OJK: IHSG Terkoreksi, Investasi Indonesia Tetap Prospektif

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 01 Juni 2026 21:27 WIB 2
OJK: IHSG Terkoreksi, Investasi Indonesia Tetap Prospektif

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengakui Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG saat ini sedang terkoreksi. Kondisi itu dipengaruhi berbagai tantangan global yang menekan sentimen pasar. Meski demikian, OJK menilai prospek investasi di Indonesia tetap kuat untuk jangka panjang. Penilaian itu disampaikan Friderica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Friderica menegaskan koreksi pasar bukan alasan untuk pesimistis terhadap investasi di Indonesia. Ia menyebut fundamental ekonomi nasional masih baik dan menjadi penopang utama pasar modal. OJK juga terus menjalankan reformasi untuk menjaga integritas sektor pasar modal. Upaya tersebut diharapkan memperkuat kepercayaan investor di tengah gejolak global.

IHSG dan Prospek Investasi

Friderica menyampaikan bahwa kondisi IHSG saat ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika global. Tekanan eksternal membuat pasar bergerak lebih hati-hati, termasuk di Indonesia. Namun, ia menilai koreksi yang terjadi bersifat wajar dalam siklus pasar. Menurutnya, investor perlu melihat peluang secara lebih luas dan jangka panjang.

Ia menekankan bahwa investasi di pasar modal Indonesia tetap memiliki prospek yang baik. Pandangan itu didasari oleh fundamental ekonomi yang dinilai masih solid. OJK mengajak pelaku pasar untuk tidak hanya terpaku pada fluktuasi harian. Fokus utama perlu diarahkan pada arah pertumbuhan ekonomi ke depan.

Friderica juga menilai reformasi integritas pasar modal menjadi faktor penting menjaga kepercayaan investor. OJK terus memperkuat tata kelola agar pasar berjalan sehat dan transparan. Dengan demikian, pasar modal dapat menjadi sarana investasi yang lebih stabil. Hal ini diharapkan membantu meredam sentimen negatif dari luar negeri.

Penguatan Ekonomi Nasional

Wanita yang akrab disapa Kiki itu mengatakan pemerintah memiliki sejumlah program strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Program tersebut diyakini dapat mendorong aktivitas usaha di berbagai sektor. OJK sendiri berkomitmen meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan. Langkah ini penting agar sistem keuangan tetap kuat menghadapi tekanan global.

Menurut Friderica, penguatan ekonomi nasional harus dilakukan secara menyeluruh. Dunia usaha membutuhkan kepastian agar dapat terus berkembang dan membuka lapangan kerja. Karena itu, stabilitas sektor keuangan menjadi perhatian utama regulator. Dukungan kebijakan yang konsisten akan memberi ruang lebih besar bagi pertumbuhan.

Ia menambahkan, percepatan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu sektor. Sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku usaha menjadi kunci utama. Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan dapat dihadapi lebih efektif. OJK berharap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih merata.

Fokus OJK pada UMKM

Friderica menegaskan penguatan ekosistem pembiayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama OJK. Menurutnya, usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Untuk itu, akses pembiayaan perlu terus diperluas. OJK bahkan telah membentuk departemen baru khusus untuk pengembangan UMKM.

Kehadiran departemen tersebut ditujukan untuk mempercepat dukungan terhadap sektor UMKM. Langkah ini diharapkan memperkuat pembiayaan yang lebih tepat sasaran. UMKM juga membutuhkan pendampingan agar mampu naik kelas. Dengan dukungan yang memadai, kontribusi sektor ini terhadap ekonomi bisa semakin besar.

Ia menilai pembiayaan UMKM tidak boleh dipandang sebagai agenda tambahan. Sektor ini memiliki dampak langsung terhadap pemerataan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, pengembangan ekosistem UMKM harus terus diperkuat. OJK ingin memastikan akses keuangan lebih inklusif bagi pelaku usaha kecil.

Pasar Keuangan dan Digital

Selain UMKM, Friderica menyoroti pentingnya pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Ia menyebut daerah juga dapat memanfaatkan instrumen keuangan yang lebih beragam. Salah satu opsi yang didorong adalah pengembangan obligasi daerah. Instrumen tersebut dinilai dapat membantu pembiayaan proyek pembangunan di wilayah.

Friderica juga menekankan pentingnya mendorong ekonomi hijau dalam pengembangan sektor keuangan. Menurutnya, pembiayaan yang berkelanjutan akan semakin dibutuhkan di masa depan. Di sisi lain, keuangan digital juga harus berkembang dengan aman dan berintegritas. Tanpa dukungan digitalisasi, pengembangan sektor keuangan dinilai akan berjalan kurang optimal.

Ia menambahkan, penguatan keuangan digital harus dibarengi dengan perlindungan terhadap risiko. Keamanan sistem dan integritas data menjadi syarat utama agar masyarakat percaya. Jika ekosistem digital tumbuh sehat, akses pembiayaan bisa semakin luas. OJK menilai hal ini penting untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!