Waktu Terbaik Makan Manis Saat Diet

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 15:19 WIB 3
Waktu Terbaik Makan Manis Saat Diet

Bagi banyak orang yang sedang diet, keinginan menikmati kue, cookies, atau dessert sering memunculkan dilema. Di satu sisi, makanan manis terasa menggoda, tetapi di sisi lain ada kekhawatiran berat badan naik dan pola makan jadi berantakan.

Kabar baiknya, makanan manis masih bisa dikonsumsi selama porsinya terkontrol dan waktunya tepat. Seorang ahli gizi menegaskan bahwa yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah gula, tetapi juga kapan tubuh paling siap memprosesnya.

Makanan Manis dan Waktu Tepat

Menurut ahli gizi dan penulis Maya Feller, waktu terbaik untuk makan manis adalah di antara makan siang dan makan malam. Pada rentang ini, tubuh masih aktif bergerak dan metabolisme cenderung bekerja lebih optimal. Karena itu, gula yang masuk lebih mudah diproses dibandingkan saat tubuh sudah bersiap beristirahat.

Mengonsumsi makanan manis setelah makan utama juga dinilai lebih baik. Saat perut sudah terisi nutrisi seimbang, tubuh dapat memproses gula dengan bantuan protein, serat, dan lemak sehat. Pola ini membantu menekan lonjakan gula darah yang terlalu cepat.

Feller menjelaskan bahwa siang hingga sore hari adalah waktu yang lebih aman untuk menikmati camilan manis. Pada jam tersebut, aktivitas harian biasanya masih tinggi sehingga tubuh punya kesempatan lebih besar untuk membakar energi. Dengan begitu, gula tidak langsung menumpuk saat proses metabolisme melambat.

Risiko Jika Terlalu Larut

Ngemil manis menjelang tidur sangat tidak disarankan karena tubuh sudah memasuki fase istirahat. Pada kondisi ini, aktivitas fisik menurun dan proses pengolahan gula menjadi kurang efisien. Akibatnya, gula lebih mudah bertahan lebih lama di dalam aliran darah.

Feller menyebut bahwa setelah makan manis lalu langsung berbaring, tubuh tidak mendapatkan bantuan aktivitas untuk mendukung kerja insulin. Insulin adalah hormon yang memindahkan gula dari darah ke sel untuk dijadikan energi. Jika proses ini berjalan tidak optimal, kadar gula darah berpotensi meningkat.

Kondisi tersebut bukan hanya berpengaruh pada gula darah, tetapi juga pada kualitas tidur. Asupan gula sebelum tidur dapat membuat tubuh lebih sulit rileks dan tertidur nyenyak. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga berisiko meningkatkan resistensi insulin.

Manis Tetap Boleh Dikonsumsi

Feller menegaskan bahwa gula bukan musuh yang harus dihindari sepenuhnya. Tubuh tetap memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi, termasuk untuk mendukung fungsi otak. Karena itu, konsumsi makanan manis masih bisa masuk ke dalam pola makan sehat.

Meski demikian, diet seimbang tetap menjadi kunci utama agar tubuh tidak kewalahan mengolah asupan gula. Mengonsumsi gula secara berlebihan tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh dapat mengganggu keseimbangan nutrisi. Hal ini membuat pola makan sehat kehilangan arah.

Ia juga mengingatkan bahwa pola makan tidak seharusnya dipahami sebagai aturan kaku antara boleh dan tidak boleh. Yang lebih penting adalah kemampuan menjaga keseimbangan, menikmati makanan dengan sadar, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan harian. Dengan cara ini, diet tetap bisa dijalani tanpa tekanan berlebihan.

Diet Seimbang Lebih Fleksibel

Jika seseorang mengonsumsi gula sedikit lebih banyak dari yang direncanakan, hal itu bukan akhir dari perjalanan diet. Pola makan sehat adalah proses yang berlangsung terus-menerus, bukan keputusan satu kali. Karena itu, fleksibilitas perlu diberikan agar kebiasaan makan tetap realistis.

Pendekatan yang terlalu keras justru kerap membuat seseorang mudah merasa gagal. Saat rasa bersalah muncul, dorongan untuk mempertahankan kebiasaan sehat bisa menurun. Sebaliknya, sikap yang lebih tenang membantu seseorang kembali ke ritme makan yang seimbang.

Intinya, makanan manis masih boleh dinikmati saat diet selama waktu dan porsinya diperhatikan. Mengutamakan asupan seimbang, memilih jam yang tepat, dan menghindari makan terlalu larut menjadi langkah sederhana yang efektif. Dengan begitu, diet tetap berjalan tanpa harus menghilangkan kesenangan saat makan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!