Wanda Hamidah Dukung Rashad Kuliah di Jepang

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 19:28 WIB 4
Wanda Hamidah Dukung Rashad Kuliah di Jepang

Wanda Hamidah memberikan dukungan penuh kepada putranya, Rashad, yang berencana melanjutkan studi ke Jepang. Dukungan itu disampaikan saat ia ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 21 Mei 2026. Namun, Wanda menegaskan ada syarat penting yang harus dipenuhi agar Rashad benar-benar siap hidup mandiri di negeri orang.

Syarat tersebut, menurut Wanda, adalah kemampuan berbahasa Jepang dan kesediaan untuk mencari tambahan penghasilan selama berada di sana. Ia menilai, anak perlu belajar bertanggung jawab atas biaya hidupnya sendiri sejak dini. Rashad pun mengaku sudah menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan itu.

Wanda Hamidah dan Kemandirian Anak

Wanda Hamidah menilai membiarkan anak merantau merupakan bagian dari proses pendewasaan. Ia ingin anak-anaknya tidak terlalu bergantung pada rumah dan keluarga. Menurutnya, kemandirian harus dibangun melalui pengalaman langsung, bukan sekadar nasihat.

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam mengelola kehidupan pribadi. Hal itu mencakup urusan uang, waktu, dan kemampuan mengatur diri sendiri. Bagi Wanda, bekal semacam itu jauh lebih penting daripada kemudahan sesaat.

Sikap tersebut membuat Wanda tidak ingin terlalu banyak mengurus detail kehidupan anak. Ia memilih memberi dukungan, selama pilihan yang diambil anaknya dianggap kredibel. Dengan cara itu, ia berharap Rashad tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia nyata.

Rashad Siap Kuliah di Jepang

Rashad mengaku keinginannya untuk kuliah di Jepang sudah muncul sejak lama. Minat itu tumbuh ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia tertarik pada budaya Jepang yang dinilai bersih dan nyaman.

Rencana keberangkatan Rashad juga sudah mulai disiapkan secara bertahap. Ia tengah mengurus administrasi dan mengikuti les bahasa Jepang sebagai persiapan utama. Langkah tersebut dilakukan agar dirinya lebih siap saat tinggal di negara tujuan.

Untuk tahun pertama, Rashad berencana tinggal di asrama sebelum mencari tempat tinggal sendiri. Opsi itu dipilih agar transisi hidup di Jepang berjalan lebih aman dan teratur. Ia pun menyadari bahwa adaptasi awal akan menjadi bagian penting dari proses belajarnya.

Syarat dari Wanda Hamidah

Wanda menegaskan bahwa Rashad harus mampu belajar bahasa Jepang dengan baik. Ia juga meminta putranya mencari pekerjaan tambahan agar bisa membiayai hidup sendiri. Menurutnya, uang keluarga memiliki keterbatasan sehingga anak perlu ikut berusaha.

Ia menyampaikan syarat itu dengan tegas, tetapi tetap dalam suasana dukungan. Wanda ingin Rashad memahami bahwa keberangkatan ke Jepang bukan sekadar pindah tempat, melainkan tanggung jawab baru. Karena itu, ia berharap putranya tidak hanya fokus pada kuliah, tetapi juga pada kemandirian.

Prinsip Wanda sederhana, masa depan adalah milik anak, bukan orang tua. Ia percaya semangat dan usaha harus datang dari keinginan pribadi sang anak. Dengan begitu, setiap pencapaian akan terasa lebih bermakna dan bertahan lama.

Bekal Hidup Rashad

Rashad mengaku sudah terbiasa memasak dan mengurus dirinya sendiri sejak kecil. Kemampuan itu menjadi bekal utama untuk bertahan hidup di negeri orang. Ia menilai pengalaman sehari-hari tersebut membantunya lebih siap menghadapi kehidupan mandiri.

Ia juga memahami bahwa hidup di Jepang akan menuntut disiplin dan penyesuaian yang besar. Karena itu, ia berusaha mempersiapkan diri secara mental maupun praktis. Bagi Rashad, tantangan itu justru menjadi kesempatan untuk berkembang.

Dukungan Wanda dan kesiapan Rashad menunjukkan hubungan yang dibangun di atas kepercayaan. Sang ibu memberi ruang, sementara sang anak dituntut bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Pola itu menjadi modal penting bagi Rashad untuk memulai langkah baru di Jepang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!