IHSG Melemah Hampir 2% di Awal Perdagangan

Forex & Saham Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 00:00 WIB 2
IHSG Melemah Hampir 2% di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah hampir 2% pada sesi awal perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 1,94% ke level 6.196,80, setelah sempat dibuka menguat ke 6.378,81.

Pergerakan ini berlawanan dengan mayoritas bursa Asia yang justru menguat. Sentimen positif di kawasan dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir dan memunculkan harapan meredanya ketegangan geopolitik.

IHSG Terkoreksi di Awal Perdagangan

Tekanan jual membuat IHSG bergerak turun cukup dalam pada pembukaan perdagangan. Koreksi ini terjadi tidak lama setelah indeks sempat mencatat penguatan di awal sesi. Perubahan arah tersebut menunjukkan pasar domestik masih sensitif terhadap sentimen global.

Data RTI Business memperlihatkan pelemahan IHSG sebesar 1,94% ke level 6.196,80. Posisi ini menempatkan indeks jauh dari level pembukaan yang sempat mencapai 6.378,81. Kondisi tersebut menandakan volatilitas masih tinggi di pasar saham Indonesia.

Pergerakan IHSG juga menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah optimisme regional. Saat bursa lain menguat, indeks saham Garuda justru bergerak di jalur sebaliknya. Hal ini menunjukkan adanya faktor domestik yang ikut menekan laju perdagangan.

IHSG Berlawanan Dengan Asia

Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Kamis ini. Kenaikan tersebut mengacu pada penguatan Wall Street pada sesi sebelumnya. Sentimen pasar membaik setelah muncul harapan bahwa konflik dan ketegangan di Timur Tengah dapat mereda.

Optimisme investor didorong oleh keyakinan bahwa perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menurunkan harga minyak dunia. Jika harga energi bergerak lebih stabil, pasar menilai tekanan inflasi juga bisa mereda. Kondisi itu umumnya memberi ruang bagi aset berisiko untuk pulih.

Pergerakan positif ini terlihat di berbagai indeks utama kawasan. Pasar regional memanfaatkan kabar terbaru dari Washington sebagai katalis penguatan. Namun, respons IHSG menunjukkan bahwa pelaku pasar domestik masih cenderung berhati-hati.

Sentimen Trump Dan Iran

Mengutip CNBC, pasar Asia-Pasifik menguat setelah Donald Trump menyampaikan bahwa negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Pernyataan itu memicu ekspektasi positif di kalangan investor. Pasar menilai peluang tercapainya kesepakatan dapat mengurangi ketidakpastian geopolitik.

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka naik 3,54% seiring rilis data perdagangan terbaru di negara tersebut. Di Korea Selatan, indeks Kospi melanjutkan kenaikan hingga 7% pada awal perdagangan. Sementara itu, Kosdaq juga menguat 4,88% dan menambah keyakinan bahwa sentimen regional sedang kuat.

Penguatan serupa terjadi di Australia dan China. S&P/ASX 200 tercatat naik 1,62%, sedangkan CSI 300 China menguat 1,67%. Di Hong Kong, Hang Seng bergerak naik tipis 0,24% dan tetap mencerminkan nada positif pasar Asia.

Prospek IHSG Ke Depan

Pergerakan IHSG pada sesi awal perdagangan memberi sinyal bahwa pasar masih mencari arah. Sentimen eksternal yang positif belum cukup menahan tekanan jual di bursa domestik. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya menunggu katalis baru dari dalam maupun luar negeri.

Harga minyak dunia berpotensi menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi pergerakan selanjutnya. Jika negosiasi AS dan Iran benar-benar membaik, pasar berharap risiko geopolitik dapat menurun. Pada saat yang sama, investor akan mencermati dampaknya terhadap emiten dan arus modal di pasar saham.

IHSG masih memiliki peluang bergerak lebih stabil apabila sentimen global terus membaik. Namun, volatilitas tetap perlu diwaspadai karena perubahan ekspektasi pasar bisa berlangsung cepat. Untuk saat ini, investor cenderung menunggu konfirmasi arah dari perdagangan berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!