Waktu Terbaik Berolahraga Ternyata Bergantung pada Tubuh

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 20:20 WIB 3
Waktu Terbaik Berolahraga Ternyata Bergantung pada Tubuh

Waktu berolahraga kerap memunculkan perdebatan antara pagi dan malam, padahal pilihan terbaik ternyata bergantung pada tujuan, jenis latihan, dan kondisi tubuh masing-masing. Sejumlah ahli menilai, tidak ada jam yang paling ideal untuk semua orang, karena manfaat olahraga dapat berbeda sesuai kebutuhan individu.

Fisioterapis dan spesialis pilates di The Hundred Wellness Centre Dubai, Sowon Jang, menjelaskan bahwa olahraga ringan seperti pilates atau kardio lembut lebih cocok dilakukan pada pagi hari. Sementara itu, latihan dengan intensitas lebih tinggi dapat ditempatkan pada siang atau sore, sedangkan malam hari lebih baik diisi aktivitas rendah agar tidak mengganggu tidur.

Olahraga pagi dan manfaatnya

Olahraga pagi sering dipilih karena membantu membangun rutinitas yang teratur sebelum aktivitas harian dimulai. Kebiasaan ini membuat tubuh lebih siap menjalani hari dengan ritme yang lebih stabil.

Menurut para ahli, tubuh yang bergerak di pagi hari cenderung terasa lebih tenang dan terkontrol. Pernapasan menjadi lebih teratur, postur tubuh lebih sadar, dan fokus dapat terbentuk sejak awal hari.

Selain itu, olahraga pagi juga dapat membantu pikiran terasa lebih jernih dan segar. Kondisi ini bermanfaat bagi orang yang ingin memulai hari dengan energi positif dan konsentrasi yang baik.

Paparan sinar matahari pada pagi hari turut membantu mengatur jam biologis tubuh. Ritme sirkadian yang lebih kuat dapat mendukung pola tidur yang lebih sehat pada malam hari.

Latihan siang lebih intens

Siang atau sore hari sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk olahraga dengan intensitas lebih tinggi. Pada rentang waktu ini, tubuh biasanya sudah lebih siap untuk menerima beban latihan yang lebih berat.

Dr Jinelle D'souza menyebut latihan kekuatan dan olahraga intens membutuhkan dukungan tubuh yang memadai. Karena itu, kondisi fisik perlu diperhatikan sebelum memilih jenis latihan tertentu.

Asupan nutrisi, hidrasi, serta waktu tidur yang cukup menjadi faktor penting agar tubuh tidak kewalahan. Tanpa dukungan yang baik, latihan berat justru dapat menimbulkan kelelahan berlebih.

Olahraga pada siang atau sore juga bisa menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki jadwal padat di pagi hari. Dengan begitu, kebugaran tetap terjaga tanpa harus mengorbankan produktivitas utama.

Olahraga malam yang tepat

Olahraga malam tetap memiliki manfaat, asalkan jenis latihannya dipilih dengan cermat. Aktivitas berintensitas rendah lebih dianjurkan karena tidak memicu lonjakan stres yang berlebihan.

Jang mencontohkan berenang santai atau berjalan kaki sebagai pilihan yang aman dilakukan menjelang malam. Jenis latihan ini membantu tubuh tetap aktif tanpa membuat sistem saraf terlalu terangsang.

Olahraga berat pada malam hari berisiko meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon stres yang dapat mengganggu kualitas tidur. Karena itu, durasi dan intensitas perlu dijaga agar tubuh tetap rileks setelah berolahraga.

Bagi sebagian orang, olahraga malam justru menjadi cara efektif untuk melepas penat setelah bekerja. Kuncinya adalah memilih gerakan yang menenangkan, bukan yang memaksa tubuh bekerja terlalu keras.

Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Para ahli menegaskan bahwa waktu olahraga bukan satu-satunya faktor penentu manfaatnya. Yang lebih penting adalah kesesuaian antara jenis latihan, kondisi fisik, dan gaya hidup seseorang.

Dr Louise Rix menilai faktor utama bukan sekadar jam berolahraga, melainkan apakah aktivitas tersebut cocok dengan rutinitas harian. Jika olahraga sulit dipertahankan, maka manfaatnya pun akan berkurang.

Karena itu, seseorang perlu menyesuaikan pilihan olahraga dengan kemampuan tubuh dan jadwal yang tersedia. Latihan yang bisa dilakukan rutin akan lebih bermanfaat dibanding olahraga ideal yang sulit dijalankan.

Dengan pendekatan yang tepat, olahraga pagi, siang, maupun malam tetap bisa memberikan hasil positif. Yang terpenting adalah konsistensi, pemulihan yang cukup, dan perhatian pada sinyal tubuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!