Wanita di Xiamen Viral karena Tak Bisa Dengar Suara Pria

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 05:09 WIB 4
Wanita di Xiamen Viral karena Tak Bisa Dengar Suara Pria

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi perhatian publik setelah mengaku tidak bisa mendengar suara pacarnya. Kasus yang semula disangka sebagai persoalan hubungan itu ternyata berkaitan dengan kondisi medis langka bernama reverse slope hearing loss. Setelah diperiksa dokter, perempuan bernama Chen tersebut dipastikan mengalami gangguan pendengaran yang memengaruhi frekuensi rendah.

Menurut laporan yang dikutip dari DailyMail, Chen terbangun pada suatu pagi dan mendapati suara pasangannya seolah menghilang. Ia masih dapat mendengar suara bernada tinggi dengan jelas, namun suara pria terdengar sangat pelan atau tidak terdengar sama sekali. Kondisi itu kemudian dijelaskan dokter sebagai gangguan pendengaran yang perlu penanganan medis.

Gangguan Pendengaran Langka

Reverse slope hearing loss adalah kondisi ketika seseorang kesulitan menangkap suara pada frekuensi rendah. Dalam praktiknya, suara bernada tinggi masih bisa terdengar cukup normal, sementara suara bernada rendah menjadi kabur atau hilang. Karena suara pria umumnya berada di rentang frekuensi rendah, penderita kerap mengira lawan bicaranya berbicara terlalu pelan.

Istilah reverse slope sendiri berasal dari bentuk hasil tes pendengaran atau audiogram. Pada gangguan pendengaran yang umum, grafik biasanya menurun di bagian frekuensi tinggi. Sebaliknya, pada kondisi ini, grafik justru menunjukkan pola terbalik karena frekuensi rendah yang terganggu.

Fenomena tersebut membuat kondisi ini sering disalahpahami sebagai masalah komunikasi biasa. Banyak orang baru menyadari ada gangguan setelah suara tertentu terasa menghilang secara spesifik. Dalam kasus Chen, suara pacarnya menjadi yang paling mudah ia sadari hilang dari pendengaran.

Meski kerap dikaitkan dengan suara pria, kondisi ini sebenarnya tidak terbatas pada gender tertentu. Wanita dengan suara lebih berat juga bisa terdengar samar bagi penderita. Sebaliknya, pria dengan nada bicara yang lebih tinggi masih mungkin terdengar lebih jelas.

Gejala dan Dampak Sehari-hari

Gangguan ini juga memengaruhi kemampuan mendengar suara rendah lain di sekitar penderita. Suara gemuruh petir dari kejauhan, dengungan tertentu, atau dentuman bass bisa terdengar lebih lemah. Akibatnya, penderita dapat mengalami kesulitan dalam percakapan maupun aktivitas sehari-hari.

Yang membuat reverse slope hearing loss sulit dikenali adalah gejalanya sering muncul perlahan. Banyak orang lebih cepat menyadari hilangnya suara bernada tinggi, karena perubahan itu terasa lebih jelas. Pada frekuensi rendah, penurunan pendengaran kerap tidak langsung disadari hingga mengganggu komunikasi.

Dalam situasi sosial, penderita bisa tampak seolah tidak memperhatikan lawan bicara. Padahal, masalahnya terletak pada kemampuan telinga menangkap suara tertentu. Kondisi ini dapat menimbulkan salah paham, terutama saat berkomunikasi dengan pasangan atau keluarga.

Dokter menegaskan bahwa keluhan seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Pemeriksaan pendengaran dibutuhkan untuk memastikan jenis gangguan yang dialami pasien. Dengan diagnosis yang tepat, penanganan dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi.

Penyebab Medis Yang Mungkin

Dokter menyebut reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah faktor medis. Di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, hingga perubahan tekanan di sekitar otak. Setiap penyebab memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pemeriksaan lanjutan menjadi penting.

Pada sebagian pasien, gangguan ini dapat muncul setelah tubuh mengalami kondisi tertentu yang memengaruhi sistem pendengaran. Kerusakan pada bagian dalam telinga dapat mengubah cara suara diproses oleh otak. Dampaknya, suara dengan frekuensi rendah menjadi paling sulit dikenali.

Kondisi ini juga dapat muncul tanpa gejala awal yang mencolok. Karena itu, pasien sering datang ke dokter setelah merasa pendengarannya tidak lagi normal. Dalam banyak kasus, keluhan utama justru berasal dari kesulitan memahami suara lawan bicara di lingkungan sehari-hari.

Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan dini ketika pendengaran terasa berubah. Langkah tersebut membantu mengidentifikasi apakah gangguan bersifat sementara atau permanen. Dengan begitu, penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat sasaran.

Penanganan Dan Reaksi Publik

Untuk kasus yang bersifat permanen, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran pasien. Alat ini membantu memperkuat suara pada frekuensi yang sulit ditangkap telinga. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada hasil evaluasi medis masing-masing pasien.

Dokter juga menegaskan bahwa pacar Chen tidak perlu merasa tersinggung atas situasi tersebut. Hilangnya suara yang terdengar bukan karena diabaikan, melainkan akibat kondisi medis yang nyata. Penjelasan ini sekaligus meluruskan anggapan keliru yang sempat muncul di media sosial.

Kisah Chen kemudian ramai diperbincangkan karena dianggap unik, tetapi juga membuka kesadaran publik tentang kesehatan pendengaran. Banyak warganet baru mengetahui bahwa ada gangguan yang justru membuat suara rendah sulit ditangkap. Kasus ini menjadi pengingat bahwa gejala medis tidak selalu tampak dari luar.

Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan saat seseorang merasakan perubahan pendengaran yang tidak biasa. Diagnosis dini dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus mempercepat penanganan. Dalam kasus langka seperti reverse slope hearing loss, pemahaman yang tepat menjadi kunci agar pasien tidak terlambat mendapat bantuan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!