UMKM Binaan Pertamina Raih Kontrak Ekspor Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 01:41 WIB 6
UMKM Binaan Pertamina Raih Kontrak Ekspor Rp87 Miliar

Pertamina mencatat capaian penting di Trade Expo Indonesia 2025, setelah salah satu UMKM binaannya, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, meneken kerja sama ekspor dengan nilai transaksi mencapai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp 87 miliar. Kesepakatan itu dilakukan bersama Being Co Ltd asal Jepang dan disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman.

Transaksi tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan produk UMKM lokal mampu menembus pasar global dengan daya saing yang kuat. Pertamina menilai pencapaian itu dapat menjadi pintu masuk bagi 44 UMKM binaan lainnya untuk menjajaki peluang serupa di hadapan buyer internasional.

Langkah Ekspor Baru

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda. Prosesi itu berlangsung dalam rangkaian pameran dagang yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut kerja sama ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal dapat bersaing di pasar internasional. Ia menegaskan bahwa kualitas produk, konsistensi, dan kesiapan bisnis menjadi faktor penting dalam menarik minat buyer luar negeri.

Fadjar juga berharap keberhasilan Java Criollo dapat memacu UMKM binaan lain untuk lebih agresif memanfaatkan ajang perdagangan berskala internasional. Menurut dia, TEI 2025 menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, nilai transaksi yang tercapai menunjukkan bahwa produk olahan kakao Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai salah satu motor pertumbuhan ekspor nonmigas nasional.

Minat Buyer Jepang

Sakae Noda mengaku tertarik pada kualitas cokelat yang ditawarkan Java Criollo. Menurut dia, produk tersebut unggul dari sisi bahan baku, proses produksi, dan harga yang masih kompetitif.

Ia menilai cokelat Indonesia memiliki karakter alami yang menjadi nilai tambah di pasar Jepang. Sakae juga menyebut bahwa produk itu dibuat tanpa pupuk kimia, sehingga dinilai lebih sesuai dengan preferensi konsumen yang mengutamakan kualitas dan keaslian bahan.

Dalam keterangannya, Sakae berharap masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat asal Indonesia melalui kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kualitas produk menjadi alasan utama ketertarikan Being Co Ltd untuk melangkah ke tahap kemitraan.

Minat pembeli dari Jepang ini memperlihatkan bahwa pasar internasional semakin terbuka bagi produk pangan olahan Indonesia. Bagi UMKM, respons seperti ini menjadi sinyal positif bahwa standar mutu yang baik dapat mengangkat daya saing di pasar ekspor.

Kebanggaan Produsen Lokal

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, menyampaikan rasa bangga atas penerimaan produk mereka di pasar internasional. Ia mengatakan kerja sama ini berawal dari pencarian buyer yang tertarik pada cokelat asal Indonesia.

Menurut Inge, pihaknya sempat dikenali melalui kualitas produk yang kemudian menarik perhatian calon mitra dari Jepang. Setelah melalui proses peninjauan, produk Java Criollo dinilai layak untuk dijadikan bagian dari kerja sama ekspor.

Inge menilai pencapaian ini bukan hanya keberhasilan perusahaan, tetapi juga kebanggaan bagi UMKM Indonesia. Ia menyebut nilai dan cita rasa yang dibangun selama ini akhirnya mendapat pengakuan dari pasar luar negeri.

Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan usaha dan meningkatkan reputasi produk lokal. Bagi pelaku UMKM, keberhasilan menembus pasar ekspor kerap menjadi titik balik untuk memperkuat skala bisnis.

Peluang UMKM Lain

Selain Java Criollo, Pertamina juga membawa 44 UMKM binaan lainnya ke TEI 2025. Kehadiran mereka ditujukan untuk membuka peluang kerja sama dengan buyer internasional dari berbagai sektor.

Partisipasi puluhan UMKM itu menunjukkan strategi Pertamina dalam mendorong pelaku usaha kecil agar naik kelas. Melalui pameran dagang, mereka memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk, bertemu mitra potensial, dan memahami kebutuhan pasar global.

Pertamina menilai ajang seperti TEI penting untuk memperluas akses bisnis UMKM yang selama ini terkendala jaringan dan pasar. Dengan bertemu langsung calon pembeli, pelaku usaha dapat membangun kepercayaan sekaligus mempercepat proses negosiasi.

Capaian Java Criollo diharapkan menjadi contoh bahwa UMKM Indonesia memiliki peluang besar di pasar ekspor jika didukung kualitas, konsistensi, dan strategi pemasaran yang tepat. Dari pameran itu, Pertamina ingin melahirkan lebih banyak kisah sukses serupa bagi pelaku usaha binaannya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!