Wanda Hamidah Dukung Rashad Kuliah di Jepang dengan Syarat Mandiri

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 11:08 WIB 3
Wanda Hamidah Dukung Rashad Kuliah di Jepang dengan Syarat Mandiri

Wanda Hamidah mendukung penuh keputusan putranya, Rashad, untuk menimba ilmu di Jepang. Namun, dukungan itu datang dengan satu syarat tegas, yaitu Rashad harus belajar mandiri sejak dini dan mampu membiayai dirinya sendiri selama tinggal di negeri orang.

Dalam keterangannya di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026), Wanda menegaskan bahwa ia ingin anaknya tumbuh tanpa bergantung penuh pada orang tua. Rashad pun mengaku sudah lama memimpikan kuliah di Jepang, sekaligus menyiapkan diri lewat les bahasa, administrasi, dan bekal hidup sehari-hari.

Kuliah di Jepang Jadi Pilihan Rashad

Rashad menyebut keinginan kuliah di Jepang sudah muncul sejak lama. Minat itu berawal saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar dan mulai mengenal budaya Jepang.

Menurut Rashad, Jepang menarik karena dikenal bersih dan nyaman. Ia merasa suasana tersebut membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan pendidikan di sana.

Keputusan itu tidak datang secara tiba-tiba. Sejak kecil, ia sudah membayangkan bisa menempuh pendidikan di luar negeri dengan suasana belajar yang berbeda.

Rashad menilai langkah ini sebagai bagian dari proses pendewasaan. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa menjalani pilihan hidup dengan tanggung jawab penuh.

Syarat Mandiri dari Sang Ibu

Wanda Hamidah tidak menolak keinginan anaknya untuk merantau. Sebaliknya, ia memberi dukungan selama pilihan tersebut dijalani dengan kesungguhan.

Namun, Wanda menegaskan ada tanggung jawab yang harus dipenuhi Rashad. Ia meminta putranya belajar bahasa Jepang dan mencari penghasilan tambahan selama tinggal di sana.

Wanda mengatakan bahwa kondisi keuangan dirinya juga terbatas. Karena itu, ia berharap Rashad dapat membiayai sebagian kebutuhan hidupnya sendiri.

Bagi Wanda, sikap tersebut bukan bentuk pelepasan tanggung jawab. Justru, cara itu dianggap penting agar anak belajar realistis menghadapi kehidupan.

Didikan Agar Tidak Bergantung

Wanda menilai membiarkan anak merantau adalah bagian dari pendidikan karakter. Ia ingin anak-anaknya terbiasa bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri.

Menurutnya, kemandirian tidak hanya soal mencari uang. Hal itu juga mencakup kemampuan mengatur diri, mengambil keputusan, dan menghadapi konsekuensi pilihan.

Ia mengaku bukan tipe ibu yang mendikte anak secara detail. Wanda lebih memilih memberi ruang selama anak memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Prinsip itu, kata dia, lahir dari keyakinan bahwa masa depan adalah milik anak, bukan orang tua. Karena itu, dorongan terbesar harus datang dari dalam diri sang anak sendiri.

Bekal Hidup Sehari-hari

Rashad mengaku sudah menyiapkan diri untuk hidup mandiri di Jepang. Salah satu bekal utamanya adalah kemampuan memasak dan mengurus kebutuhan pribadi sejak kecil.

Ia juga mulai mempersiapkan urusan administrasi sebelum keberangkatan. Selain itu, les bahasa Jepang menjadi bagian penting agar ia lebih siap beradaptasi.

Rencana awal Rashad adalah tinggal di asrama selama tahun pertama. Setelah itu, ia berencana mencari tempat tinggal sendiri agar lebih leluasa menjalani kehidupan sehari-hari.

Persiapan tersebut menunjukkan keseriusannya menghadapi tantangan baru. Rashad berharap langkah itu menjadi awal perjalanan pendidikan sekaligus pembuktian kemandirian dirinya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!