangkap oleh telinga pasien. Sebaliknya, suara perempuan atau bunyi bernada tinggi masih dapat terdengar relatif normal. Kondisi tersebut membuat percakapan sehari-hari terasa janggal, terutama saat berbicara dengan orang yang memiliki nada suara berat. Dokter menegaskan, penyebabnya murni medis dan bukan karena pasangan diabaikan.

Gangguan Pendengaran yang Aneh

Reverse slope hearing loss adalah kondisi saat pendengaran pada frekuensi rendah justru terganggu terlebih dahulu. Pada hasil audiogram, pola gangguan ini terlihat berbeda dari kebanyakan kasus gangguan pendengaran lain. Jika biasanya grafik menurun pada frekuensi tinggi, pada kondisi ini justru bagian frekuensi rendah yang bermasalah. Karena itu, penderitanya sering tidak menyadari gejala sejak awal.

Kondisi ini membuat suara dengan nada rendah terdengar lebih pelan atau tidak jelas. Suara pria umumnya berada dalam rentang frekuensi tersebut, sehingga percakapan bisa terasa seolah menghilang. Meski begitu, suara bernada tinggi seperti suara perempuan masih dapat terdengar lebih baik. Hal inilah yang membuat keluhan pasien sering disalahartikan sebagai masalah komunikasi biasa.

Gangguan pendengaran ini juga dapat memengaruhi kemampuan menangkap bunyi rendah lain di sekitar. Suara gemuruh petir dari kejauhan, alat musik bass, atau dengungan tertentu dapat terdengar samar. Akibatnya, penderita bisa merasa lingkungan sekitar berubah tanpa memahami penyebabnya. Pemeriksaan medis biasanya dibutuhkan untuk memastikan sumber gangguan tersebut.

Penyebab dan Faktor Risiko

Dokter menjelaskan bahwa reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah kondisi medis. Salah satu yang sering dikaitkan adalah penyakit Meniere, yang memengaruhi bagian dalam telinga. Infeksi virus juga dapat menjadi pemicu gangguan pendengaran semacam ini. Dalam beberapa kasus, masalah pada tubuh lain turut berperan memperburuk kondisi telinga.

Faktor lain yang disebut dapat memengaruhi adalah gagal ginjal dan perubahan tekanan di sekitar otak. Kondisi tersebut dapat mengganggu sistem pendengaran, terutama pada frekuensi rendah. Meski penyebabnya beragam, gejala awalnya kerap tidak langsung terasa jelas. Itulah sebabnya banyak pasien baru menyadari setelah ada keluhan yang mengganggu interaksi sehari-hari.

Reverse slope hearing loss tidak terbatas pada gender tertentu, sehingga perempuan juga bisa mengalaminya. Wanita dengan suara lebih berat dapat terdengar samar, sementara pria dengan nada bicara lebih tinggi mungkin masih terdengar jelas. Perbedaan ini menunjukkan bahwa masalahnya ada pada frekuensi suara, bukan pada jenis kelamin pembicara. Karena itu, diagnosis dokter menjadi sangat penting untuk memahami pola gangguan yang terjadi.

Cara Pemeriksaan Dokter

Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan pendengaran melalui audiogram. Pemeriksaan ini membantu melihat bagian frekuensi mana yang mengalami penurunan kemampuan dengar. Pada reverse slope hearing loss, hasil tes menunjukkan pola yang berlawanan dari gangguan pendengaran yang umum. Dari situlah dokter dapat membedakan kondisi ini dengan masalah telinga lainnya.

Selain tes pendengaran, dokter juga akan menelusuri riwayat kesehatan pasien. Langkah ini penting untuk mencari kemungkinan penyebab, seperti infeksi, penyakit Meniere, atau gangguan medis lain. Pemeriksaan lanjutan dapat diperlukan bila gejala tidak membaik atau dicurigai ada kondisi yang lebih serius. Dengan begitu, penanganan bisa diarahkan sesuai sumber masalahnya.

Karena gejalanya tidak selalu mencolok, banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan setelah keluhan berlangsung cukup lama. Mereka biasanya sadar saat suara tertentu, terutama suara rendah, mulai sulit ditangkap. Dalam situasi seperti itu, penjelasan medis sering membantu menghindari salah paham dengan orang terdekat. Kasus Chen menjadi contoh bahwa gangguan pendengaran bisa muncul dalam bentuk yang tidak terduga.

Penanganan dan Dukungan

Penanganan reverse slope hearing loss bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pada beberapa kasus permanen, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran pasien. Alat ini berfungsi memperjelas suara yang sebelumnya sulit ditangkap oleh telinga. Meski tidak menyembuhkan, terapi pendengaran dapat membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.

Dokter juga biasanya menilai apakah ada penyakit dasar yang perlu ditangani terlebih dahulu. Jika gangguan dipicu oleh kondisi tertentu, penanganan pada sumber masalah dapat menjadi langkah utama. Pemantauan berkala diperlukan agar perubahan pendengaran bisa terdeteksi lebih cepat. Dengan begitu, pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat sasaran.

Dalam kasus Chen, dokter menegaskan bahwa sang kekasih tidak perlu tersinggung atas kondisi tersebut. Hilangnya suara pria terjadi karena masalah medis, bukan karena hubungan personal yang bermasalah. Penjelasan itu menjadi penting agar pasien dan pasangan memahami situasi dengan benar. Kasus ini sekaligus mengingatkan bahwa gangguan pendengaran bisa hadir dalam bentuk yang sangat spesifik dan memerlukan perhatian medis segera.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!