Wanita di Xiamen Viral Karena Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 14:42 WIB 3
Wanita di Xiamen Viral Karena Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi viral setelah mengeluhkan tidak bisa mendengar suara pacarnya. Awalnya, kondisi itu sempat disangka sebagai persoalan hubungan, tetapi pemeriksaan medis menunjukkan penyebab yang jauh lebih serius.

Wanita bernama Chen itu didiagnosis mengalami reverse slope hearing loss, gangguan pendengaran langka yang membuat seseorang sulit menangkap suara berfrekuensi rendah. Kondisi ini menjelaskan mengapa ia masih bisa mendengar suara bernada tinggi, namun suara pria terdengar hilang.

Reverse slope hearing loss

Istilah reverse slope hearing loss berasal dari bentuk audiogram, yakni hasil tes pendengaran pasien. Pada gangguan pendengaran yang umum, grafik biasanya menurun pada frekuensi tinggi. Namun pada kondisi ini, pola grafik justru terbalik karena frekuensi rendah yang terganggu.

Kondisi tersebut membuat penderita kesulitan menangkap suara dengan nada rendah. Karena suara pria umumnya berada pada rentang frekuensi itu, mereka sering terdengar samar atau bahkan tidak terdengar. Sebaliknya, suara perempuan atau bunyi bernada tinggi masih bisa diterima dengan baik.

Gangguan ini tidak selalu berkaitan dengan gender tertentu, karena suara rendah dari siapa pun dapat terpengaruh. Wanita dengan suara yang lebih berat juga bisa terdengar kurang jelas bagi penderita. Sementara itu, pria dengan nada bicara lebih tinggi masih mungkin terdengar normal.

Gejala yang sering tak disadari

Selain suara manusia, reverse slope hearing loss juga memengaruhi kemampuan mendengar bunyi rendah lain. Contohnya adalah gemuruh petir dari kejauhan, suara alat musik bass, atau dengungan yang pelan. Karena itu, penderita kerap mengira lingkungan sekitarnya memang sedang sepi.

Yang membuat kondisi ini sulit dikenali adalah gejalanya sering berkembang perlahan. Banyak orang lebih cepat menyadari hilangnya suara bernada tinggi, karena perubahan itu terasa lebih jelas. Sebaliknya, hilangnya suara rendah sering dianggap sebagai masalah kecil yang tidak perlu dikhawatirkan.

Dalam kasus Chen, peristiwa itu justru membuat banyak warganet terkejut. Ceritanya viral karena terdengar seperti masalah hubungan, padahal penyebabnya murni medis. Kasus tersebut juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan pendengaran ketika muncul keluhan yang tidak biasa.

Penyebab dan faktor pemicu

Dokter menyebut reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah kondisi medis. Di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, hingga perubahan tekanan di sekitar otak. Karena itu, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mencari sumber masalah yang sebenarnya.

Pada sebagian pasien, gangguan ini bersifat sementara dan dapat membaik setelah penyebab utamanya ditangani. Namun pada kasus tertentu, kondisinya bisa menetap dan memerlukan penanganan jangka panjang. Dokter biasanya menilai tingkat gangguan melalui tes pendengaran yang lebih detail.

Meski tergolong langka, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas harian. Penderita bisa kesulitan memahami percakapan, terutama saat berbicara dengan orang yang memiliki suara rendah. Oleh sebab itu, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis sejak dini.

Penanganan dan tindak lanjut

Dokter menjelaskan bahwa alat bantu dengar dapat membantu pada beberapa kasus permanen. Fungsi alat ini adalah memperkuat suara yang sulit ditangkap oleh telinga penderita. Dengan penanganan yang tepat, kualitas pendengaran pasien dapat ditingkatkan secara bertahap.

Selain alat bantu dengar, terapi dan pemantauan rutin juga bisa disarankan sesuai penyebabnya. Dokter akan mempertimbangkan riwayat penyakit, hasil tes, serta tingkat keparahan gangguan pendengaran. Langkah tersebut penting agar penanganan tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menekan risiko perburukan.

Kasus Chen akhirnya menjadi pengingat bahwa keluhan pendengaran tidak selalu berkaitan dengan kurang perhatian atau masalah pribadi. Dalam situasi ini, penyebabnya adalah kondisi medis yang nyata dan memerlukan diagnosis profesional. Karena itu, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah terbaik saat gejala serupa muncul.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!